Pembeda Antara Rokok Kretek Filter dan Non Filter

rokok kretek

Rokok kretek berfilter maupun tidak berfilter sama baiknya, selama bahan bakunya terdiri dari olahan tembakau dan cengkeh. Memang keduanya ada plus minusnya sendiri-sendiri. Dan rerata industri besar memproduksi dua-duanya, sedangkan industri kecil jarang yang memproduksi pakai filter.


Rokok kretek filter dan non filter dilihat fisiknya berbeda. Pembedanya banyak sekali. Sekiranya dalam tulisan ini akan mengulas tiga perbedaan rokok kretek filter dan non filter fersi buatan industri. Pembeda yang lain akan di ulas pada tulisan berikutnya.

Bacaan Lainnya


Akan tetapi pada intinya rokok kretek filter dan non filter sama-sama produk asli Indonesia, diciptakan anak bangsa, dan memakai bahan baku dari petani nusantara. Kali pertama kemunculannya untuk obat sakit “bengek”.
Berikut, tiga penjelasan singkat pembeda antara rokok kretek filter dan non filter:


Pertama; keberadaan filter diujung hisap. Namanya “filter” banyak orang mengartikan sama dengan penyaringan. Kali pertama muncul filter berfungsi sebagai penyaring terhadap asap yang dihisap. Filter terbuat dari serabut kayu atau bisa disebut selulosa asetat. Setiap satu filter memiliki 12.000 serabut.


Hal ini sekaligus menjawab isu yang tidak benar dan sering muncul di masyarakat. Salah satu isunya bahwa filter yang dipakai dalam rokok terbuat dari bahan yang mengandung babi atau bahan yang sangat menjijikkan dan sengaja dibuat diluar negeri. Isu ini sangat tidak benar, berdasarkan fakta dilapangan filter terbuat dari serat kayu yang sekarang di Indonesia sudah bisa memproduksi sendiri.


Memang kali pertama dulu, konon filter belum bisa di produksi sendiri. Selain bahan baku, keberadaan mesin untuk membuat filter di Indonesia dulu belum ada. Kekinian filter sudah dapat di produksi di dalam negeri.


Beda dengan kretek non filter, ujung hisapnya tanpa ada filter atau banyak orang mengatakan “busa atau gabus”.
Kedua; bentuk kretek filter dan non filter sangat berbeda. Rokok kretek filter berbentuk silinder. Artinya diameter ujung hisap dan ujung bakar ukurannya sama. Ukuran diameter lingkarannya pun banyak varian tergantung dari hasi uji masing-masing industri. Biasanya diameter terkecil digunakan untuk produk rokok kretek jenis mild.


Setiap ukuran diameter perlu uji sebelumnya, kalau asal maka tidak akan didapatkan rasa yang sesuai ukuran rajikan atau perbandingan komposisi antara temabaku dan cengkeh. Artinya tanpa ukuran yang cermat dan baik tidak menghasilkan rokok kretek filter nikmat.


Penjelasan Sederhananya, komposisi racikan bahan baku sekian lebih cocok dengan diameter sekian, kira kira begitu. Jadi tiap industri kretek filter punya patokan dan ukuran diameter sendiri-sendiri.


Rokok kretek non filter berbentuk konus, dimana ujung hisap lebih kecil dari pada ujung bakar. Ruang pembakarannya dibuat agak besar, fungsinya biar dalam proses pembakaran dua senyawa tembakau dan cengkeh menjadi sempurna. Jadi kesempurnaan pembakaran dua senyawa sangat ditentukan lubang hisp lebih kecil dari pada lubang pembakaran.


Semakin kecil lubang hisap, suhu pembakaran semakin naik, karena saat dihisap maka semakin fokus udaranya. Tentunya, semakin kecil lubang hisap semakin berat menghisapnya. Disinilah kenikmatan rokok kretek non filter.


Bentuk konus rokok kretek non filter menjadi ukuran standart rokok Indonesia (SNI), yang telah disepakati para pelaku industri rokok kretek dan para pemerhati pertembakauan di Indonesia.


Ketiga; konten tembakau antara kretek filter dan non filter beda jika dilihat dari jumlahnya. Rokok kretek filter jumlah berat tembakau yang diisikan dalam satu batang rokok lebih sedikit dari pada rokok kretek non filter.


Selain filternya yang sudah memakan tempat dalam satu batang rokok, juga diameter lingkaran lebih kecil. Dengan lingkaran kecil, isian tembakau dan cengkehnyapun hanya sedikit. Kenapa lingkarannya dibuat lebih kecil dari pada rokok kretek non filter?. Tentunya agar ringan saat dihisap. Jika rokok filter diameternya dibuat besar seperti non filter, konten tembakau dan cengkeh (isian batang rokok) makin banyak. Disini akan timbul masalah, menghisapnya akan lebih tambah berat. Keberadaan filternya sudah menghambat penghisapan, apalagi ditambah dengan isian tembakau dan cengkeh banyak, jadi akan makin berat dan mempengaruhi cita rasa dan nikmatnya rokok filter.


Beda dengan rokok non filter, dari ujung hingga batang semuanya terisi semua olahan tembakau dan cengkeh, kebalikan dengan rokok filter. Begitu juga besaran diameter rokok non filter hasil industri, pasti akan lebih besar dari pada rokok filter. Hal ini bukan tanpa alasan.


Andai saja rokok kretek non filter diameternya disamakan rokok kretek filter, sudah pasti kenikmatan merokok tidak dapet. Karena saat dihisap akan terasa hambar dan terlalu ringan.


Penjelasan di atas, selain menjelaskan bedanya rokok kretek filter dan non filter juga sebagai edukasi terhadap seluruh masyarakat Indonesia tak terkecuali. Karena selam ini banyak yang belum faham dan tidak bisa membedakan yang dinamakan rokok kretek itu apa.


Kebanyakan masyarakat menganggap rokok kretek itu sama dengan rokok non filter, dan rokok non filter dianggap tidak termasuk kretek. Asumsi ini jelas salah. Yang benar, selama memakai olahan tembakau dan cengkeh dinamai rokok kretek, asli produk Indonesia. Sebaliknya, jika olahannya hanya tembakau saja bukan rokok kretek dan bukan produk asli Indonesia.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun

Pos terkait