Tulisan Akhir Pekan: Saat-Saat Menghabiskan Rokok Lebih Banyak

“Tak harus pula kami selalu menyajikan artikel tentang sejarah tembakau, sejarah cengkeh, pertarungan global memerangi rokok, bantahan-bantahan setiap tuduhan antirokok terhadap para pemangku kepentingan rokok. Nanti Anda pembaca setia web ini bisa dirundung bosan.”

Seperti media arus utama pada umumnya yang selalu menyajikan tulisan-tulisan ringan di akhir pekan. Mulai dari deretan puisi-puisi, liputan kuliner atau tokoh inspiratif, cerita pendek, halaman olahraga yang lebih banyak dari hari biasanya, hingga resensi film atau buku. Secara otomatis pula, informasi seputar ekonomi, politik, atau kasus korupsi yang tak pernah berhenti muncul akan berkurang.

Mungkin masyarakat juga terlalu penat jika di hari kerja yang penuh dengan peluh keringat dan target yang tak pernah berhenti, ditambah dengan berita-berita keras, lalu di akhir pekan masih juga mengkonsumsi informasi yang seperti itu. Libur memang saatnya santai, jangan dibebani dengan setumpuk informasi yang membuat mengerutkan dahi.

Memang, bolehmerokok.com bukanlah media online arus utama, tapi tak ada salahnya jika menyajikan tulisan ringan di akhir pekan ini layaknya media arus utama. Tak harus pula kami selalu menyajikan artikel tentang sejarah tembakau, sejarah cengkeh, pertarungan global memerangi rokok, bantahan-bantahan setiap tuduhan antirokok terhadap para pemangku kepentingan rokok. Nanti Anda pembaca setia web ini bisa dirundung bosan.

Lalu apa kira-kira cerita ringan yang ingin kami hadirkan pada akhir pekan ini? Akhir pekan panjang lebih tepatnya. Sebentar, beri kami sedikit waktu untuk memikirkan apa yang kiranya enak untuk disajikan di Sabtu ini.

Ini saja, sepertinya menarik. Cerita tentang kapan dan di saat aktivitas apa saja kita sedikit lebih banyak mengisap rokok. Setuju? Biasa banget? Tak apa, walaupun biasa tapi ini sepertinya memang belum pernah kami tuliskan dan sajikan.

Kerja. Haduh, akhir pekan kok justru membahas soal kerja. Namun memang demikian, sebagian orang akan menghabiskan rokok lebih banyak dari biasanya ketika sedang bekerja. Tentu dalam hal ini, berlaku bagi mereka yang masih bisa menikmati rokok sembari bekerja. Sebut saja profesi tukang parkir, sembari menunggu mobil keluar masuk, rokok adalah teman yang baik di tiap waktu penantiannya.

Seorang wartawan adalah contoh lain, akan banyak mereka isap rokok saat sedang menuliskan artikel yang harus segera mereka kirimkan ke meja redaksi. Tak terkecuali orang yang sedang menuliskan cerita ini, asbak yang ada di samping kiri laptopnya nampak sudah mulai penuh terisi.

Nonton sepakbola. Benar tidak? Jika kita biasanya di akhir pekan asik menikmati tayangan sepakbola, rokok yang baru selesai dimatikan akan disambung lagi dengan rokok yang baru. Sepertinya rokok berhasil menjadi teman yang baik untuk mengurangi ketegangan saat menikmati sepakbola. Terlebih jika tim yang kita jagokan sedang tertinggal, atau taruhan yang sedang kita pasang terancam kalah.

Main game. Anda penikmat game? Baik game seperti Play Station, game dari komputer, atau game yang hanya di telepon genggam saja. Bermain game memang membutuhkan konsentrasi yang tinggi agar tetap dapat fokus dan memenangkan game yang sedang kita mainkan. Bagi kebanyakan orang, rokok dapat meningkatkan konsentrasi dan ketenangan diri, sehingga diharapkan dengan merokok orang bisa fokus dalam bermain game.

“Ya elah, main game aja pake harus konsentrasi.” Jangan bilang begitu bagi Anda yang tidak bermain game. Coba saja rasakan bermain game, jika tak ada fokus dan konsentrasi maka langkah-langkah yang Anda lakukan akan banyak mengalami kesalahan. Rokok yang sebelumnya diceritakan bisa mengurangi ketegangan dan meningkatkan konsentrasi, bisa saja membuat Anda memenangkan game. Jika Anda pecinta game sepakbola di PS atau Xbox, boleh sesekali undang si penulis cerita ini untuk adu ketangkasan.

Nongkrong. Tak bisa dipungkiri, aktivitas berkumpul bersama teman sembari ngobrol tentang apa saja akan menghabiskan rokok lebih banyak. Begitu biasanya orang yang ngobrol sering kali putus-nyambung rokoknya. Kadang kala sebungkus rokok cepat habis karena memang kita mengisap lebih banyak, atau juga karena dimintai teman yang tak punya rokok.

Galau. Aktivitas satu ini yang lebih banyak berisi pikiran kosong atau juga sebaliknya pikiran ke mana-mana, mata berbinar, dada berdebar, wajah ketekuk-tekuk, kepala yang tak gatal tapi digaruk-garuk terus, mengusap dahi, dll., biasanya menghabiskan waktu yang lama. Pelan dan tak terasa, beberapa batang akan dengan cepat habis.

Galau tak harus selalu tentang cinta ya, bisa juga galau tentang masa depan yang suram, galau karena kangen sama orang tua, galau karena utang yang menumpuk, atau galau kerena pekerjaan. Duh, kenapa harus balik lagi ke pekerjaan sih? Jika Anda sedang galau saat ini, sebaiknya jangan galau soal pekerjaan karena ini akhir pekan. Mungkin galau karena cinta lebih pas.

Ada lagi? Sepertinya ada, tapi terlalu malas rasanya si penulis ini untuk memikirkan aktivitas apa lagi yang membuat orang lebih banyak mengisap rokok. Mungkin karena dipengaruhi waktu akhir pekan sehingga si penulis juga malas untuk berfikir lebih keras lagi, hal yang harusnya dilakukan di hari kerja saja berfikir keras itu.

Namun jika memang dirasa lima hal tadi dirasa masih kurang, mungkin Anda bisa menambahkan sendiri apa saja itu berdasarkan pengalaman Anda. Bisa ditambahkan melalui kolom komentar di bawah tulisan ini, kolom komentar di Fanpage Boleh Merokok, atau membalas di Twitter jika Anda membaca tulisan ini melalui platform bergambar burung biru tersebut.

Sebagai pelengkap tulisan, sebentar si penulis akan mengambil telepon gengamnya untuk memfoto laptop yang ada di depannya dan asbak yang ada di sampingnya. Hanya ada lima batang ternyata, kurang dramatis dan kurang banyak puntung rokok di asbak. Sebentar cari puntung rokok di asbak yang lain dan ditumpuk di satu asbak agar terlihat lebih banyak.

Selamat berakhir pekan.

mm

Alfa Gumilang

REDAKTUR

Mantan Sekjend Komunitas Kretek. Saat ini aktif di Komite Nasional Pelestarian Kretek dan juru kunci portal Kabar Buruh.