tembakau tambeng
Tingwe

Tembakau Tambeng, Primadona Tembakau Tingwe

Tembakau Tambeng merupakan varian tembakau yang paling prestius bagi kalangan penikmat tingwe (linting dewe). Menghisap tembakau ini bisa menjadi kebanggan tersendiri bagi penikmatnya. Sebab, harganya mahal dan mencari yang asli pun sulit. 

Tembakau ini dihasilkan dari tanaman tembakau di desa Tambeng, Kecamatan Besuki, Situbondo. Suatu kawasan yang dulu pernah menjadi pusat pemerintahan Belanda untuk mengelola Karesidenan Besuki. 

Seperti namanya, tembakau tambeng berarti ‘kerreng’ dalam bahasa Madura, artinya sama ‘nakal’ atau ‘keras’. Ya, tembakau super ini memang memiliki aroma yang kuat. Terlebih lagi bila sebelum menikmatinya tembakau telah tersimpan lama. Dengan begitu aroma gurih manis dengan paduan coklat akan keluar. 

Kekuatan aroma tembakau ini cukup pekat. Mungkin malah lebih pekat ketimbang tembakau-tembakau yang tumbuh di tanah sawah Temanggungan.

Belakangan tembakau ini memiliki kategorisasi berdasarkan tekstur dari pola rajangan. Selain itu, pemisahan karakteristik  juga terjadi yakni varian coklat yang berpadu padan dengan aroma nangka. 

Tembakau tambeng menjadi salah satu andalan Situbondo, selain ada lagi tembakau kayumas yang produksinya lebih banyak. 

Dulunya, tembakau dari Situbondo ini hanya terkenal di kalangan penikmat tingwe yang usianya telah sepuh. Namun, karena naiknya harga rokok bermerek yang legal membuat perokok pun mencari alternatif untuk merokok dengan harga yang lebih murah. 

tembakau enak tingwe tambeng

Tingwe dan Tembakau Tambeng salah satu solusinya. 

Kini, tembakau satu ini tak hanya dinikmati orang usia sepuh yang terbiasa tingwe. Namun juga mereka dari kalangan muda. Cita rasanya yang khas dan susah mencarinya adalah satu dari sekian alasan, kenapa tembakau ini begitu istimewa di kalangan para penikmat tembakau tingwe.

Satu ons tembakau enak ini cukup merogoh kocek Rp145 ribu. Cukup dengan uang segitu, logistik ngebul aman selama berminggu-minggu. Bila berbanding dengan rokok bermerek uang yang sama palingan hanya cukup untuk membeli 7 bungkus rokok kelas I. 

Tembakau tambeng bisa menjadi alternatif bagi para penikmat kretek yang mencari sensai tembakau dengan isap yang pekat, tentu saja harganya juga tidak membuat kantong Sobat Kretekus jebol. Dengan harga segitu, Sobat Kretekus bisa ngebul sebulan penuh.

Jadi, pilih tingwe atau mempertahankan rokok bermerek dengan banderol cukai tinggi, Sob?