Cukai Rokok 2023, Ucapan ‘Angin-anginan’ Sri Mulyani dan Kroninya

cukai rokok 2023

“Cukai rokok untuk 2023 sedang disiapkan ya. Nanti kalau sudah jadi, pokoknya ikutin nanti ya.”

Begitulah ujar Sri Mulyani ketika ditanya jurnalis Katadata.co.id. Jawaban yang standar, tapi rasa-rasanya ada keangkuhan di dalamnya. 

Sri Mulyani tidak menjawab dengan tegas perihal kenaikan tarif cukai rokok 2023. Namun kalimat yang ia lontarkan terdengar intimidatif jika didengar hingga telinga masyarakat. 

Sejak cukai konsisten naik tinggi, sebenarnya IHT sudah hampir kehabisan nafas untuk berlari memenuhi target cukai yang ditetapkan negara. Ditambah lagi peraturan-peraturan eksesif lainnya, tentu semakin lengkap menambah daftar kesengsaraan.

Petani-petani sudah murung dan bingung, kenapa tembakau-tembakau mereka tidak terbeli. Pabrikan memeras otak untuk menemukan cara bertahan, demi menghidupi buruh dan membeli tembakau petani dengan harga yang menyejahterakan.

Namun tampaknya Sri Mulyani terus pura-pura bebal untuk memahami segala persoalan di bawah. Di kepalanya hanya terukir bagaimana negara bisa mendapatkan pemasukan yang besar, hanya bermodal kebijakan dan print-printan pita cukai. 

Sehingga kalimat-kalimat persoalan kenaikan cukai rokok yang keluar dari mulutnya, terasa amat intimidatif. Dia seakan angkuh karena merasa nasib IHT berada di tangannya dan tergantung berapa angka yang disahkan.

Suara kritik yang sampai telinganya, tak ubahnya kentut yang perlu dihindari sejauh-jauhnya.

Angin-anginan Statemen Ditjen Bea Cukai

petani tembakau sedang panen

Sekilas, apa yang diucapkan Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Ditjen Bea Cukai Kemenkeu, Nirwala Dwi Heryanto, terasa pro IHT dan masyarakat kecil. Soal kenaikan cukai rokok 2023, menurutnya, pemerintah akan mempertimbangkan berbagai soal dan memperhatikan kondisi ekonomi.

Nirwala sepertinya benar-benar paham kalo efek samping kenaikan cukai rokok membikin pabrikan rokok dalam negeri gulung tikar. Jika gulung tikar, maka efek berantai pun akan terjadi; buruh tidak kerja, petani nelangsa, pengangguran merajalela, dan bahaya negara tidak lagi punya sumber pemasukan besar.

Namun sialnya, statement angin-anginan yang soft ini adalah gaya pejabat untuk menenangkan publik. Ending ya kita sama-sama tahu apa yang bakal mereka lakukan.

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai seorang perokok? Apalagi selain menyuarakan senyaring-nyaringnya. Sekuat-kuatnya.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun