PERTANIAN

Mengetahui Ragam Jenis Cengkeh dalam Produk Kretek

Bahwa cengkeh (syzygium aromaticum) adalah pembeda merupakan sebuah fakta. Sejarah mencatat cengkeh menjadi pembeda yang menyebabkan perang berkecamuk di jazirah Maluku. Cengkeh juga menjadi pembeda yang membikin Belanda dan Inggris melakukan tukar guling wilayah jajahan mereka antara Pulau Run di Jazirah Maluku dan Manhattan di Amerika Utara.

Saat ini pun, cengkeh tetap dalam posisi itu, Ia menjadi pembeda yang begitu tegas dan jelas antara rokok putih dengan rokok kretek. Ia disebut rokok kretek karena mengandung cengkeh dalam tiap batangnya. Sedang rokok putih, adalah rokok dengan tembakau tanpa campuran cengkeh di dalamnya.

Sebagai situsweb yang dikelola secara resmi oleh Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), situsweb bolehmerokok.com ini sudah semestinya menyebarluaskan informasi-informasi terkait cengkeh selain informasi tentang tembakau dan rokok kretek itu sendiri. Kami sudah cukup sering menulis tentang cengkeh, dan masih akan terus menyisipkan tulisan-tulisan perihal cengkeh ke depannya selama situsweb ini masih mengudara dan dapat diakses khalayak warganet.

Sekarang mari Anda saya ajak mengenal jenis-jenis cengkeh yang umum di negeri ini dan biasa digunakan dalam produk-produk rokok kretek.

Sudah menjadi ketetapan bersama bahwa cengkeh adalah tanaman yang mulanya endemik di Jazirah Maluku. Ini tidak terbantahkan. Dari pulau-pulau di Maluku itu, cengkeh kemudian menyebar ke seluruh nusantara hingga ke luar Indonesia.

Mulanya, cengkeh tumbuh di empat pulau di Jazirah Maluku. Pulau Ternate, Tidore, Moti, dan Makian. Karena permintaan pasar yang cukup tinggi pada abad 16 hingga abad 19, cengkeh kemudian menyebar ke pulau-pulau lain di Jazirah Maluku. Maka dapat dipastikan bahwa jenis-jenis cengkeh yang ada kini semuanya berasal dari Kepulauan Maluku.

Saat ini dikenal ada empat jenis cengkeh yang umum ditanam dan bunganya diperjualbelikan di dunia. Keempat jenis cengkeh tersebut adalah cengkeh si Kotok, si Ambon, si Putih, dan Zanzibar.

Cengeh si Kotok menjadi cengkeh dalam galur paling murni karena Ia berasal dari empat pulau utama yang pertama-tama diketahui cengkeh itu berasal. Cengkeh si Ambon adalah varietas cengkeh yang berasal dari Kepulauan Maluku terutama dari Pulau Ambon dan Lease. Si Putih juga dianggap berasal dari Jazirah Maluku, namun hingga saat ini belum diketahui pasti dari pulau mana pertama kali cengkeh si putih tumbuh. Yang terakhir cengkeh zanzibar. Cengkeh ini bibitnya diambil dari salah satu pulau di Maluku, kemudian dibawa ke Pulau Zanzibar di Afrika. Di sana cengkeh ini berkembang dan kini menjadi jenis cengkeh yang paling banyak ditanam.

Cengeh si Kotok memiliki helai daun kecil, berwarna hijau hingga hijau tua kehitam-hitaman dan hijau mengkilap. Pohon cengkeh jenis ini memiliki daun yang rimbun dan cabang yang rendah, semua ranting tertutupi daun yang rimbun.

Cengkeh jenis si Kotok memiliki bunga berwarna kuning kemerahan saat sudah masak. Tiap rumpun cengkeh si kotok terdiri dari 20 hingga 50 bunga.

Untuk cengkeh jenis si Ambon, daunnya berbentuk lonjong. Daun yang sudah tua berwarna hijau tua, sedangkan daunnya yang masih muda berwarna merah kekuningan. Cabang pohon cengkeh di Ambon tidak teratur. Bunganya yang sudah siap panen berwarna kuning kemerahan dengan jumlah bunga antara 17 dan 27 helai per rumpun.

Selanjutnya adalah cengkeh si Putih. Helai daunnya berukuran besar. Paling besar dibanding jenis cengkeh lainnya. Daunnya pada umumnya berwarna kuning atau hijau muda. Cengkeh jenis ini memiliki percabangan yang kurus dibanding cengkeh jenis lainnya. Ia kurang rimbun namun lebih tinggi menjulang. Bunga-bunganya berukuran besar dan berwarna kuning. Pada tiap rumpunnya ditumbuhi bunga dalam jumlah belasan.

Yang terakhir adalah cengkeh jenis Zanzibar. Daunnya kurus ramping memanjang. Daun yang sudah tua berwarna hijau tua. Percabangannya tidak terlalu rimbun namun tidak sekurus cengkeh jenis si putih. Bunganya berwarna merah pekat dengan produksi tiap rumpunnya paling tinggi di antara jenis cengkeh lainnya.

Sejauh ini sepengetahuan penulis, pabrikan rokok yang memproduksi rokok kretek tidak membeda-bedakan jenis cengkeh yang mereka gunakan dalam produk rokok kretek yang mereka produksi. Pemilihan cengkeh lebih kepada kualitas bunga panenan, bentuk utuh bunga cengkeh, dan kadar air yang terkandung dalam cengkeh yang diproduksi.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
mm
Pecinta kretek, saat ini aktif di Sokola Rimba, Ketua Jaringan Relawan Indonesia untuk Keadilan (JARIK)

You may also like

Comments are closed.

More in:PERTANIAN