Waktu Paling Tepat Menikmati Kopi dan Kretek

“Jika kopi dan kretek diibaratkan sejoli yang dimabuk asmara, kehadiran kudapan, buku, sepakbola, musik, atau teman berbincang, mungkin adalah rasa sayang, kangen, marah, cemburu, atau kecupan kening yang menyempurnakan rasa.”

Secangkir kopi dan sebatang kretek, mungkin adalah jodoh dan keajaiban semesta yang dikaruniakan pada jutaan manusia di Nusantara. Pertemuan mereka dalam satu kesempatan secara bergantian di mulut dan lidah, terasa begitu nikmatnya. Jika kopi dan kretek diibaratkan sejoli yang dimabuk asmara, kehadiran kudapan, buku, sepakbola, musik, atau teman berbincang, mungkin adalah rasa sayang, kangen, marah, cemburu, atau kecupan kening yang menyempurnakan rasa.

Memang tak setiap saat kombinasi kopi dan kretek itu menghasilkan sebuah kenikmatan, ada waktu-waktu tertentu yang dirasa kombinasi mereka begitu tepat dan sempurna. Suasana memang memiliki pengaruh cukup berarti ketika kita menikmati kopi dan kretek. Misalnya pagi hari di sebuah villa dengan pemandangan pegunungan atau bentangan sawah dengan suasana sejuk, udara yang jernih, adalah suasana sempurna menikmati kopi dan kretek. Namun tentu hal tersebut hanya bisa kita rasakan pada waktu tertentu saja, terlebih bagi para penikmat yang tinggal di daerah perkotaan.

Pagi Hari
Memulai pagi dengan secangkir kopi dan kretek adalah waktu umum yang begitu nikmat untuk dirasakan. Bagi Anda yang pagi hari masih di rumah, tentu tak ada yang mengalahkan bagaimana duduk di teras rumah menikmati dua kombinasi sejoli itu. Sembari menyapa para tetangga yang lewat depan teras rumah untuk pergi beraktivitas, yang mungkin saja iri dengan kenikmatan pagi hari Anda.

Sementara bagi Anda yang pagi hari harus diburu oleh waktu berangkat bekerja, maka secangkir kopi dan segelas kretek seseaat setelah sampai di tempat bekerja akan memberikan semangat menjalani pekerjaan. Tak semua orang memang bisa merasakan secangkir kopi dan kretek di samping laptop, perkara tak boleh merokok di ruangan adalah masalahnya. Namun tak ada salahnya jika secangkir kopi dan sebatang kretek Anda nikmati di tempat yang memang diperbolehkan untuk merokok.

Menikmati Hujan
Musim hujan ‘tlah tiba, cobalah seduh kopi panas lalu bakar kretek Anda. Lalu dari balik jendela anda nikmati sejoli itu sembari memandang jatuhnya air hujan yang membasahi bumi. Sedikit bebaskan pikiran anda dalam imajinasi-imajinasi yang indah, boleh juga bawa pikiran Anda pada kisah lampau yang membuat Anda haru, atau ingat seseorang yang Anda sayangi sepenuh hati tapi tak bisa Anda miliki. Falling in love with someone you cant have.

Hal terakhir mungkin adalah yang paling sering Anda lakukan? Benar tidak? Tak masalah jika memang benar karena hujan memang begitu identik dengan galau. Cuaca yang dingin, suasan yang cenderung sepi, memang memudahkan diri untuk berfikir pada hal yang membuat hati gundah. Sialnya Anda mungkin juga menikmati hal itu, sehingga kopi dan kretek akan membuat imajinasi dan tanya dalam diri semakin menjadi. Pada akhir lamunan, hati kecil Anda akan berkata semoga dia di sana juga tengah memikirkan Anda.

Bersama Teman
Duduk melingkar di atas kursi atau lesehan tak masalah, tapi yang paling penting adalnya gelas-gelas kopi dan kretek ada di tengah-tengah. Berceritalah tentang apa saja, tentang pekerjaan, percintaan, tentang ikan paus di laut, atau romantisme masa lalu juga tak mengapa. Tertawalah karena apa saja, karena cerita kekonyolan kalian, karena rencana masa depan yang tak masuk akal, karena cara seekor babi gemuk yang sedang berlari juga tak mengapa.

Lepaskan saja semuanya, niscaya Anda akan merasa kopi dalam gelas begitu cepat terasa habisnya, juga kretek dalam bungkusnya yang hanya tinggal sedikit. Saat itu terjadi, Anda semua akan mulai merasa risau. Tak ada yang ingin beranjak dari lingkaran perbincangan untuk menyeduh kopi dan pergi membeli kretek. Jika ini terjadi, Anda bisa saja membagi tugas untuk memenuhi kembali kopi dan kretek itu. Atau bisa juga membuat sebuah permainan kecil, di mana yang kalah harus menyeduh lagi kopi dan membeli kretek. Hal terakhir ini akan sedikit banyak membuat Anda semua kembali teratawa, lebih tepatnya menertawakan siapa yang kalah.

Kapan Lagi?
Ya, ini sebuah pertanyaan bagi Anda. Mungkin yang tersebut di atas adalah hal umum, tapi pastinya setiap kita memiliki waktu-waktu tersendiri yang paling tepat untuk menikmati secangkir kopi dan kretek. Mungkin bisa Anda sebutkan, mungkin bisa juga Anda tuliskan, sekadar berbagi pada kita semua para penikmat kopi dan kretek.

Sepertinya saat marah juga waktu yang tepat menikmati kopi dan kretek untuk menenangkan diri. Sepertinya saat lelah juga waktu yang tepat untuk menikmati kopi dan kretek. Sepertinya saat rapat juga waktu yang tepat untuk menikmati kopi dan kretek.

mm

Alfa Gumilang

REDAKTUR

Mantan Sekjend Komunitas Kretek. Saat ini aktif di Komite Nasional Pelestarian Kretek dan juru kunci portal Kabar Buruh.