PERTANIANTingwe

Pasar Tembakau Tanjungsari Sumedang Layak Dijuluki Bremen-nya Jerman

Kalau Jerman punya Bremen, Medan punya akar sejarah tembakau yang kuat, tapi Jawa Barat istimewa. Ada Mole dan pasar tembakau Tenjungsari, Sumedang.

Jawa Barat adalah salah satu penghasil tembakau dengan kualitas terbaik di Indonesia. Bahkan, banyak orang menyebut, provinsi ini terbaik penghasil tembakau terbaik kelima di dunia.

Lumbung penghasil tembakau di Jawa Barat terdapat di 5 kabupaten yaitu, Sumedang, Garut, Kabupaten Bandung, Majalengka dan Kuningan. Di beberapa wilayah lain juga menanam tembakau, tetapi lahannya, kisaran, 30-170 hektar, sementara 5 daerah itu memiliki lahan tanam pada kisaran 4 ribu hektar dengan sistem tiga kali musim tanam.

Jika musim panen, tiap hektar, untuk varietas mole, lahan bisa menghasilkan 1,2 ton. Sementara untuk jenis lainnya, misalnya tembakau hitam dan krosok, bisa menghasilkan 1,4 hingga 2,2 ton.

Yang menarik, di Jawa Barat memiliki pasar tembakau besar yang menunjang serapan tembakau petani dan roda perekonomian berputar kian cepat. Ialah Pasar Tembakau Tanjungsari. Pasar ini dekat dengan Alun-alun Tanjungsari, kira-kira jaraknya hanya 50 meter saja. 

Memasuki pasar ini, kita akan disambut dengan semerbak bau tembakau dan tumpukan-tumpukan tembakau iris di setiap ruko yang menggugah selera. Bagi penikmat tingwe yang mencintai tembakau-tembakau soft, ini adalah surganya.

pasar tanjungsari sumedang

Transaksi tembakau di Pasar Tanjungsari, Sumedang. (foto: beritabaik.com

Tembakau yang tersedia di pasar ini beragam dan berasal dari berbagai daerah penghasil tembakau di luar Jawa Barat seperti Temanggung, Jember, Madura atau Lombok. Tetapi didominasi oleh tembakau-tembakau dari Jawa Barat sendiri seperti, Darmawangi, Bantarujeg, tembakau Garut, dsb.

Tidak perlu khawatir, tembakau di sini bisa menyesuaikan kekuatan sakumu. Mau cari yang murah, ada. Mau cari yang mahal, bahkan tak pernah terpikirkan harganya, juga ada. Tetapi, rata-rata tembakau di sini amat sangat ramah terhadap perokok-perokok nanggung duitnya seperti kita ini. Hanya dengan modal 5-10 ribu, kita bisa bawa pulang tembakau Mole khas Jawa Barat. Berarti perasapan juga aman sekira seminggu.

Sayangnya, pasar ini hanya beroperasi 2 kali dalam seminggu. Meski demikian, Pasar Tembakau Tanjungsari layak disebut Bremen-nya Indonesia. 

Mole adalah jenis tembakau paling laris 

Jika kamu penghayat tingwe yang soft dan wangi, jenis Mole adalah salah satu pilihan yang paling tepat. Tembakau ini menjadi ciri khas tembakau Jawa Barat. Tembakau ini dirajang tipis dan rapi. 

Di pasar ini, tembakau mole tidak dijual per kilogram melainkan berdasarkan lempengan. Harganya berkisar 50-235 setiap lempengnya. 

Alasan lain yang membuat tembakau Jawa Barat itu menjadi mahal lantaran tembakaunya sudah punya spesifik lokal. Makanya, bila dibandingkan dengan tembakau dari daerah lain, tembakau Jawa Barat memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.

Bagaimana, kapan kita belanja ke sana?

 

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
Rinanda
Hobi jalan-jalan dan jajan. Bercita-cita punya butik.

    Comments are closed.

    More in:PERTANIAN