tembakau srintil temanggung
PERTANIAN

Melihat Pertanian Tembakau Srintil di Desa Legoksari Temanggung

Temanggung terkenal dengan tembakaunya yang berkualitas, salah satunya tembakau srintil. Tembakau srintil dari Temanggung  juga terkenal terbaik di Indonesia. Hasil olahan tembakau srintil berupa kretek dan industrinya di Temanggung dikenal berkualitas karena Kandungan nikotinnya yang tinggi.

Kampung Lamok adalah salah satu penghasil tembakau srintil di Temanggung. Kampung Lamok berada di lereng timur gunung Sumbing. Ketika berkunjung ke Dusun Lamok dan Desa Legoksari akan menjumpai pemandangan yang berbeda yaitu keberadaan budidaya tanaman tembakau Srintil. 

Mata pencaharian penduduk Desa Legoksari sebagian besar sebagai petani tembakau. Hampir semua penduduk kampung ini bekerja sebagai petani  sehingga tak heran ketika berkunjung ke daerah ini akan menjumpai para petani sibuk dan beraktivitas di ladang tembakau saat masa tanam dan panen tiba. Lahan pertanian tembakau di Desa Legoksari mencapai 400 hektar dan dari 400 hektar lahan pertanian ini ditanami tanaman tembakau Srintil.

Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia

Lahan Pertanian Tembakau Srintil di Dusun Lamok

Lahan pertanian di kawasan dusun Lamok, Desa Legoksari seluas  400 hektar tiap tahunnya mampu menghasilkan tembakau grade A harga terendah yang harganya Rp 60.000 per kilogram dan grade 6 harga tertinggi tembakau srintil. Srintil merupakan tembakau berkualitas tinggi yang bagi kalangan perokok tembakau jenis ini sebagai tembakau induk.

Harga 1 keranjang  tembakau Srintil memang fantastis cukup untuk membeli sepeda motor baru.Tak heran kehidupan masyarakat Lamok sejahtera, tetapi jenis tembakau yang di produksi Dusun Lamok unik dan berbeda dengan jenis tembakau lainnya. 

Setiap ciri khas Tembakau Srintil yang diproduksi oleh masyarakat Desa Legoksari memang unik  awalnya dari jamur yang tumbuh saat daun tembakau belum dirajang dan jamur inilah membuat tembakau menjadi berkualitas. Kualitas srintil baru akan muncul setelah daun tembakau dimatangkan selama 3 hari. Tembakau Srintil berwarna coklat gelap, lembab, berbau harum, kadar nikotinnya tinggi, daunnya melengkung hampir keriting dan susah dirajang.

Tembakau Srintil tumbuh subur berkualitas bagus pada tanah lincat yang testurnya menyerupai tanah liat. Tanah jenis ini hanya bisa ditemukan di Desa Legoksari. Tak heran tembakau Srintil terbaik  sering muncul di Desa Legoksari. Pola pertanian Komoditi tembakau Srintil yang dikembangkan oleh petani di desa Legoksari memiliki metode yang unik dan khas hanya ada di Desa Legoksari. Metode dalam budidaya tanaman tembakau yang demikian unik dan khas sampai detik ini pun belum ada peneliti yang bisa menemukan cara membudidayakan tembakau srintil produksi petani Legoksari.

Pada saat panen tembakau tiba, para petani di Desa Legoksari beramai- ramai memetik daun tembakau sampai habis kecuali 7 lembar di pucuk tanaman. Daun paling atas pada tanaman tembakau biasanya dipetik paling akhir inilah diperkirakan bakal tembakau Srintil.

Baca: Srintil

Tembakau Srintil yang Unik

Sewaktu daun tembakau masih di pohon tidak ada yang bisa mengetahui lembaran daun itu akan menjadi srintil. Petani baru mengetahui telah memanen srintil setelah daun tembakau tersebut  mengeluarkan Tembakau srintil tumbuh secara alami sampai sekarang peneliti belum bisa menemukan cara membudidayakannya.

Pada masa panen tembakau srintil yang paling akhir berada paling pucuk 7 lembar kecuali bunganya kemudian batang tanaman tembakau yang masih ada bunganya dibiarkan kering nantinya akan dijadikan benih pada masa tanam tahun depan.

Batang pohon tembakau oleh sebagian petani dicabut  kemudian tumpuk dipinggir sawah lahan bekas ladang tembakau diganti tanaman sayuran ataupun palawija. Hasil panen tembakau dibawa pulang kemudian tembakau yang telah muncul srintil setelah diperam selama 3 hari akan kelihatan jamur kekuningan disimpan kembali oleh petani selama 7 hari hingga 8 malam sebelum dirajang.

Baca: Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau

Aktivitas menjemur rajangan tembakau di Dusun Legoksari  menjadi daya tarik tersendiri salah satunya proses penjemuran rajangan tembakau srintil dilakukan di atap rumah yang berupa beton tanpa genteng. Hampir seluruh pemukiman penduduk Desa Legoksari tanpa atap genteng yang berfungsi sebagai tempat penjemuran rajangan tembakau. Sebagian petani menjemur rajangan tembakau di pinggir jalan atau tanah lapang.

Aktivitas menjemur rajangan tembakau srintil menjadi pemandangan menarik saat berkunjung ke Desa Legoksari, Temanggung. Proses penjemuran rajangan tembakau srintil yang dilakukan petani tembakau di Desa Legoksari tergantung pada cuaca. Cuaca yang mendukung maka membuat kualitas tembakau srintil makin tinggi. Hal ini berdampak pada harganya makin tinggi maka makin istimewa. Dengan demikian membuat petani tembakau di Desa Legoksari bersemangat bertani.