OPINI

Protes Petani Tembakau Temanggung ke Kemkominfo

Bersama petani tembakau lainnya dan Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), petani tembakau Temanggung memprotes ke Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) di Jakarta, atas isu akan ada pemblokiran iklan rokok di internet yang dianggap akan berdampak ke petani tembakau di seluruh Indonesia.


Protes di atas terjadi pada hari selasa tanggal 2 Juli 2019, di kantor Kemkominfo dan ditemui bagian Dirjen Aplikasi dan Informatika Samuel Abrijani Pangerapan. Sekiranya protes petani tembakau yang di dampingi KNPK, telah di rilis dan diunggah kurang lebih 11 situs, yaitu:


https://sains.kompas.com/read/2019/07/02/200500423/kemkominfo-tanggapi-protes-larangan-iklan-rokok-knpk
https://m.merdeka.com/teknologi/knpk-temui-kemkominfo-bahas-pemblokiran-iklan-rokok-di-internet.html
https://www.viva.co.id/digital/digilife/1162034-blokir-iklan-rokok-di-internet-tindakan-tak-bijaksana
https://www.wowkeren.com/berita/tampil/00262777.html
https://www.antaranews.com/berita/937884/knpk-dukung-kominfo-blokir-iklan-rokok-yang-tak-sesuai-peraturan
https://jakarta.tribunnews.com/amp/2019/07/02/larangan-iklan-rokok-di-internet-rugikan-petani-tembakau-knpk-minta-penjelasan-kemenkominfo
https://jakarta.tribunnews.com/2019/07/02/iklan-rokok-dilarang-di-internet-petani-tembakau-terancam-merugi
https://www.gatra.com/detail/news/425844/technology/blokir-iklan-rokok-di-internet-kominfo-dinilai-gegabah
https://www.alinea.id/nasional/pemblokiran-iklan-rokok-dinilai-rugikan-petani-tembakau-dan-media-b1Xjh9lmL
https://www.gatra.com/detail/news/425901/technology/kominfo-pemblokiran-iklan-rokok-mengacu-pp
https://www.google.com/amp/amp.kontan.co.id/news/kominfo-tegaskan-hanya-blokir-iklan-rokok-yang-tak-sesuai-aturan


Pada intinya protes petani tembakau terhadap Kemkominfo, atas akan diberlakukannya pemblokiran iklan rokok di internet yang nantinya disinyalir akan sangat berdampak negatif bagi petani tembakau di Indonesia umumnya, khususnya bagi petani tembakau Temanggung kata Sumedi seorang petani asal Kecamatan Paraan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.


Sumedi salah satu petani tembakau yang melek akan tehnologi informasi. Melalui hand phone (HP) nya, ia mendapatkan informasi bahwa iklan rokok di internet akan diblokir oleh Kominfo atas surat permintaan Kementrian Kesehatan, dan kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan crawling ditemukan ada 114 kanal facebook, instragram dan YouTube yang memuat iklan rokok. Apa yang telah dilakukan Kominfo, menurutnya, tidak adil, karena hanya berdasar dari permintaan Kemenkes. Sedangkan dasar Kemenkes tidak merujuk aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Seperti, tidak ada kata pemblokiran, hanya saja ada aturan.


Melihat isu pemblokiran yang terus bergulir, Medi panggilan akrabnya, merasa khawatir akan berdampak terhadap pembelian tembakau ke petani. Apalagi bulan Juli dan Agustus mendekati masa panen tembakau. Karena, dipastikan jika penjualan rokok kretek menurun, pabrikan rokok kretek akan turun qutota pembelian tembakaunya. Dan hukum alam siklus pertembakauan di Indonesia. Hanya keberadaan pabrikan rokok kreteklah yang selama ini berani membeli tembakau petani dengan harga tinggi, lainnya tidak ada sama sekali.


