PERTANIAN

Beberapa Hal yang Dilakukan Petani Tembakau Pascapanen

Bagi petani tembakau, menanam tembakau atau orang sering menyebutnya emas hijau adalah cara untuk mengukur kekuatan laku sabar. Ketika musim tanam banyak hujan, ya sabar. Ketika harga panen dimainkan tengkulak, ya sabar. Ketika mau tanam tak ada modal, ya sabar.

Tahun ini, banyak media massa yang memberitakan panen tembakau bagus karena tidak begitu banyak hujan. Di Menyono Purbolinggo misalnya, satu tampang tembakau yang memiliki berat 5 ons, dihargai RP 5o sampai Rp 100 ribu. Tentu saja hal ini adalah keberkahan yang luar biasa bagi petani tembakau. Modal besar dan keringat yang terus diperas, akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.

Dari tanam hingga panen tembakau, petani mengeluarkan modal yang cukup besar. Dalam satu hektar, rata-rata petani mengeluarkan modal sekitar 30 juta dan menghasilkan sekitar Rp 80-100 juta. Ya, untungnya sekitar 50 juta perhektar. Tergantung cuaca dan kondisi politik yang mendukung.

Maka tak heran, setiap panen tiba, di desa-desa sentra tembakau, banyak orang mudah mengembangkan senyum ketimbang murung. Kira-kira inilah beberapa hal yang dilakukan petani tembakau pasca panen:

Menghitung Keuntungan

Hal pertama yang dilakukan petani pasca panen adalah menghitung pendapatan. Berapa hasil penjualan tembakau dikurangi modal produksinya. Tak terkecuali saving untunk modal berikutnya. Dan melakukan analisa, apakah perlu memperlebar lahan tanam di tahun berikutnya, mengurangi atau seperti tahun sebelumnya.

Syukuran Berjamaah

Syukur adalah senjata utama yang ditanamkan nenek moyang kita. Tingkat kepasrahan yang tinggi selepas berusaha maksimal, adalah laku akhir yang senantiasa dipraktekkan masyarakat kita.

Gagal atau sukses panen tembakau, harus selalu disyukuri. Setidaknya bersyukur masih bisa panen ketimbang tidak sama sekali. Di Purbosari, Ngadirejo, Temanggung misalnya, ketika masa panen usai, masyarakat istiqomah menggelar tradisi kirab budaya. Hebatnya, tradisi yang dijaga terus menerus itu, menjadi daya tarik wisata tersendiri, akhirnya kegiatan perekonomian juga jalan.

Ekspresi sykur masyarakat setiap daerah penghasil tembakau memang bermacam-macam. Ada yang kemudian patungan pascapanen untuk nanggap ketoprak, wayang atau menggelar pengajian.

Belanja Infrastruktur Rumah Tangga

Setelah menyukuri nikmat panen, para petani biasanya berbondong-bondong memenuhi pasar untuk berbelanja, mulai dari pakaian, makanan sampai kendaraan, bahkan material untuk merenovasi rumah.

Setelah lama tirakatan menanam tembakau, panen adalah lebaran para petani untuk memanjakan diri.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
Ridwan Zain
Putera Pati yang bercita-cita jadi petani

    You may also like

    Comments are closed.

    More in:PERTANIAN