PERTANIAN

Mengenal Jenis Tembakau di Indonesia Berdasarkan Wilayah Tanam

Saat ini, banyak jenis tembakau yang ditanam petani di Indonesia. Tetapi kalau dilihat dengan jeli terbagi menjadi 6 jenis. Walaupun tiap jenis banyak rupa dan kriteria merupakan hasil pengembangan dan kloning dari beberapa jenis. 

Tembakau Rakyat

Jenis tembakau rakyat ini dahulu penanaman sampai pengolahannya dilakukan oleh petani sendiri. Bahkan dimungkinkan tembakau rakyat ini tembakau asli bumi Nusantara. Tembakau ini kali pertama ditanam oleh petani di Jawa Tengah, yaitu di daerah wilayah kedu: Temanggung, Wonosobo, Magelang dan daerah sekitarnya.

Tembakau rakyat inilah dahulu cikal bakal untuk bahan dasar rokok kretek. Karena tembakau rakyat ini mempunyai aroma khas yang semerbak harum, tidak seperti jenis tembakau lainnya. 

Walaupun dalam perkembangannya saat ini, tembakau rakyat didapati di beberapa wilayah seantero nusantara. Itu merupakan upaya pengembangan bahkan hasil cloning dengan tembakau lain. 

Seperti di daerah Besuki, terdapat tembakau persilangan antara jenis tembakau rakyat dan tembakau Deli jenis varietas H 238. 

Baik tembakau rakyat asli ataupun hasil persilangan, pada satu batang pohon tembakau rata-rata terdapat 11-15 daun, yang dapat digolongkan menjadi 4, yaitu:

  1. Daun ampadan atau daun paling bawah terdiri dari 3-4 helai daun
  2. Daun samparan atau daun kaki terdiri dari 3-4 helai daun
  3. Daun tenggorokan atau daun tengah terdiri dari 2-3 helai daun
  4. Daun pragalan atau daun atas terdiri dari 3-4 helai daun

Adapun warna daun tembakau setelah menua dapat ditemui beberapa macam; ada coklat muda, coklat tua, coklat tua pekat hampir ke hitam, ada yang warna pucat. 

petani tembakau panen

Penampilan pegangan tembakau rakyat terbagi dua, yaitu: kasar tebal dan halus tipis. Dengan rasa atau aroma ringan cenderung manis dan aroma berat cenderung agak pahit. Aroma berat biasanya mengandung banyak minyak yang dikeluarkan dari daun.

Aroma berat inilah yang biasa disebut dengan tembakau lauk dalam olahan rokok kretek. Sedangkan aroma ringan biasanya disebut tembakau nasi. Namun seringan-ringannya tembakau rakyat tetap lebih berat aromanya dengan tembakau jenis lainnya.

Tembakau nasi terkadang dibilang tembakau bumbu. Jadi dalam olahan bahan rokok kretek tembakau nasi/bumbu  lebih sedikit dari pada tembakau nasi. Untuk kelipatannya tergantung si pengolah bahan sendiri, rokoknya mau dibuat kayak gimana. 

Sederhananya begini, andai kata rokok ingin ringan saat dihisap, maka tidak pakai campuran tembakau lauk/bumbu. Sebaliknya, jika menginginkan kemantapan dalam hisapan, maka membutuhkan tembakau lauk dengan komposisi sendiri tanpa ada aturan baku. 

 Tembakau Besuki

Jenis tembakau besuki asli cocok untuk bahan pembalut atau pembungkus rokok cerutu. Dalam perdagangan internasional tembakau Besuki ini dikenal dengan sebutan “Java Tobaccos”. Aroma agak harum bahkan soft mild. 

Tembakau jenis Besuki ini banyak ditanam di wilayah Besuki yaitu Kabupaten Jember dan Bondowoso Jawa Timur. Tampilan pohonnya sangat ramping. Ada dua jenis tembakau besuki yang menonjol, yaitu NO (na oogst) yang di tanam di akhir musim kemarau dan VO (voor oogst) ditanam akhir musim penghujan.  

Galur yang terkenal tembakau besuki, galur kedu dan hibrida (persilangan kedu dan deli). Namun yang paling banyak dibudidayakan petani lebih memilih galur hibrida. Sedang galur kedu murni hanya ditanam di daerah tertentu. 

Tembakau besuki tiap pohonnya mempunyai daun rata-rata 20-28 helai, yang terbagi dari 4 penamaan, yaitu:

  1. Daun koseran berjumlah 4-6 helai
  2. Daun kaki berjumlah 6-8 helai
  3. Daun tengahan berjumlah 6-8 helai
  4. Daun pucuk 4-6 helai

Warna daun tembakaunya bermacam-macam, ada kuning, merah tua, merah muda, hijau tua, hijau muda.

Tembakau Lumajang

Jenis tembakau yang cocok sebagai bahan rokok pipa yang hanya dibudidayakan di Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Tembakau lumajang sering kali disebut tembakau “sawah” atau “tegal”. 

Penampilan tembakau tinggi dan ramping mirip dengan tembakau besuki, tetapi sesungguhnya beda. Tembakau lumajang mempunyai jenis yang dinamai krungsung, kasturi dan jembel putih. 

