Lawan Layu Fusarium pada Tembakau dengan Jakaba Ala Aba Junaidi Sahidj

Layu Fusarium tembakau

Bagi petani tembakau, layu fusarium atau busuk batang, kerap menjadi momok menakutkan. Serangan jamur ini sulit untuk dikendalikan, akibatnya bisa membuyarkan harapan untuk mendapatkan panen terbaik, bahkan menyebabkan kerugian.

Pohon tembakau terkena layu fusarium
Pohon tembakau terkena layu fusarium

Gejala umum akibat serangan jamur yang diakibatkan oleh jamur Fusarium oxysporum f.sp.nicotianae ini dimulai ketika satu atau dua daun berubah kekuningan, lantas mulai mengering, terkadang pucuk mengalami perubahan bentuk karena pertumbuhan terhambat. Pada pangkal batang dan garis pembuluh berubah berwarna coklat. Pada kondisi lembab akan menunjukkan miselia putih yang mudah terkelupas.

Karakteristik Jamur Fusarium oxysporum memiliki beberapa strain dari inang yang berbeda. Kemampuan jamur ini bertahan dalam waktu yang sangat panjang dalam bentuk Khlamidospora dan mampu bertahan hidup sebagai saprofit dari sisa-sisa tanaman atau bahan organik lainnya. Karenanya, setiap lahan yang terkena serangan layu fusarium perlu makin ketat dalam menjaga tanaman agar tidak menyebar ke pohon yang sehat.

Pohon tembakau layu
Pohon tembakau layu

Namun, ada kabar baik dari Situbondo. Praktik yang dilakukan oleh Aba Junaidi Sahidj, petani tembakau yang menemukan Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi) mengungkapkan bila tanaman tembakau yang terkena serangan layu fusarium bisa punya harapan dengan kocor Jakaba.

Hal ini salah satunya pada tahun 2021 silam, Ketika Aba Junaidi mendapati tembakau miliknya layu setelah terkena hujan lebat dan air sempat merendam lahan tembakaunya. Dia yang mulanya putus harapan kemudian keesokan harinya mencoba memberikan kocor air Jakaba dengan dosis 1 : 16 liter air bersih. Air itu kocorkan di bagian perakaran.

Pengocoran
Pengocoran

Hasil membaik terlihat setelah sepekan setelah kocor air Jakaba. Daun-daun yang terkena serangan ada yang tidak terselamatkan, namun daun-daun lainnya yang belum terkena serangan masih bisa tumbuh dengan baik.

Di samping penanganan dengan kocor air Jakaba, cara pengendalian sebaiknya dilakukan yakni dengan:

  1. Rotasi tanaman untuk mengurangi sumber inoculum,
  2. Mengunakan fungisida yang diberikan saat pembibitan dan 4 minggu setelah tanam,
  3. Membersihkan alat-alat pertanian untuk menghindari tersebarnya jamur,
  4. Membongkar tanaman yang tidak dapat diselamatkan kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar agar tidak menjadi simber inoculum,
  5. Rajin mengendalikan nematoda, dan
  6. Menggunakan varietas yang tahan.
jakaba
Seminggu setelah tanam. Masih ada daun yang berwarna coklat. Namun daun-daun lain masih bisa tumbuh dengan baik

jakaba aba sahidj

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun