Sejarah Manfaat Tembakau

sejarah manfaat tembakau

Sejarah manfaat tembakau dimulai saat manusia menemukan keajaiban emas hijau ini, dari manfaat ekonomi hingga “pernah” sebagai obat. 

Banyak versi yang menerangkan asal usul tembakau dan persebarannya di dunia. Salah satunya banyak orang mempercayai jika tembakau secara luas budidayanya di Meksiko sejak 5000 – 8000 tahun yang lalu. Bersama jagung, tembakau digunakan secara luas pada masa itu sebagai bagian kehidupan di masa peradaban saat itu. 

Pada mulanya tembakau dikenal sebagai obat untuk mengobati penyakit keseharian seperti sakit gigit, mengurangi rasa sakit, membalut luka. Para penjelajah Eropa di wilayah Amerika Selatan saat itu pun bahagia mendapatkan hadiah tembakau ketika singgah di tempat penduduk asli di sana. Tidak lama kemudian, mereka memperkenalkan tembakau di Eropa.

Ketenaran tembakau sebagai sesuatu yang ajaib pun tersebar tidak hanya di Eropa. Hingga saat ini tembakau adalah tanaman non pangan yang terbanyak dan terbesar di budidayakan di dunia. Lebih dari 120 negara di dunia telah menanam dan masih membudidayakan tembakau untuk berbagai keperluan. Menurut para ilmuwan, jenis tembakau di dunia saat ini lebih dari 75 spesies. Beberapa asli Amerika dan beberapa asli Australia.

Sejarah Manfaat Tembakau, Tembakau Sebagai Obat Penyakit Berbahaya

Nah dari lintasan sejarah yang ada, sejarah manfaat tembakau bisa terlihat dari banyak orang yang memanfaatkannya untuk berbagai keperluan. Beberapa manfaat ang populer adalah potensi terapetik dari tembakau yang ampuh mengtasi demensia, stroke, diabetes, dan arthritis. Harga yang terjangkau, menjadikan tembakau semakin populer sebagai obat dalam keseharian hidup masyarakat dunia.

Masyarakat dunia telah lama menggunakan tembakau sebagai obat untuk melawan dan meredakan alergi. Biasanya tapal daun tembakau dibersihkan, dan dicuci lalu digunakan untuk mengoleskan pada kulit yang terkena radang. Olesan ini dianggap berhasil meredakan gatal dan nyeri yang ada. Secara medis, tembakau mengandung nikotin yang mengeluarkan anti alergi atau alergen yang mampu memperbaiki kondisi kulit dan memulihkan luka, gatal dan nyeri yang ada.

Di sisi lain, pada hidung atau saluran hidung. Masyarakat di masa lampau menggunakan untuk membersihkan saluran hidung. Jadi, tembakau adalah obat rumahan yang murah meriah dan mudah didapatkan. Termasuk, digunakan oleh pengguna penderita asma dan tuberkulosis untuk bernafas lebih baik.

Pun masyarakat asli Amerika saat itu menggunakan tembakau untuk obat masuk angin. Caranya sangat sederhana. Mereka merebus daun tembakau sampai keluar uap. Uap air rebusan tembakau inilah mereka hirup sebagai obat. Cara lain yang digunakan selain merebus, adalah dengan cara mengasapi daun tembakau. Pengasapan daun tembakau ini dipercaya mampu membersihkan paru-paru.

Kandungan anabisine dalam daun tembakau mampu bekerja sebagai stimulan yang mabuk jika dikonsumsi dalam dosis kecil. Dan akan menjadi anti depresan jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Kandungan anabasine inilah digunakan masyarakat luas untuk mengatasi sakit tenggorokan, sakit kepala, demam, nyeri, masuk angina, pengusir serangga, obat gatal, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya. 

Terlepas dengan segala pro dan kontra, terlepas dari penelitian mutakhir yang ada, jejak sejarah penggunaan atau pemanfaatan tembakau dalam kehidupan sehari-hari ternyata sangat luas. Tidak hanya untuk rokok saja ya Sob. Bagaimana pendapatmu? Tulis di kolom komentar.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun