PERTANIAN

Dua Musim Panen Cengkeh

Sekira tiga tahun lalu, saya berkesempatan berkunjung ke tiga kabupaten di Provinsi Aceh. Seorang diri saya dari Yogya ke Aceh. Tujuan utamanya, melihat langsung dari dekat sekali bagaimana para petani cengkeh di Aceh memanen bunga-bunga cengkeh dari kebun-kebun mereka.

Saya sedang ikut program penelitian dengan tema penelitian utama adalah para petani cengkeh. Bagaimana mereka hidup sehari-hari, dan seperti apa metode pertanian cengkeh yang mereka kerjakan sepanjang tahun. Untuk melihat itu semua, kami kira saat yang paling tepat adalah ketika musim panen sedang berlangsung.

Sebelum berangkat ke Aceh, saya dan rekan-rekan penelitian lainnya yang kebagian tempat riset di beberapa provinsi di Indonesia, mendapat pembekalan langsung dari para peneliti senior. Pembekalan itu dilangsungkan sepanjang sekira satu bulan, lokasinya di Desa Munduk, Buleleng, Bali, salah satu desa dengan komoditas utama yang dihasilkan adalah cengkeh.

Sedang musim panen ketika kami belajar di Desa Munduk. Pembekalan langsung di lapangan, dalam kondisi petani sedang memanen bunga-bunga cengkeh dari tangkai-tangkai pohon mereka, membikin pembekalan menjadi lebih mengena, setidaknya begitulah yang saya rasakan. Para petani di Desa Munduk, dilibatkan langsung oleh tim untuk memberikan pembekalan kepada kami para peneliti yang nantinya akan diterjunkan ke wilayah-wilayah penghasil cengkeh lainnya.

Usai sebulan mendapat pembekalan, dan rehat sepekan di Yogya, saya melanjutkan perjalanan ke Aceh. Tujuan saya ke Kabupaten Simeulue, Kabupaten Aceh Barat Daya, dan Kabupaten Aceh Besar.

Dalam satu tahun, pohon-pohon cengkeh berbunga satu kali. Maka, dalam satu tahun, cengkeh akan dipanen sekali saja. Sebelum berangkat ke Aceh, saya tidak punya satu pun kontak lokal petani. Kontak lokal saya, sekadar rekan-rekan yang pernah saya kenal saat saya berkunjung ke Aceh pada 2010 untuk mendaki gunung Leuser. Saya berasumsi, musim panen cengkeh di seluruh Indonesia sama, pada pertengahan tahun, antara bulan Juli hingga Agustus.

Setibanya di Simeulue, asumsi yang saya bangun salah total. Pohon-pohon cengkeh di Pulau Simeulue, belum berbunga. Tak ada bunga-bunga cengkeh di pohon-pohon yang terhampar di seantero Pulau Simeulue. Pun begitu ketika saya berkunjung ke Aceh Barat Daya dan Aceh Besar, tak ada bunga cengkeh di pohon.

Berdasarkan informasi yang saya dapat dari para petani cengkeh di Aceh, musim panen cengkeh di Aceh berlangsung pada bulan Januari hingga Maret setiap tahunnya. Ini agak berbeda dari kebanyakan lokasi penghasil cengkeh yang musim panennya berlangsung di tengah tahun.

Saya pikir, ini hanya terjadi di Aceh saja. Setahun kemudian, ketika saya berkesempatan berkunjung ke Kepulauan Anambas di Provinsi Kepulauan Riau untuk riset yang berbeda, saya menemukan fakta bahwa pohon-pohon cengkeh di Kepulauan Anambas juga berbunga dan dipanen pada bulan Januari hingga Maret setiap tahunnya.

Ternyata, musim panen cengkeh di Indonesia tidak seragam di tengah tahun, tetapi ada yang dipanen di tengah tahun, ada pula yang dipanen di awal tahun. Dari sini saya tahu bahwa ada dua musim panen cengkeh di Indonesia, pada tengah tahun, ini mayoritas, dan pada awal tahun di beberapa tempat lainnya.

Data panen ini kemudian saya konfirmasi ke Bang Anto, salah seorang pakar pertanian yang saya kenal di negeri ini. Menurut Bang Anto, memang seperti itu kondisi panen cengkeh di Indonesia. Ada dua musim, di tengah tahun, dan di awal tahun. Masih menurut Bang Anto, perbedaan musim panen itu bisa digunakan salah satunya untuk mengidentifikasi asal mula bibit cengkeh yang ditanam di lokasi tersebut.

Seperti kita ketahui bersama, mulanya cengkeh adalah tanaman endemik di Kepulauan Maluku. Ia hanya tumbuh di beberapa pulau di Kepulauan Maluku. Selanjutnya cengkeh beredar hingga seluruh Indonesia, bahkan hingga ke Zanzibar di Afrika.

Ternyata, menurut Bang Anto, di Kepulauan Maluku, musim panen cengkeh juga terbagi dua, di tengah tahun dan di awal tahun. Ada pulau-pulau yang bunga cengkeh tumbuh dan dipanen di tengah tahun, dan ada pulau-pulau yang memanen cengkehnya di awal tahun. Cengkeh-cengkeh yang dipanen di tengah tahun, berbeda jenis dengan cengkeh-cengkeh yang ditanam di awal tahun. Dari sini, musim panen bisa digunakan untuk mengidentifikasi jenis cengkeh, dan terutama dari mana tanaman cengkeh itu awal mula berasal sebelum sampai ke daerah-daerah lain di Indonesia di luar Kepulauan Maluku.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
mm
Pecinta kretek, saat ini aktif di Sokola Rimba, Ketua Jaringan Relawan Indonesia untuk Keadilan (JARIK)

You may also like

Comments are closed.

More in:PERTANIAN