Asli atau Palsu

ASLI ATAU PALSU
ASLI ATAU PALSU

Pembuktiannya cukup mudah, tunjukkan saja raw material foto-foto Abraham Samad dan si Puteri sehingga bisa menjadi foto seperti itu. Selama foto-foto raw material-nya tidak ditunjukkan, saya berkeyakinan itu foto asli.

ASLI ATAU PALSU

[dropcap]T[/dropcap]ak lama setelah KPK menetapkan calon kapolri Budi Gunawan sebagai tersangka, beredar di media foto-foto mesra Samad dengan Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira. Muncul kembali wacana bahwa ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan KPK. Mereka yang merasa peduli dengan pembasmian hama korupsi di Indonesia mengatakan, foto itu hoax, hasil editan, foto palsu dan sebagainya.

Bacaan Lainnya

Samad dan KPK, dengan cepat membantah foto tersebut. Sang Puteri, pun sigap merespons dengan mengunggah foto-foto dirinya dengan tone serupa yang menampilkan dia dengan kekasihnya. Maksud si Puteri adalah ingin menunjukkan kalau foto dengan tone seperti itu bisa diambil dari akun-akun sosial media miliknya untuk direproduksi lagi oleh siapapun dan disandingkan dengan siapa dan apa saja.

Tapi benarkah itu foto palsu, dan kalau benar palsu, kenapa ribut? Bagaimana kalau foto itu ternyata asli?

Banyak orang kreatif yang lihai mengedit foto yang disebut sebagai Digital Imaging Artist (DI). Seorang DI Artist yang terbiasa mengamati pixel demi pixel foto untuk menjaga kebenaran logika fotografi. Tujuannya agar lebih mudah  mengenali foto hasil manipulasi dan mana foto asli.

Salahsatu yang terkenal adalah Agan Harahap. Namanya melambung setelah manipulasi foto superhero di foto-foto Perang Dunia II. Keahliannya memanipulasi foto terutama untuk membuat foto iklan komersial.

Dalam dunia periklanan, memanipulasi foto untuk mencapai kaidah estetika sangat diperlukan untuk menyampaikan pesan visual yang efektif. Tugas seorang DI Artist adalah menjaga kebenaran logika fotografi dengan hasil yang dikehendaki oleh pemesan foto atau kliennya.

Tapi pendapat orang-orang seperti Agan jarang muncul di media termasuk untuk kasus-kasus fotografi seperti foto mesra mirip Samad dan Puteri Indonesia itu. Dalam kasus foto mirip Samad dan Puteri Indonesia, Agan memberikan pernyataan di media, foto-foto itu adalah 80% foto asli. Hanya karena tidak punya bukti raw material dan hanya didasarkan pada pengamatan visual dan pengalamannya melakukan rekayasa foto, Agan masih menyisakan 20% kemungkinan bahwa foto itu memang palsu.

Berikut perbincangan saya dengan Cak Ncop, yang berprofesi hampir sama dengan Agan sebagai DI Artist.

 Bagaimana pendapat Anda tentang foto mesra mirip Abraham Samada denganPuteri Indonesia?

Itu foto asli bukan manipulasi. First impression itu gak bisa dibohongi. Dengan kapasitas saya yang setiap hari bergelut dengan manipulasi foto, saya harus menyatakan bahwa itu foto asli.

Apa yang menyebabkan Anda yakin itu foto asli?

Pembuktiannya cukup mudah, tunjukkan saja raw material foto-foto Abraham Samad dan si Puteri sehingga bisa menjadi foto seperti itu. Selama foto-foto raw materialnya tidak ditunjukkan, saya berkeyakinan itu foto asli. Saya yang terbiasa melakukan composing untuk foto-foto iklan selalu memikirkan skenario terburuk dari semua angle dan semua ekspresi subyek untuk mendapatkan bahan-bahan manipulasi foto agar sesuai keinginan klien.

(CakNcop menunjukkan bagaimana dia harus mengubah posisi wajah talent dalam iklan produk rokok yang sedang dikerjakan).

Anda lihat ini foto asli yang disetujui oleh klien, posisi wajah menghadap ke bawah. Aku harus memindahkan posisi wajah menghadap ke talent didepannya agar terkesan ada komunikasi diantara mereka. (Lalu dia menunjukkan foto yang sudah diubah dengan posisi menghadap talent didepannya). Selain mengubah posisi wajah masih banyak yang harus diubah lagi dari foto ini. Aku harus mengubah foto talent ibu dan perempuan ini menjadi berhadapan dan bisa sefleksibel mungkin digunakan untuk kepentingan layout berbagai ukuran baliho. Jadi meskipun perubahan yang dikehendaki art director kelihatannya sedikit-sedikit proses pengerjaannya rumit.

Saya mengerjakan ini dengan sangat cepat karena semua bahan untuk memanipulasi sudah tersedia.

 Ada media yang sudah memberitakan foto-foto yang diduga dipakai untuk bahan memanipulasi foto Abraham Samad?

Okey, itu baru dari sisi Abraham Samad. Fotonya si Puteri kenapa nggak dicamtumkan sekalian?

Menurutku untuk membuat foto-foto serealistis itu dengan bahan seperti yang diberitakan media itu, butuh orang-orang dengan kemampuan manipulasi foto diatas kemampuanku. Itupun untuk mengejar kecepatan dibutuhkan lebih dari satu orang.

 Ada juga media yang menampilkan foto asli si Puteri dengan lelaki yang berkacamata?

Nggak, itu foto yang dibikin sesudah foto Abraham Samad beredar. Akutahu, itu yang bikin siapa. Nanti aku capture dari Path-ku kapan foto itu diunggah.

 Jadi kalau Agan Harahap memberikan nilai 80% keaslian foto ini, Anda kasih nilai berapa keaslian foto ini?

Menakar visual buat saya tidak melulu prosentase, kecuali kita menghadapi masyarakat yang sangat mengagungkan nominal, bukan nilai. Agan bilang 80%, saya yakin juga tidak mutlak. Buat saya, belum tersebarnya bahan foto si Puteri menisbikan ukuran foto-foto tersebut asli atau palsu. Kalau Agan memberikan nilai 80% saya berani lebih tinggi.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun

Pos terkait

Tinggalkan Balasan