REVIEW

Inilah Sosial Kebudayaan Turunan Kretek yang Berkembang Di Masyarakat

kretek

Ada banyak praktik budaya dan simbol masyarakat-masyarakat Indonesia yang bersinggungan dengan kretek dan turunannya. menggambarkan perlambang antara alam materi dan spiritual di tengah masyarakat Indonesia, yang nilai-nilai pewarisannya telah membuat kretek bertalian dekat secara sosial dan budaya dalam masyarakat Indonesia.

Among tebal, satu ritual yang menandai awal musim tanam tembakau oleh para petani Temanggung, khususnya di desa Legoksari, kecamatan Tlogomulyo, tempat penghasil tembakau mutu terbaik, antara akhir Maret hingga awal April. Sebagai bentuk penghormatan terhadap Ki Ageng Makukuhan, tokoh mitologis yang dipercaya para petani membawa bibit tembakau ke wilayah itu. Dipimpin kepala urusan agama desa dan berlangsung di tengah tegalan pada pagi hari sebelum penanaman bibit tembakau, sajian yang dihidangkan sekurangnya menunjukkan penghayatan simbolisme seperti tumpeng ungu, tumpeng putih, tumpeng kuning, tumpeng tulak, ingkung ayam cemani, bibit tembakau 11 batang, dan bendera-bendera uang kertas berjumlah Rp 110.000.

Cethe, satu leksikon Jawa, untuk menggambarkan aktivitas menyelep bubuk kopi halus di atas sebatang kretek dalam pelbagai motif untuk dinikmati sebagai bentuk kreativitas dan pergaulan sosial saat di rumah, pos ronda, hingga kedai kopi.

Jagong bayen sebuah tradisi Jawa mengunjungi tetangga atau kenalan yang dikaruniai momongan atau bayi yang baru lahir. Biasanya aktivitas kultural ini berselang hingga bayi berusia 35 hari dan tuan rumah menyajikan kretek atau tembakau berikut isiannya, diletakkan di atas piring bersama minuman dan makanan lain sebagai suguhan.

Kenduren, istilah umum bahasa Jawa untuk ritual selamatan. Di kalangan petani Temanggung, Jawa Tengah, dikenal kenduren-kenduren khusus terkait aktivitas tanam tembakau, yakni kenduren lekas macul, satu upacara sebelum melakukan pencangkulan lahan yang akan ditanami tembakau dengan mengundang tetangga dan tokoh desa; kenduren lekas nandur, sebelum siap tanam yang dihadiri keluarga terdekat; kenduren wiwit pada saat lahan siap tanam; kenduren membuat jenang khusus untuk tembakau srintil; dan terakhir kenduren membuat larapan atau anjap-anjapan, penyangga alat penjemur tembakau (disebut rigen di Temanggung atau widig di Boyolali atau sasag untuk petani Sumedang dan Garut).

Mapoputi cengke’, satu jenis tarian dari Sulawesi Tengah yang ditampilkan saat berlangsung panen cengkeh sebagi ungkapan rasa syukur atas hasil panen. Gerakan tarian ini menggambarkan kelincahan seorang gadis saat memetik cengkeh

Sajen sebagai persembahan dalam upacara-upacara tradisional di mana kretek salah satu unsur bahan persembahan itu sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. 

Suguhan di masyarakat Bali di mana kretek menjadi unsur persembahan untuk roh jahat di tempat-tempat yang dianggap wingit supaya tak mengganggu manusia.

Tari Kretek di Kudus yang terilhami proses pembuatan kretek dari melipat dan membatik hingga mengepak kretek. Para penari memakai kostum caping cole, konde ayu, suweng markis, dan pernak-pernik berupa kalung susun renteng 9 yang melambangkan wali songo serta bros berjumlah 5 buah mewakili rukun Islam. Tarian ini diciptakan Endang dan Supriyadi, pegiat Sanggar Tari Puringsari pada pertengahan 1885.

Tari Labako di Jember berupa gerakan cara mengolah tembakau dari menanam, memetik, hingga pengolahannya di gudang tembakau, diciptakan pada 1985 atas arahan Bagong Kussudiardjo, maestro seni tari asal Yogyakarta. Lahbako artinya olah tembakau.

Wiwitan, satu ritual yang menandai awal musim panen terutama oleh kalangan petani tembakau di Temanggung, kendati dapat dijumpai di wilayah lain. Dilakukan pada penghujung musim kemarau, antara akhir Agustus hingga awal September dengan memperhitungkan hari yang dianggap baik. Berbeda dengan among tebal pada pagi hari, wiwitan berlangsung pada saat senja atau petang hari. Dipimpin kaur agama, perangkat upacara menuju ladang tembakau dari permukiman dengan membawa sesajen biasanya berupa tujuh tumpeng, ketan salak, dan daging ayam tolak. 

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
mm
Seorang santri dari Kudus. Saat ini aktif di Komite Nasional Penyelamatan Kretek (KNPK).

You may also like

Comments are closed.

More in:REVIEW