PERTANIAN

Kualitas dan Kuantitas Tembakau Temanggung Masa Panen 2021 Menurun

tembakau temanggung

Tembakau temanggung, Dibanding tahun 2020, panen tembakau di daerah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya jumlah produksi dan kualitasnya menurun akibat cuaca. 

Fakta di lapangan, banyak pengamat dan para tengkulak tembakau di Kabupaten Temanggung mengatakan, kalau panen raya tembakau kali ini lebih kurang beruntung. Rata- rata tembakau yang ada kualitasnya kurang baik. 

Kalau tembakau Temanggung kurang baik, pastinya tembakau di daerah lain juga demikian. Walaupun demikian, bukan berarti tembakau Temanggung kali ini tidak ada yang baik. Tetap ada yang baik, namun prosentasenya diperkirakan hanya ¾ % dari total tembakau di Tembakau. Lainnya terjadi kerusakan tidak sesuai spek tembakau Temanggung pada umumnya.

Uniknya, walaupun terjadi penurunan kualitas, tembakau Temanggung asli diperkirakan tetap laku dan dicari orang. Karena, tembakau Temanggung asli pada konten rokok kategorinya sebagai tembakau lauk. Mayoritas pabrikan rokok tetap memakai tembakau Temanggung walaupun jumlahnya kecil.

Apa si yang dimaksud tembakau Temanggung asli?, tembakau yang ditanam, dipanen dan diproduksi (dirajang) di Temanggung, dengan varietas tanaman tembakau khas yang bernama kemloko. 

Kemloko sendiri ada tiga macam; kemloko 1, 2 dan 3. Ciri utamanya kemloko 1 kurus, kemloko 2 agak gemuk dan kemloko 3 agak lebat dan daunnya lebar. 

Sedangkan tembakau yang didatangkan dari daerah lain, dengan varietas tidak jelas, kemudian diolah di Temanggung dengan cara dicampur dengan tembakau asli Temanggung dinamakan tembakau “Temanggungan”. 

Jadi di Temanggung ada dua jenis tembakau, yaitu tembakau Temanggung (asli) dan tembakau Temanggungan (kualitas kw). Tembakau Temanggungan ini di lapangan biasanya impor dari daerah lain (luar Temanggung). 

Sebetulnya, keberadaan tembakau Temanggungan ini sangat meresahkan petani tembakau asli Temanggung. Karena menjadi salah satu penyebab jatuhnya harga tembakau Temanggung asli, dan juga menurunkan martabat tembakau Temanggung yang terkenal paling mantap sedunia. 

Akan tetapi sampai detik ini, mereka (para petani) tidak mampu mengendalikannya. Karena biasanya yang bermain tembakau Temanggungan adalah para saudagar tembakau besar. Memang tidak semua saudagar tembakau bermain Temanggungan, masih banyak saudagar yang baik tidak mau sama sekali menjual tembakau Temanggungan walaupun untungnya lebih besar. 

Para petani hanya bisa berharap kepada pemerintah untuk men-stop dan menindak tegas keberadaan tembakau impor yang akan diolah menjadi tembakau Temanggungan. 

 Sejelek-jeleknya tembakau Temanggung asli, seperti saat musim kali ini (tahun 2021) di angka Rp. 30.000 – 35.000 per kg. Selama tembakaunya masih mempunyai karakter tembakau Temanggung dan kelayakan untuk di produksi. 

Lantas, apa penyebabnya di tahun ini kualitas dan kuantitas tembakau Temanggung menurun?. Banyak pengamat dan petani tembakau mengatakan bahwa cuaca yang menjadi kendala utamanya. 

Menurut Pak Slamet seorang pengamat tanaman tembakau membenarkan bahwa tembakau Temanggung tahun ini agak kurang baik, akibat curah hujan di pertengahan sampai akhir bulan Juni mencapai 200 ml. Seharusnya tidak sampai 100 ml lebih, mentok di angka 100ml. 

Keadaan ini sangat mengganggu dan mempengaruhi tanaman tembakau. Banyak tahapan yang harus dilalui petani tidak dilakukan karena curah hujan masih tinggi, akhirnya mundur. Konsekuensinya pertumbuhan daun tembakau tidak bagus. Kalaupun seumpama tahapan tersebut tetap dilakukan saat curah hujan masih tinggi, dampaknya tanaman tembakaunya akan membusuk dan bisa mati.  

Salah satu contoh tahapan yang urung dilakukan petani di bulan juni, yaitu pemotongan daun yang diprediksi tidak bagus pertumbuhannya. Petani tidak berani memotong daun tersebut karena curah hujan masih tinggi, kalau dilakukan, maka tanaman tembakaunya dipastikan akan membusuk. 

Sehingga pemotongan daun tersebut di mundurkan hingga curang hujan berkurang. Di tahun ini rata-rata petani melakukan pemotongan daun tidak produktif di awal  hingga pertengahan bulan Juni, sehingga kembang daun tembakau sudah muncul. Keadaan pemotongan daun tidak produktif setelah kembang muncul menjadi kurang baik untuk pertumbuhan daun tembakau. Akan tetapi lebih baik dari pada pemotongan daun tidak produktif saat masih hujan, bisa berakibat fatal kata Pak Slamet. 

Selain itu, harusnya di bulan pertengahan bulan Juni juga ada tahapan pemupukan, karena curah hujan masih tinggi, pemupukan diurungkan. Karena, kalau pemupukan dilakukan masih ada hujan, tentu pemupukannya sia-sia, sebab pupuknya akan terbawa air, penjelasan Pak Slamet lagi.   

Akibat salah prediksi cuaca di bulan Juni ini, sangat mempengaruhi terhadap kualitas dan kuantitas tembakau petani Temanggung pada umumnya. Berbeda dengan prediksi cuaca tahun 2020 yang mendekati kebenaran dengan perkirakan normal, dan curah hujan tinggi diprediksi di bulan Oktober. Hasil tanaman tembakau Temanggung sangat bagus, dari kualitas dan kuantitasnya. Panen raya dan pembelian tembakau normal dan lancar di bulan Juli hingga Desember. 

Tahapan pertanian tembakau memang mengandalkan prakiraan cuaca, sedangkan cuaca sulit diprediksi dan ditentukan. 

Walaupun demikian, selama tembakaunya masih menunjukkan karakter Temanggung asli akan tetap terserap pabrikan rokok. Masalah harga menyesuaikan kualitasnya. Karena pabrikan rokok pun membutuhkan tembakau yang harga murah, akan tetapi tetap berkarakter Temanggung untuk olahan rokok kelas bawah. 

Apalagi saat ini muncul banyak pabrikan kelas bawah yang hanya mampu membeli tembakau murah namun tetap mempunyai karakter (tidak asal-asalan). 

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
mm
Seorang santri dari Kudus. Saat ini aktif di Komite Nasional Penyelamatan Kretek (KNPK).

Comments are closed.

More in:PERTANIAN