Mandra dan Kisah Tentang Kretek yang Tak Banyak Diketahui

Mandra mulai bercerita dengan sangat sederhana. Dia bersila di bale kayunya di hadapan beberapa tamu yang hadir. Obrolan di bawah pohon rambutan, begitu dia menamakannya. Obrolan ini menceritakan kisah yang tak banyak orang tahu. 

Ekstra, begitu Mandra menyebutnya. Jangankan para seniman, orang Betawi kebanyakan pun tak tahu. Dalam cerita yang disampaikan Mandra, Ekstra adalah segmen acara tersendiri dalam seni teater betawi. Segmen ini diciptkan oleh Haji Bokir, tokoh yang sering muncul dalam film-film horor Suzana. 

Mandra menuturkan, peran Ekstra ini diberikan oleh Haji Bokir kepada Haji Bodong. Bagi anda yang belum tau siapa itu Haji Bodong, dia adalah orang yang memerankan cing caak dalam serial si doel. Cing Caak ini juga yang kemudian dalam serial tersebut sering bermain terompet besar yang kelak mewariskannya pada Si Doel. 

Ekstra dihadirkan oleh Haji Bokir sebagai bentuk hiburan tambahan. Maklum, dalam menanggap seni betawi biasanya akan menghabiskan waktu semalam suntuk. Demi menjaga waktu dan ritme maka Ekstra hadir. 

Nah di sinilah kemudian kretek berperan sebagai barang yang penting. Mandra menceritakan, saat ekstra dimulai, Haji Bodong biasanya akan merokok kretek sambil mengitari perempuan panggung yang sedang ngibing. Namun dia tak akan ikut tergoda untuk menari. 

Ketika lagu selesai, Haji Bodong yang berada di depan panggung akan menghisap rokok dalam-dalam dan Haji Bokir akan mengisi suara dubbingnya. Apa yang diucapkan oleh Haji Bokir di belakang panggung akan dilakukan oleh Haji Bodong. Misalnya:

“Rokok apaan ini, kok ga enak banget. Buang ahhh” tutur Haji Bokir dari belakang panggung. Sedangkan di depan panggung, Haji Bodong akan melakukan hal serupa, meski dengan mimik yang berbeda karena tak rela rokok yang ia hisap harus dimatikan. 

Nantinya, saat rokok dimatikan, Haji Bokir akan bilang “Tapi sayang rokoknya dimatiin, isep lagi aahh.” Di sisi lain, Haji Bodong mau tidak mau akan kembali memungut puntungan rokok dan menghisapnya kembali secara tidak rela. 

Aksi Haji Bodong dan Haji Bokir dalam Ekstra tentu mampu memecah suasana. Mandra menceritakan, aksi itu saja membuat para penonton mampu tertawa terbahak-bahak. Dia kagum, dari kepala Haji Bokir, segmen Ekstra mampu hadir sebagai sebuah bentuk kesenian. 

Di sisi lain, peran kretek dari kesenian dan kebudayaan di Indonesia memang tak bisa dilepaskan. Apalagi kesenian Betawi, paling sering kita jumpai yaitu Haji Bolot yang sering ngebas-ngebus di atas panggung. 

Bahkan juga ada lagu gambang kromong berjudul Rokok Kretek. Saya percaya betul, segala sesuatu yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia akan diabadikan dalam karya seni. Ini adalah cara agar manusia tak lupa akan sejarahnya. 

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun

Pos terkait