Senandung (Antara Rokok 76 Kretek dan Filter)

Sebagai pecinta Rokok Djarum, hal yang paling menyulitkan adalah ketika harus memilih Rokok 76 Kretek atau 76 Filter. Dalam posisi ini kita seperti dihadapkan permasalahan untuk memilih memacari sang kakak atau adik. Tidak kembar sebenarnya, tapi keduanya memiliki sensasi dan citarasa yang berbeda.

Rokok Djarum 76 kretek lahir terlebih dahulu ketimbang 76 Filter. Sebagai seorang kakak, PT Djarum sebagai produsen rokok ini memang memiliki impian besar. Ibarat orang tua yang menaruh harapan dan impian besar pada anak pertamanya.

PT Djarum menyematkan Rokok Djarum 76 kretek ini dengan kategori flagship di kelasnya. Asal anda tahu, ketika sebuah produk telah dilabeli dengan kata flagship, maka produk tersebut jadi gambaran serius pemikiran dan hasil kerja keras sebuah perusahaan untuk dijual di pasaran.

Saya rasa label flagship itu bukan hanya gimmick semata. Rasa Rokok Djarum 76 kretek ini memang luar biasa. Pandangan opini pribadi saya menyebutkan bahwa kretek ini jadi simbol citarasa sesungguhnya dari PT Djarum. Lebih luasnya lagi saya katakan bahwa kretek ini jadi representasi nyata rokok khas kudusan.

Sedangkan bagaimana dengan Rokok 76 Filter? Bagi saya rokok ini ibarat si adik yang supel dan pergaulannya luas. Rokok ini memang lahir di tahun 2011 lalu, tapi boleh dibilang kehadirannya selalu menempel sang kakak. Di mana ada 76 kretek di situ ada 76 filter.

Kenapa saya bilang 76 filter ini ibarat adik yang gaul? Lihat saja bungkus dari rokok ini. Jika harus membandingkan rokok ini dengan seluruh rokok yang diproduksi oleh Djarum maka 76 filter ini adalah yang terbaik. Penyematan warna emasnya, motif dan coraknya, pemilihan font, komposisi, semua benar-benar juara.

Secara rasa juga rokok ini terbilang umum, tidak bisa dibilang kudusan banget. Bahkan bagi para penikmat Rokok Gudang Garam Surya bisa dengan cepat beradaptasi untuk menikmati rokok ini. Wanginya juga tak sekuat 76 kretek, akan tetapi tarikan Rokok 76 Filter ini mungkin tak sehalus kakaknya.

Walau demikian, popularitas dan penikmat 76 kretek lebih banyak dibandingkan 76 Filter. Ya mungkin karena jatidiri Rokok 76 Kretek lebih kuat, citarasanya lebih baik, dan brandingnya juga sudah lama. Sedangkan Rokok 76 Filter, tak begitu sering saya melihat penggemarnya. Walau demikian salah jika ada anggapan bahwa produk ini tak laku. 

Secara harga di pasaran, Rokok 76 Kretek dihargai dengan 16 hingga 17 ribu rupiah, begitu juga dengan Rokok 76 Filter. Sungguh harga yang sangat worth it mengingat dengan mengeluarkan uang segitu bisa mendapatkan satu bungkus berisi 12 batang rokok dengan citarasa yang luar biasa.

Rokok 76 Kretek dan 76 Filter memang ibarat kakak adik yang saling melengkapi. Meski ketika masuk di pasaran, tentang mana produk yang paling banyak dibeli harus kembali pada selera orang masing-masing. Jika saya boleh bertanya pada anda, produk manakah yang akan anda pilih? 

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun

Seorang lelaki yang tak pernah merasa kesepian