OPINI

Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum

Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di tanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak bola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua miliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang bukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub tersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.

Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian, klub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta teratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto di Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka yaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di Serie A.

Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian hari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim 2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya, bicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada bintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe Sinigaglia tersebut.

Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco Tardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim 1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia, Juventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco Tardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan Timnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu gol di laga final.

Baca juga:  Rokok Bukan Candu

Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit muda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama PSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub tempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola di Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan pemain sepak bola di Indonesia.

Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung pada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal nama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma’ruf, Bima Sakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum bisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama legendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.

Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como 1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi nilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki oleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib Bandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam mengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio Como 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran untuk biaya pendaftaran ditolak bank.

Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara soal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih banyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis yang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis seperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok di sana kelak.

Baca juga:  Jualan Isu Anak dalam Kampanye Antirokok

Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar untuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan klub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka bisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang digembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika nantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok Djarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
mm
Seorang lelaki yang tak pernah merasa kesepian

    Comments are closed.

    More in:OPINI