Jumlah daunnya sama dengan tembakau besuki rata-rata 20-28 helai, namun punya warna beda, ada merah muda, merah tua, biru muda pucat, biru tua. 

Tembakau Deli 

Tembakau deli ini juga sangat cocok untuk bahan cerutu. Tembakau deli sangat terkenal di dunia dan sering dinamai “tembakau sumatera”. Tembakau ini sudah teruji untuk pembungkus cerutu  sehingga dijuluki “the first top of wrapper cigar tobacco” bersaing dengan tembakau asal Havana dan Kuba. 

Pohonnya besar dan kokoh, mempunyai daun bulat lebar dan jumlah daunnya dapat mencapai 30-32 helai. Namun maksimal yang dapat digunakan hanya 28 helai. Tetapi rata-rata mempunyai jumlah daun 24-26 helai, yaitu:

  1. Daun kepel 4 helai
  2. Daun kaki 10 helai
  3. Daun pinggang 6 helai
  4. Daun pucuk 4-6 helai

Walaupun diatas daun pucuk, biasanya masih terdapat daun akan tetapi tidak diambil dikarenakan kualitasnya kurang baik. Namun jika terlihat baik akan diambil, tapi ini sangat langka. 

Tembakau Vorstenlanden

Tembakau jenis ini, kali pertama di budidayakan di daerah Yogyakarta, Klaten dan Surakarta dan sedikit daerah Boyolali. Tembakau jenis vorstenlanden juga digunakan untuk bahan pembalut dan pembungkus cerutu. Kualitasnya di bawah tembakau dili.

Khusus Yogyakarta saat ini budidaya tembakau jenis vorstenlanden sudah jarang dijumpai. Petani lebih memilih tembakau rakyat jenis magelang dan temanggung. 

Tanaman jenis vorstenlanden rimbun, banyak daun dan tinggi dan mempunyai jumlah bekisar 30an, yaitu:

  1. Daun kepel bagian paling bawah berjumlah 4 helai
  2. Daun kaki berjumlah 8 helai
  3. Daun pinggang berjumlah 10 helai
  4. Daun pucuk berjumlah 8 helai

Di bawah daun kepel sebenarnya ada 2 helai daun yang bentuknya sangat kecil biasa petani menamai daun “rewosan”. 2 daun rewosan ini tidak menjadi kategori untuk daun bermutu. Biasanya diolah untuk kebutuhan sendiri. 

Tembakau jenis vorstenlanden mempunyai warna coklat agak merah soft, coklat agak merah sedang, coklat agak merah kasar atau sangat terlihat, warna hijau dan hijau muda, terkadang mempunyai warna tidak merata atau belang-belang. 

menjemur tembakau

Tembakau Virginia

Varietas tembakau virgina berasal dari Amerika, pada sekitar tahun 1925 pernah dibudidayakan di daerah kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, yang kemudian di budidayakan di Lampung, Lombok Barat, Sulawesi Selatan. Kemudian berkembang lagi di daerah-daerah pantura Jawa Tengah seperti Mranggen Demak, Pati hingga Rembang. 

Dari beberapa daerah di atas, yang paling bagus kualitasnya hanya di lombok, itupun hasil di lombok masih kalah bagus dari asal negaranya. Tembakau virgina mempunyai khas sangat ringan hisapan, sehingga paling cocok untuk bahan rokok kretek mild dan sigaret rokok putih. 

Pohonnya tidak terlalu tinggi, mempunyai daun berkisar 15-30 helai, yang terdiri dari 5-7 golongan. Yang paling kecil hanya 5 golongan, iaitu:

  1. Daun bawah/daun tanah berjumlah 2-3 helai
  2. Daun  kaki berjumlah 3-4 helai
  3. Daun madya pertama berjumlah 3-5 helai
  4. Daun madya atas berjumlah 3-4 helai
  5. Daun atas berjumlah  4-5 helai

Sedangkan pohon yang lebat mempunyai 7 golongan, yaitu:

  1. Daun bawah/daun tanah berjumlah 2-3 helai
  2. Daun  kaki berjumlah 2-4 helai
  3. Daun madya pertama berjumlah 4-5 helai
  4. Daun madya tengah berjumlah  4-5 helai
  5. Daun madya atas berjumlah 4-5 helai
  6. Daun atas berjumlah  3-5 helai
  7. Daun pucuk berjumlah 3-4 helai

Warna tembakau virginia , ada kuning emas, kuning kehijauan, kuning emas bercak, kuning bernoda kecoklatan, agak kuning, coklat, hijau mati.

Hingga sekarang pasokan tembakau jenis virginia untuk bahan baku sigaret kretek mild tiap tahunnya masih berkurang, karena lahan budidaya masih relatif sedikit dan hasilnya tidak maksimal (tidak sebagus dari negara asal).  

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
mm
Seorang santri dari Kudus. Saat ini aktif di Komite Nasional Penyelamatan Kretek (KNPK).

You may also like

Comments are closed.

More in:PERTANIAN