cara memilih tembakau
Tingwe

Begini Cara Memilih Tembakau untuk Tingwe

Cara memilih tembakau untuk tingwe itu gampang asal kita tahu tekniknya!


Tingwe atau melinting rokok sendiri bukan sekedar membuat rokok sendiri kemudian dikonsumsi. Ada keunikan tersendiri, yang tanpa disadari membutuhkan pengalaman dan jam terbang dalam memilih tembakau. Tembakau sendiri punya jenis dan karakteristik yang berbeda-beda. 

Menentukan membeli tembakau yang cocok untuk tingwe sesuai selera dikata mudah ya mudah, dikatakan sulit ya sulit. Ada tiga tipe orang dalam membeli tembakau, pertama; orang yang tidak pilih-pilih jenis tembakau. Artinya, tidak ada tujuan atau rencana di awal mau membeli jenis tembakau tertentu, cenderung membeli tembakau yang ada di depannya tanpa pertimbangan tertentu.    

Kedua; ada orang setengah fanatik dengan jenis tembakau tertentu. Tipe ini, sudah punya rencana membeli tembakau jenis tertentu, tetapi setelah tidak menemukan apa yang dituju, ia tetap membeli tembakau jenis lain. Dan biasanya keputusan membeli tembakau yang punya kemiripan dengan jenis tembakau tujuan awal.

Ketiga; orang fanatik jenis tembakau tertentu, kalau tidak tembakau jenis sesuai selera tidak mau dan tidak membeli. Ia memilih mencari tembakau sesuai selera di tempat lain, bahkan bisa jadi berpindah-pindah tempat hingga ketemu jenis tembakau yang diinginkan. Jika mentok tidak ada, baru membeli jenis lain dengan terpaksa untuk sementara. 

Begitu juga tembakau, banyak varian, jenis dan karakternya. Dalam satu kota jenis tembakaunya pun lebih dari dua varian. Tapi biasanya, bagi pecinta tingwe menamai tembakau cukup kotanya. Tembakau Madura, Bojonegoro, Temanggung, Deli Serdang dan lain sebagainya.

Rata-rata pecinta tingwe dalam penentuan tembakau enak dan tidak perspektif dirinya sendiri hanya berpatokan tulisan merek dalam kemasan, dan kata penjual. Kemudian yang agak berpengalaman melihat warna dan aroma yang keluar saat dicium. 

Sebetulnya mutu tembakau tidak cukup dengan itu semua, harus juga dengan pengetahuan yang lain, seperti karakter tembakau saat dipegang dan dikepal. Bahkan kalau ingin betul-betul mengetahui detail, melihat ketebalan tembakau, serat atau tenunan dalam daun dan lain sebagainya.

Bagi pecinta tingwe tak usah bingung, ada tips memilih tembakau sesuai selera. Memang Tips ini sangat sederhana dan mudah dipelajari, semoga bermanfaat terlebih bagi pemula pecinta tingwe.  

Lihat warnanya

warna tembakau

Warna menunjukkan asal genetis atau sifat dasar daun tembakau. Ambil contoh warna kuning limau (lemon yellow) hingga kuning mas, kuning agak ke orange pada umumnya warna tembakau jenis kosok. 

Warna bisa sebagai petunjuk mutu tembakau setelah proses curing. Dengan warna pula bisa sebagai alat identifikasi awal memprediksi rasa. Warna kuning cerah pada umumnya cenderung tergolong tembakau ringan, sedangkan kuning gelap cenderung tembakau rasa berat. Semakin warna tembakau cerah, semakin ringan, sebaliknya semakin gelap semakin berat. 

Yang dimaksud rasa ringan atau berat mengertinya saat dihisap. Semakin cerah semakin enteng saat dihisap, semakin gelap semakin berat. Tembakau yang berwarna cerah, kandungan minyak misrinya sedikit, berbeda dengan warna gelap kandungan minyak misrinya banyak. 

Semua tergantung selera, jika menginginkan kemantapan rokoknya, pilihlah tembakau yang warnanya gelap. Sebaliknya, jika pecinta rokok ringan pilihlah warna tembakau kuning cerah atau coklat cerah.  

