PERTANIAN

Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung

Sebagai daerah penghasil tembakau termasyhur di Indonesia, Temanggung memiki kualitas tembakau lokal yang sangat baik. Keragaman jenis tembakau yang ditanam di tanah ini juga menghasilkan harga rendah untuk tembakau kelas bawah sampai paling mahal untuk tembakau yang berkualitas baik.

Dataran tinggi Selopampang, yang terletak 1000 mdpl di kaki Gunung Sumbing, tembakau terbagi menjadi tiga, yakni Kemloko 1, Kemloko 2 dan Kemloko 3. Kemloko 1 merupakan tembakau yang paling bagus, namun memiliki kekurangan rawan terhadap penyakit seperti jamuran. Kemloko 2 merupakan jenis tembakau yang bagus dan berada di garis aman karena daya tahannya yang lebih kuat. Sedangkan Kemloko 3 merupakan tembakau yang paling bagus karena perpaduan dari Kemloko 1 dengan virginia dan kualitasnya jauh di atas Kemloko 1 dan 2.

Tetapi, sebagian besar petani di daerah Temanggung lebih memilih Kemloko 2 yang tahan terhadap penyakit, juga dapat memiliki kualitas yang tak kalah bagus jika masa perawatannya tidak menggunakan pupuk kimia.

Baca: Sukses Bertani Tembakau Bersama Kemitraan Djarum di Temanggung

Tak berhenti sampai situ, dari Kemloko 1, 2 dan 3, terdapat perbedaan kelas. Seperti kelas A biasanya tembakau berwarna hijau, kelas B dihuni oleh tembakau yang berwarna hijau kuning, kelas C memiliki tembakau kuning keemasan. Semakin tinggi kelasnya maka kualitas dan aroma tembakau akan memakai bagus, layaknya kelas D yang memiki warna dominan merah didampingi dengan kuning, tembakau kelas E akan dominan pada warna hitam dan didampingi warna merah dan kelas F dengan warna hitam.

Untuk kelas terbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap. Perbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma dari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi kelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa menggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.

Soal perawatan, kebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang dianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk mengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur, tembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika dimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.

Perniagaan tembakau yang tidak menguntungkan bagi sebagian petani

Minggu lalu saya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di sana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela mengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam perniagaan.

Banyak petani yang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk memasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani, ketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas kwitansi bertuliskan harga tembakaunya.

“Biasanya uangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,” ujarnya.

Memang masih banyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan, penanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah tidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat penentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan ini.

Tetapi apapun itu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap pemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara cukup terbantu.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
Ibil S Widodo
Manusia bodoh yang tak kunjung pandai

You may also like

Comments are closed.

More in:PERTANIAN