Hal ini, ada kaitannya dengan pemblokiran iklan rokok, menurut Sumedi. Kalau iklan rokok di internet diblokir yang sangat merasakan kerugiannya adalah petani tembakau. Alasannya: pertama; karena petani modalnya kecil beda pabrikan yang punya modal besar bisa beralih ke perdagangan lain, seperti kopi dan lain sebagainya. Kedua; lahan dan tanah rata-rata yang dimiliki petani tembakau di Temanggung tidaklah seproduktif seperti lahan pertanian atau perkebunan di daerah lain. Hanya dengan tanaman tembakaulah petani di Temanggung rata-rata mendapatkan nilai ekonomi tinggi dibanding dengan menanam tanaman lain.
Sebenarnya, petani tembakau di Temanggung juga menanam tanaman lain di bulan-bulan sela setelah memanen tembakau, ada cabe, jahe, kacang, padi dan lain sebagainya. Namun, hasilnya hanya untuk kebutuhan kecil, sedangkan kebutuhan besar, seperti menyekolahkan anak, bangun rumah, punya khajat nikahan atau sejenisnya, petani di Temanggung mengandalkan tanaman tembakau, dan mungkin keadaan ini, sama dengan didaerah pertanian tembakau lainnya. Rata-rata tanah yang ditanami tanaman tembakau di bumi pertiwi ini hanya bisa menghasilkan nilai ekonomi lebih dengan tanaman tembakau. Inilah bagi petani tembakau menamai sebagai tanah kearifan lokal. Artinya, para petani merasa bersyukur tanahnya masih bisa ditanami dan menghasilkan, walaupun hanya tembakau. Kondisi tanah kurang air atau tidak bisa di aliri air, bahkan tandus. Ditanami tanaman apapun pastinya hasilnya jelek dan nilainya rendah, tidak seperti tanaman tembakau, pengakuan Medi.


Para petani tembakau di Temanggung sadar akan keadaan tanah yang dimilikinya, makanya mereka tidak mengeluh ataupun iri dengan daerah lain, yang tanahnya cocok untuk semua jenis tanaman dan menghasilkan. Mereka tetap mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan, termasuk keberadaan tembakau. Rasa syukurnya, selain melakukan do’a dan ritual, juga akan selalu menanam, merawat dan menjaga tradisi tanaman tembakau. Walaupun keberadaan tanaman tembakau sampai detik ini di Indonesia, selalu dimusuhi oleh orang-orang anti tembakau dan anti rokok, dengan dalih kesehatan yang dipromotori oleh rezim Kementerian Kesehatan.
Apakah mereka tidak mendengar, bahwa tanaman tembakau warisan nenek moyang untuk pengobatan. Andai saja tanaman tembakau tidak bermanfaat bagi manusia, tentunya nenek moyang kita tidak akan mewariskan pada kita, dan tidak akan dibudidayakan. Apakah mereka tidak melihat, kalau jenis tanah untuk tembakau beda dengan jenis tanah lainnya. Sifat tanahnya yang sulit untuk tanaman selain tembakau.
Apakah mereka tidak membaca, nilai ekonomi tembakau lebih besar dari tanaman lainnya, di daerah pertanian tembakau. dan hasil dari tembakau menyumbang pemasukan keuangan Negara, bahkan menyumbang defisit dengan membayar tunggakan jaminan kesehatan masyarakat Indonesia. Keadaan ini, petani tembakau sangat iklas demi kepentingan dan kemajuan bangsa. Akan tetapi, hasil dari tembakau berupa pungutan pajak, jika dipergunakan untuk memerangi pertembakauan, sungguh naïf dan tidak berprikemanusiaan. Jika demikian adanya, melemahkan pengamalan Pancasila sila ke dua berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Yang kemudian, akan melemahkan ideologi dasar Negara, yang merupakan rumusan dan pedoman berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.


Harapan Pak Sumedi, agar pemerintah memperhatikan keberadaan petani tembakau, jangan hanya mau duitnya, tapi keberlanjutan pertembakaun di Indonesia dari hulu hingga hilir diutamakan. Bagi masyarakat luas baik yang pro maupun yang kontra agar melek akan kondisi para petani tembakau yang nyatanya demikian. Kita ini hidup bersama, berdampingan, di bumi

Nusantara, harusnya saling menghormati satu sama lain, yang pro rokok wajib menghormati yang tidak merokok di tempat-tempat yang telah ditentukan, sebaliknya yang tidak merokok harusnya menghormati yang merokok. Umpama, perokok hanya dikasih ruang atau dipersilahkan ke ruangan merokok yang layak, pastilah perokok sangat senang. Tidak malah terjadi hujat, menghujat, sehingga terjadi permusuhan. Dan anehnya lagi, hujatan dari anti rokok sangat dipengaruhi kepentingan asing dan kepentingan politik dagang luar negeri. Jadi sebaiknya, bagi orang Indonesia, marilah kita bersama membangun Bangsa dan Negara, tidak ada pro rokok tidak ada kontra rokok, saling menghormati satu sama lain. Karena sesungguhnya sudah selesai perseteruan antara 01 dan 02, salam damai semua.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
mm
Seorang santri dari Kudus. Saat ini aktif di Komite Nasional Penyelamatan Kretek (KNPK).

Comments are closed.

More in:OPINI