Ragam

Rokok dan Alkohol, Hubungan Cinta yang Tersandung Backstreet

Mayoritas orang sudah mengakui bahwa rokok dan kopi adalah pasangan sempurna dalam membunuh atau menikmati waktu. Tak dapat dipisahkan, dan tak terelakkan selalu menjadi pilhan. Tapi rokok ternyata tak hanya bisa dipasangkan dengan kopi, Alkohol pun ternyata juga jauh lebih nikmat.

Anda pernah mengenal Sid dan Nancy? Dua pasangan punk yang legendaris itu. Sid dengan nama lengkap Sid Vicious adalah seorang pentolan dari band punk ternama yaitu Sex Pistols. Sedangkan Nancy Bernama lengkap Nancy Spungen adalah seorang gadis biasa yang keluar dari rumah dan memilih punk sebagai jalan hidup.

Sid dan Nancy yang saling jatuh cinta kemudian merayakan asmara dengan hidup bersama. Sayangnya cinta keduanya mendapatkan hadangan dari sosial mereka sendiri. Sex Pistols Konon hubungan dua orang ini juga yang membuat Sex Pistols bubar. Pada akhirnya kedua sosok yang melawan dunia dengan narkotika itu akhirnya pindah dan tinggal di Hotel Chelsea, New York, dengan kematian Nancy pada akhirnya.

Sebuah kisah yang tragis dari dua pasangan punk yang dipaksakan backstreet oleh lingkungan sosial mereka. Dua pasangan yang dianggap hina akan tetapi cinta mereka berdua tak terelakkan dan bertahan hingga salah satu berpulang ke haribaan. Sekali lagi, tak ada yang menyangsikan cinta mereka berdua walau dianggap amoral oleh sosial.

Sid dan Nancy

Tiga paragraf tersebut saya gambarkan sebagai sebuah analogi kisah antara rokok dan alkohol. Baik itu alkoholnya berupa beer, wine, whiskey, tequilla, vodka, tuak, sopi, arak, tjap tikus, ciu, cukrik, atau yang lainnya, menikmatinya dengan rokok sungguhlah sangat sempurna. Sekali menenggak alkohol, langsung saat itu pula rokok dihisap dalam-dalam.

Selalu ada momen yang sinematik untuk ditangkap saat seseorang minum alkohol dan menikmati rokoknya. Baik itu di saat sendirian ataupun berdua dengan teman atau pasangan, bahkan dalam kondisi ramai sekalipun. Coba gunakan imajinasimu, momen sinematik itu bahkan jauh lebih indah dibandingkan seseorang menikmati rokok dan kopi.

Ada imajinasi yang rusak dari rokok dan kopi. Seolah-olah menikmati rokok dan kopi hanya bisa dilakukan di alam bebas dengan pemandangan indah sambal menikmati sore yang menawan. Imajinasi itu rusak oleh banyaknya postingan yang melakukan hal serupa.

Sebaliknya ada kemurnian dan kesucian dari rokok dan alkohol. Imajinasinya tak melulu di bar atau pub, bisa di pinggir jalan bersama rekan-rekan, bisa di kamar sendirian sambal menggerutu tentang sulitnya kehidupan, bisa di ranjang bersama pasangan yang saling puas bercinta, di alam bebas pun bisa! Inilah mengapa banyak orang yang tak sadar betapa dahsyatnya cinta antara rokok dan alkohol.

Kedahsyatan cinta antara rokok dan alkohol berlandaskan keteguhan mereka dalam menghadapi dunia. Sama seperti Sid dan Nancy yang dianggap tabu dan amoral oleh sosial, rokok dan alkohol juga sama. Rokok dianggap barang yang jelek dan tidak menyehatkan, alkohol pun sama dan bahkan dilabeli jahat oleh sosial.

Bertahun-tahun menghadapi stigma buruk tersebut menguatkan ikatan rokok dan alkohol. Kini hanya peraturan yang bisa memisahkan mereka dan aturan tersebut perlahan-lahan kian digalakkan. Peraturan yang berdasarkan kesepatakan masyarakat dominan yang berlandaskan moral. Minoritas kemudian tersisih, menjadi spiral of silence yang lama-lama membusuk bersama peradaban. Sial memang!

Peraturan itulah bukti nyata arti kata backstreet semata. Rokok menjadi kian mahal, alkohol pun juga. Akibatnya produk illegal bertebaran dengan harga yang murah. Produk illegal yang dibuat oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang mengambil kesempatan dengan melihat celah dari kesempitan.

Padahal rokok dan alkohol mampu memenuhi kebutuhan emosional orang banyak. Hal yang tidak bisa dipenuhi oleh pejabat pemerintahan yang korup dan sewenang-wenang. Hal yang sulit dilakukan oleh sosial yang kerap menghakimi tanpa lebih banyak mendengarkan terlebih dahulu.

Is it worth the aggravation
To find yourself a job when there’s nothing worth working for?
It’s a crazy situation
But all I need are cigarettes and alcohol
Oasis – Cigarettes

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun

Comments are closed.

More in:Ragam