Tingwe

Bermacam Bahan Pipa Rokok/Once dan Khasiatnya

pipa rokok cangklong
foto: plutsubang.com

Tingwe makin marak dan ngetren dengan pipa rokok di kalangan anak-anak muda. Tingwe tidak hanya sebagai solusi, tetapi juga (bagi sebagian perokok) menjadi semacam perlawanan atas kenaikan cukai rokok dan harga jual eceran rokok yang tidak lagi bersahabat dengan kantong para perokok. 

Perkembangan tren tingwe memang semakin tidak terbendung lagi. Tidak sedikit muda-mudi saat nongkrong kini tidak lagi malu-malu mengeluarkan sebungkus tembakau dan melintingnya sambil bercanda dengan teman-temannya. Toko tembakau juga kian menjamur dan mudah ditemui di kota-kota dan pelosok desa. 

Menariknya, sepertinya tren tingwe ini akan menjadi seperti tren dalam dunia kopi, dengan khazanah pengetahuan yang tentu saja sama luasnya, mulai dari  kekayaan varietas, di tanam di mana dengan cara apa dan bagaimana proses hingga sampai konsumennya.

Kali ini, saya tidak ingin membahas seputar varietas tembakau apa yang enak untuk menyambut era tingwe ini, tetapi bahan pipa rokok (once) yang akan menambah tingwe semakin nikmat dan bersahaja.

Bagi kebanyakan pecinta tingwe, wajib hukumnya menikmati selinting tembakau bercampur cengkeh tersebut dengan sebatang pipa. Menurut mereka, merokok tingwe dengan pipa jauh terasa lebih nikmat, baik isapan maupun rasanya. 

Sebenarnya saya sendiri agak sangsi dengan ucapan tersebut, tetapi setelah mencoba beberapa kali merokok dengan pipa atau once, saya baru menyadari bahwa bahan once sangat berpengaruh dalam cita rasa tembakau.

Bahan kayu misalnya, ada perbedaan rasa jika kita menggunakan bahan yang berbesa, meskipun tembakau yang kita isap varietasnya sama. Mungkin saja, setiap bahan alami itu mengandung karya seni Tuhan yang mengandung jutaan kenikmatan.

Berikut bermacam bahan pipa rokok/once dan khasiatnya:

Pipa Rokok Kayu Gaharu

pipa rokok

Pipa rokok (once) kayu gaharu. Dipercaya banyak manfaat dan khasiatnya. (foto: inkuiri.com)

Meski memiliki karakteristik bau yang khas, kayu gaharu tidak semata bermanfaat bagi pengharum ruangan saja. Kayu bernilai ekonomi tinggi ini di belahan dunia lain, seperti Jepang, Tiongkok, dan Amerika dijadikan sebagai bahan baku industri kosmetik.

Bahkan, bagi kaum muslimin, kayu gaharu dipercaya sebagai kayu suci yang berasal dari surga. Banyak ulama yang mendasarkan keyakinan ini pada sabda Rasulullah yang diriwayatkan Imam Bukhori:

“Golongan penghuni surga yang pertama kali masuk surga adalah berbentuk rupa bulan pada malam bulan purnama ….. (sampai ucapan beliau)…. nyala pedupaan mereka adalah gaharu.”

Tak heran, kayu ini kemudian banyak dimanfaatkan kaum muslimin sebagai bahan siwak, lantaran kayu gaharu dipercaya berkhasiat terhadap gigi. Tak hanya itu, seiring perkembangan pengetahuan dan teknologi, beberapa negara mulai mengembangkan kayu ini sebagai obat penghilang stres, gangguan ginjal, sakit perut, asma, hepatitis bahkan sebagai antibiotik untuk penyakit TBC.

Dalam konteks pipa rokok, kayu gaharu bagi saya pribadi menempati peringkat pertama pipa rokok berbahan kayu. Dibanding kayu setigi, jati, sonokeling, dll, kayu gaharu seperti bisa menambah nikmat citarasa varietas tembakau kesayangan kita masing-masing. 

Fatalnya, kayu gaharu ini terbilang sangat mahal. Bisa dibanderol puluhan juta per kilogram. Jika di marketplace banyak bertebaran pelapak yang menjual once berbahan ini dengan harga miring, mungkin kalian perlu agak teliti dan detail untuk memastikan apakah itu kayu gaharu asli atau kayu entah apa yang dilabeli kayu gaharu.

Pipa Kayu Tulang Duyung / Tanduk Kerbau

pipa duyung

Ikan duyung atau dugong dilindungi kelestariannya oleh pemerintah Indonesia maupun PBB.

Saking banyaknya televisi memberi asupan ingatan pada otak, kita menganggap ikan duyung hanyalah semacam dongeng dan hasil karya imajinasi manusia. Ternyata eh ternyata, ikan duyung memang ada di dunia bawah laut. Ialah dugong. 

Dugong ini memiliki banyak sekali manfaat, baik apa yang ada di tubuhnya maupun dia sebagai makhluk biota laut yang bermanfaat terhadap kelestarian maritim. 

Tetapi perlu kretekus semuanya tau dan pahami, dugong sejatinya masuk dalam daftar merah IUCN (International Union for The Conservation of Nature) sebagai hewan dilindungi dan harus dijaga kelestarian di alam liar. hewan ini juga terdaftar pada Lampiran I CITES (Convention on the International Trade in Endangered Species of Fauna and Flora), serta dilindungi oleh negara melalui PP N0. 7/1999. 

Jadi, jangan coba-coba melakukan perburuan liar ya. Kita sebagai manusia yang diberi akal dan daya yang lebih seharusnya bisa menjadi pelepor untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan alam.

pipa dari tanduk kerbau

Kalau di marketplace banyak sekali bertebaran jualan pipa dari tulang duyung ini, jangan percaya. Aatau kalaupun asli, meski punya khasiat yang luar biasa, jangan dibeli. Jangan jadikan diri kita bagian dari merusak kelestarian dugong.

Sebagai gantinya, saya menyarankan pecinta tingwe untuk menggunakan once dari tanduk kerbau. Dari bahan tulang, tanduk kerbaulah yang menurut saya paling nikmat digunakan sebagai pipa rokok. Tentu saja harus melalui serangkaian proses yang cukup panjang.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun

Comments are closed.

More in:Tingwe