Hikayat Daun Beluntas di Pabrik Rokok Gudang Garam

daun beluntas gudang garam

Daun Beluntas menghiasi kawasan pabrik Gudang Garam sejak dulu. Daun Beluntas menjadi saksi sejarah perjalanan pabrik rokok Jawa Timur ini.

Jika Anda sempat melewati bangunan pabrik rokok Gudang Garam di Kediri, di antara bangunan pabrik dan gudang tembakaunya, Anda akan mendapati tanaman perdu Pluchea indica (L), yang bagi orang Jawa dikenal sebagai beluntas atau beluntas. 

Sejak berdirinya rintisan pabrik rokok Gudang Garam di tanah seluas 1.000 meter persegi hingga sekarang, tanaman beluntas menghiasi kawasan pabrik ini. “Dulu, taman di unit-unit produksi dan perkantoran dihiasi tanaman beluntas,” kata Adnan, pensiunan karyawan PT Gudang Garam, seperti yang dikutip kediripedia.com. 

Menurut lelaki 64 tahun yang sejak mulai bekerja di PT Gudang Garam tahun 1972 hingga pensiun tahun 2006 sebagai mandor, beluntas menjadi pandangan utama. Meskipun seiring dengan penataan kawasan pabrik mulai ada penambahan berbagai jenis tanaman yang ditaruh dalam pot-pot besar, tapi beluntas tetap mudah ditemui. 

Penanaman beluntas besar-besaran di lingkungan pabrik konon dipicu sebuah peristiwa pada suatu sore, di saat para pekerja linting hendak pulang. Surya Wonowidjojo, Tjoa Ing Hwie, yang sedang melintas di sekitar pabriknya melihat banyak buruh wanita berhenti di sekitar tanaman beluntas. Mereka meramban pucuk daun muda, lalu memasukkan ke dalam tas. 

Setiap hari, tangan-tangan yang seharian bergelut dengan linting-melinting rokok, menyudahi sore dengan meramban daun beluntas. Setelah mengobrol dengan pekerjanya, lelaki kelahiran Fukien, Cina itu jadi tahu bahwa daun beluntas akan dimasak sesampainya para buruh di rumah. Ada yang dijadikan lalapan, diolah jadi botok, atau jari trancam yang dicampur dengan sayur-sayuran yang biasa dipakai sebagai menu pelengkap bumbu pecel. 

Setelah tahu karyawannya setiap hari meramban luntas, Surya lantas memerintahkan agar penanaman beluntas diperluas. “Beliau selalu ingin menyenangkan karyawan, salah satunya ya dengan menyediakan lutas sebanyak-banyaknya,” terang Adnan.

 Sejak itu, tumbuhan berwarna hijau terang sehingga mudah dikenali dari jarak pandang terjauh sekalipun itu terus meruyak ke lingkungan pabrik. Tidak hanya di tama, tapi juga berkembang ke pagar-pagar di luar pabrik.  

Menurut Adnan, tanaman berbau khas dengan rasa getir itu juga bermanfaat meningkatkan nafsu makan. Bau-bau tidak sedap yang ada di dalam tubuh pun sirna. Mulai dari bau mulut hingga bau badan. “Juga dipercaya bisa meredakan demand an berbagai gangguan kesehatan lainnya,” kata Adnan yang kini menjabat sebagai Ketua RT 21/RW 04, Desa Dokok, Kecamatan  Ngasem, Kabupaten Kediri. 

Dengan khasiat daun beluntas, tentu sangat masuk akal jika Surya mendorong karyawannya terus memetik daun tumbuhan yang dalam bahasa Cina disebut Luan Yi. Para pekerja terjaga kesehatanya, dan kegemaran menikmati rasa getir dari daun beluntas juga terpenuhi. Hati pun riang bekerja pun sedang.  

Sepeninggalan Suryo Wonowidjojo yang wafat pada 28 Agustus 1985, pelestarian daun beluntas tetap dilakukan. Dan sampai sekarang tetap menjadi konsumsi bagi 36,400 orang yang bekerja di PT Gudang Garam TBK

Sumber: kediripedia.com

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun