habib bahar perokok santun
PabrikanREVIEW

Habib Bahar, Perokok Berat dan Santun yang Mengagumkan

Di balik cara dakwah tegas dan blak-blakan, Habib Bahar ternyata perokok santun yang amat mengagumkan.

Terlepas dari segala kontroversi yang dicitrakan media selama ini, Habib Bahar nyatanya orang yang begitu mencintai NKRI. Beliau memilih cara yang agak berbeda, seperti analogi yang ia jelaskan, untuk mencapai 10 bisa tempuh dengan 9+1, 8+2, 3+7 dan seterusnya.

Obrolan Habib Bahar dan Refly Harun di Youtube menjadikan orang-orang bisa menilai Habib Bahar lebih dekat, tentu saja harus menanggalkan dulu segala persepsi yang selama ini telah melekat di kepala masing-masing.

Habib Bahar adalah perokok berat, siapapun tahu itu. Ia juga perokok santun yang menghormati orang-orang di sekitarnya. Misalnya saja, dulu kita bisa melihat ketika Habib Bahar dijemput kembali ke jeruji besi di Lapas Gunung Sindur. Dari video 51 detik yang viral itu, merekam percakapan dengan petugas yang menjemputnya. Habib Bahar tidak melawan sama sekali, ia hanya meminta izin untuk menikmati sebatang rokok sebelum petugas membawanya. 

Hal ini menunjukkan betapa santunnya Habib Bahar dalam merokok, ia mungkin tidak follow instagram @boleh_merokok tetapi ia mengamalkan dan mencontohkan bagaimana akhlakul karimah seorang perokok.

Habib Bahar bicara hukum merokok

Di salah satu pengajiannya, Habib Bahar membahas ihwal hukum merokok. Menurutnya pendapat ulama tentang rokok adalah khilafiyah. 

“Rokok, ada yang bilang haram, ada yang bilang makruh. Kita ambil makruh saja, karena saya merokok. Kenapa rokok makruh? Karena rokok makruh menyebabkan bau mulut, seperti bawang, jengkol, petai. Itu makruh. Tetapi rokok yang makruh hukumnya bisa berubah menjadi haram. Apa yang mengharamkan? Waktu, tempat dan keadaan,” ujarnya.

Baca juga:  Perokok Berat dari Mataram Itu Bernama Sultan Agung

Ia menjelaskan, terkait dengan waktu, misalnya saat baca maulid kita merokok, maka hukum merokok menjadi haram. Terkait tempat, misalnya merokok dalam masjid. Masjid adalah tempat yang muliah. Kemudian, jika kita merokok tidak peduli keadaan bisa menjadi haram, misalnya merokok di dekat ibu-ibu yang sedang membawa anak.

Dari sini, kita bisa melihat bagaimana Habib Bahar benar-benar seorang perokok santun yang merokok dengan akhlakul karimah. Sebab perokok santun akan selalu memastikan, setidak-tidaknya 3 hal yang telah disebutkan Habib Bahar di atas.


Baca: Dalil-dalil Merokok


Sebab merokok, Habib Bahar tidak bermimpi Nabi

habib bahar menikmati rokok

Selain kesantunan dalam merokok, kita perlu mengagumi kejujuran Habib Bahar dalam mengakui sesuatu. Kembali kepada wawancara dengan Refly Harun, saat Habib Bahar ditanya apakah pernah bermimpi bertemu Rasulullah? Dengan tegas Habib Bahar menjawab “Belum pernah, karena rokok”.

“Yang paling dibenci oleh Nabi Muhammad, walau saya perokok berat, rokok paling dibenci. Bahkan dalam kitab almawahib dikisahkan, ada namanya Habib Ali al Habsyi, pengarang Maulid Simtudduror, beliau ini mendapatkan maqom kewalian melihat Rasulullah dalam keadan sadar, bukan hanya mimpi. Satu waktu beliau melihat Rasulullah di Tarim mau masuk ke rumah orang, ketika Rasulullah mau masuk ke rumah orang itu, tidak jadi. Habib ali bertanya, ‘Ya Rasulullah, kenapa Engkau mau masuk kemudian keluar lagi?’ lalu kata Rasulullah, ‘Aku mau masuk sebab dibacakan maulid, ketika aku mau masuk ada orang di kantongnya ada tembakau, jadi saya tidak jadi masuk,” jelas Habib Bahar.

Cerita ini, menurut Habib Bahar bisa dijadikan fadhailul a’mal. 

Dari penggalan-penggalan ini, kita memang patut mengacungkan kedua jempol kepada Habib Bahar. Ia adalah perokok santun yang patut kita teladani bersama. 

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
Meita Eryanti
Former Apoteker Pendamping at Mayapada Hospital

Comments are closed.

More in:Pabrikan