REVIEW

Johan Cruyff dan Kisah Para Perokok di Lapangan Hijau

Salah satu tokoh terkemuka seperti Albert Einstein membuktikan dirinya tetap menghasilkan penemuan hebat meski mempunyai kebiasaan merokok. Founding father negeri ini juga mempertunjukkan bahwa kegemerannya dalam merokok membantunya turut andil dalam membebaskan bangsa dari penjajahan, bahkan menghadirkan pemikiran yang luar biasa soal kesatuan negara.

Di sisi lain, rokok dan olahraga memang kerap tak sepaham. Regulasi kerap membatasi para perokok untuk tidak bersentuhan langsung dengan dunia tersebut. Akan tetapi rokok dan olahraga tak serta-merta begitu saja dapat dipisahkan. Beberapa olahragawan juga mempunyai kebiasaan menghisap rokok dalam kehidupannya.

Di dunia sepak bola, kita mengenal sosok legendaris penemu gaya permainan Total Football yaitu Johan Cruyff. Bak Albert Enstein, dari tiap batang rokok yang ia hisap mampu menghadirkan revolusi baru dalam dunia si kulit bundar. Tentu bisa diamini bahwa gaya Total Football menjadi cikal bakal banyak ragam permainan baru di dunia si kulit bundar.

Induk organisasi sepak bola dunia, FIFA menghadirkan regulasi yang tak memperbolehkan kegiatan merokok di stadion. Tentu sebagai perokok yang baik aturan tersebut patut dipatuhi demi menghadirkan kenyamanan bersama. Batasan tersebut tak membuat beberapa perokok, bahkan yang juga terlibat dalam aktivitas sepak bola merasa terpenjara.

Chelsea misalnya, demi mengakomodir kebiasaan manajer mereka, Maurizio Sarri yang gemar merokok, klub asal London tersebut memberikan ruangan khusus untuk bisa menikmati produk tembakau. Regulasi tak boleh merokok di pinggir lapangan juga dipatuhi olehnya. Juru taktik asal Italia itu mengakalinya dengan membawa kapas filter rokok di hampir setiap pertandingan.

Kebiasaan Maurizio Sarri tersebut jadi pemandangan yang menarik di Premier League. Walau demikian pria yang musim lalu masih menangani klub asal Serie A, Napoli itu bukan satu-satunya pelatih yang gemar merokok di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Eks Manajer Arsenal, Arsene Wenger adalah salah satunya.

Bisa dikatakan, rokok bukan barang yang asing bagi bekas Pelatih klub asal Jepang, Nagoya Grampus tersebut. Arsene Wenger mengakui bahwa rokok turut membantu penghidupannya kala masih muda. Saat itu ia mengaku pernah menghidupi diri dengan menjual rokok.

Kebiasaan Arsene Wenger yang gemar menghisap rokok pertama kali diketahui publik saat salah satu televisi Prancis pada era 1990-an silam. Kala itu ia yang masih menangani klub asal Ligue 1, AS Monaco tersebut tersorot kamera sedang nikmat menghisap sebatang rokok di pinggir lapangan.

Salah satu stereotip lelaki Italia adalah merokok, baik dengan cerutu yang besar atau kecil. Begitu juga yang dilakukan oleh Bekas Manajer Chelsea, Carlo Ancelotti. Pria berusia 59 tahun tersebut kerap nampak asyik menghisap rokok saat di bangku cadangan saat masih menangani Real Madrid.

Kebiasaan tersebut nampaknya juga tercermin dari pelatih asal Italia lainnya, Marcelo Lippi. Kabarnya hingga saat ini pria yang pernah membawa Timnas Italia juara Piala Dunia 2014 lalu tersebut masih getol untuk menghisap rokok di umurnya yang sudah menginjak 70 tahun.

Dari London, bergeser ke arah utara tepatnya di kawasan Merseyside ada sosok nyentrik bernama Juergen Klopp. Pria asal Jerman yang kini menangani Liverpool itu punya kebiasaan selain memeluk pemain usai pertandingan, selebrasi yang emosional, serta senyuman yang khas, yaitu merokok.

Media asal Inggris, Daily Mail pernah mengeluarkan foto bekas Pelatih klub papan tengah Bundesliga, Mainz 05 tersebut sedang merokok. Dengan menggunakan jaket berwarna merah dipadu Juergen Klopp nampak asyik menghisap rokok sembari menuju pintu keluar tempat latihan Mohamed Salah dkk, Melwood.

Menjadi seorang perokok tentu tak bisa didientikkan dengan hal-hal yang buruk saja. Bergabai sosok top di atas juga membuktikan diri bisa berprestasi di lapangan. Arsene Wenger, di tengah kegemerannya menghisap rokok, ia membuktikan diri dengan membawa Arsenal meraih beberapa trofi. Termasuk gelar The Invincibles (juara Premier League dengan satu musim tak menelan kekalahan) yang hingga saat ini belum bisa disamai oleh kesebalasan mana pun di Inggris.

Carlo Ancelotti juga menasbihkan dirinya sebagai taktisi top dunia. Selama kariernya, ia sudah mencicipi tiga kali juara kompetisi bergengsi di Eropa yaitu Liga Champions. Sementara itu, Juergen Klopp dengan rokoknya saat ini mungkin akan mengantarkannya menjadi pria yang akan membawa Liverpool menjuarai Liga Inggris untuk pertama kalinya sejak 1991 silam.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
mm
Seorang lelaki yang tak pernah merasa kesepian

    You may also like

    Comments are closed.

    More in:REVIEW