REVIEW

Maka Nikmat Rokok Manakah yang Antirokok Dustakan?

Bukanlah sebuah dosa besar jika seseorang tidak menyukai rokok sebab tidak suka dengan aroma, rasa atau memang tidak berniat untuk mengonsumsinya. Tapi jika ia sudah menihilkan manfaat dari lintingan emas hijau ini, tentu saja perlu -setidaknya- untuk dibantah.

Tuhan selalu menyertai kebermanfaat terhadap setiap apa yang Ia ciptakan. Tuhan tidak mungkin menciptakan segala sesuatu hanya untuk disia-siakan dan dihinakan oleh ciptaan-Nya yang lain. Perihal tembakau pun demikian, bukan tanpa maksud ia diciptakan di bumi untuk membersama kehidupan manusia.

Tidak ada yang salah dari seseorang yang membenci rokok atau tembakau, memang. Hanya saja, kebencian yang sengaja dipelihara dan ditumpuk-tumpuk itu, serta enggan membuka diri dari sumber ilmu lain, membikin kebanyakan mereka buta terhadap kebermanfaatan emas hijau ini.

Lebih mendalam lagi, mereka yang membenci rokok tanpa pengecualian adalah orang-orang yang sebenarnya tidak tau diri. Tidak tau malu.

Sebab ia tidak menyadari, atau memang pura-purang tidak sadar, bahwa begitu banyak kontribusi kretek terhadap bangsa negara. Berapa negara memungut pajak dari industri padat karya ini. Yang kemudian pajak-pajak itu didistribusikan untuk membangun berbagai macam infrastruktur.

Tentu saja, antirokok pun turut menikmati hasil rokok yang mereka benci. Sejatinya, mereka hanya membenci asapnya, tidak duitnya atau segala fasilitas publik yang dibangun negara dari uang cukai rokok.

rokok antirokok

Lahan pertanian tembakau di lereng gunung Sindoro.

Jika mau membaca, sebenarnya banyak sekali berita-berita, penelitian, jurnal dan lain sebagainya yang secara serius membahas manfaat tembakau, baik secara zat yang dikandung di dalamnya maupun kebermanfaatan lain dalam bidang lainnya.

Misalnya saja di Pasuruan. RSUD Grati dibangun dengan menghabiskan anggaran 30 miliar. Keseluruhan dana itu diambil dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCHT). Bahkan, tidak hanya itu, DBHCHT juga turut membangun infrastruktur kesehatan hingga ke pelosok daerah. 

Contoh lainnya di Blitar. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Blitar melakukan revitalisasi pasar tradisional di tahun anggaran 2021. Pembiayaan ini bersumber dari DBHCHT.

Antirokok seharusnya mulai menyadari, bahwa nyinyir dan membenci rokok yang berlebihan bukanlah tindakan yang tepat.

Ini Indonesia. Di negeri ini, kita memiliki segala sesuatu yang mencirikan Indonesia, baik dari kultur, budaya dan kekhasan lainnya. Kita tidak bisa tergerus arus atau kampanye propaganda murahan para pemodal internasional yang sejatinya ingin menghancurkan kedaulatan Indonesia dengan sangat halus dan pelan-pelan.

Kretek adalah bagian dari pondasi kedaulatan itu. Jika ia sudah tumbang, maka sedikit rapuh kedaulatan kita.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun

Apa Reaksimu?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
Rinanda
Hobi jalan-jalan dan jajan. Bercita-cita punya butik.

    You may also like

    Comments are closed.

    More in:REVIEW