Pegang dan kepal tembakaunya

mengepal tembakau

Metode ini, juga bisa memprediksi jenis tembakau. Saat dipegang dan dikepal, tembakau menggumpal (tidak langsung pudar), maka bisa dibilang jenis tembakau yang banyak kandungan minyak misrinya. Ketika dibuat rokok pada umumnya agak berat dan mantap hisapannya. Beda dengan tembakau ketika dipegang dan digepal kemudian kepalan tangan dilepas tembakau pudar (ambyar), maka tembakau tersebut kandungan minyak missrinya sedikit dan tidak berat hisapannya. 

Cium aroma tembakau

aroma tembakau

Aroma tembakau muncul setelah lepas dari curing. Memang keluarnya bau tembakau, biasanya memerlukan waktu dan perlakuan, seperti dikeringkan hingga daun betul betul terlihat warna paling gelap. 

Aroma tembakau muncul setelah ada perlakuan, masuk dalam kategori tembakau bagus. Tapi kalau saja aroma yang muncul bau barang yang lain (bukan bau tembakau), bisa dikata panen kualitas tembakau jelek. Atau bisa dibilang “jamuran dan puturen”. 

Semakin bau tembakau menyengat semakin bagus kualitasnya dan mantap hisapannya bagi perokok senior. Beda bagi perokok yunior biasanya pilih tembakau yang ringan saat dihisap. Jadi bagi pemula, dianjurkan pilih tembakau yang baunya tidak begitu menyengat atau tembakau yang sama sekali tak berbau, karena 

Perlu diketahui, tembakau termahal di Dunia dinamakan “srintil” asal dari daerah pegunungan Kabupaten Temanggung. Harga perkilonya mencapai jutaan rupiah. 

Karakter tembakaunya mengandung banyak minyak misri. Warnanya sampai hitam pekat, baunya sangat menyengat. Ibarat satu kepal ditaruh ruangan, maka baunya sudah keluar dan tercium menyengat. Jenis tembakau srintil terbagus kalau didiamkan, maka minyaknya bisa sampai mengalir keluar. 

Tembakau jenis srintil ini tidak sembarang tempat di Temanggung dapat memproduksi. Dengan kearifan lokalnya. Hanya bisa muncul di daerah pegunungan. 

Ilmiahnya, tembakau srintil keluar di daerah yang terkena sinar matahari pertama kali, hidup di tempat yang tidak terlalu banyak air, kalaupun ada air seperti hujan, airnya langsung hilang. Kalaupun saat terik matahari menyengat (kemarau) masih terdapat air embun di malam hari. Mitosnya, jika pertanian tembakau dilewati sinar di malam hari saat mau panen, maka menjadi kebiasaan tanaman tembakaunya akan muncul jenis srintil. 

Perlu diingat-ingat, jangan sekali-kali membuat tingwe berbahan tembakau srintil kualitas wahid, dijamin deh anda kayak makan makanan yang super pedas. Setelah memakan makanan tersebut diujung ubun-ubun kayak ada yang mau keluar. 

Selain itu, dengan kearifan lokal Kabupaten Temanggung, hasil tembakaunya yang asli dari Temanggung dengan bibit “kemloko 1 dan 2, secara kualitas dan mutu tembakau terjamin. Dan harganya lebih mahal dari jenis tembakau lainnya dan tembakau dari daerah lainnya. 

Perbandingan harga semisal tembakau biasa perkilo 25 ribu, tembakau Dili mencapai 45 ribu, tembakau temanggung sudah 55 ribu yang mutu biasa dari tegalan/sawah dataran rendah, sedangkan jenis srintil minim ratusan ribu sampai jutaan per kilo gramnya. 

Jadi, kalau pecinta tingwe menginginkan tembakau, lebih baik beli tembakau temanggug tegalan/sawah di dataran rendah. Selain harganya relatif terjangkau, warnanya tidak begitu gelap, baunya tidak begitu menyengat, kalau di pegang dan dikepal kemudian dilepas setengah terkumpul dan agar pudar sedikit. Tembakau ini, jenis tembakau tengah-tengah antara yang enteng dan yang berat saat dihisap.