tembakau violin indonesia
Tingwe

Tembakau Violin Dicintai Anak Muda, Murah dan Irit, Rasa Bersaing dengan Marlboro

Tembakau violin jadi alternatif baru buat para kantong tipis. Bagaimana tidak, tembakau violin terkenal memiliki cita rasa yang khas, bahkan bisa bersaing dengan rasa rokok Marlboro.

Bila kamu mencoba, tembakau ini juga sangat gurih bila ditambah taburan cengkeh. Bisa dibayangkan, ngerokok tembakau ini, kamu bisa menikmati cita rasa rokok mahal sekelas Marlboro, bahkan lebih enak, namun tak bikin kantong jebol.

Satu lagi, jangan salah, meski belum sepopuler merk rokok putihan yang harganya sudah selangit itu, tembakau iris satu ini juga tak kalah keren.

Asal kamu tahu, tembakau violin mampu jadi solusi saat pabrik rokok cerutu, PT Taru Martani 1918, di Yogyakarta dihantam krisis.

Pihak Taru Martani, pada tahun 2010 kemudian mengganti dua jenis tembakau mundi victor dan drum yang harganya sudah tak terjangkau.

Tembakau mundi victor diganti dengan jenis van nelle. Kemudian tembakau drum diganti dengan violin.

Tembakau ini akhirnya menyasar target pasar anak muda, dengan kantong pas pasan, tapi cita rasa berkelas.

Tembakau iris ini mempunyai pasar terbesar di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan.

tembakau violin

Tembakau Violin Dongkrak Pendapatan Taru Martani

Dari Laporan Keuangan Taru Martani menyebutkan, penjualan produk cerutu sebelumnya berada di titik terendah antara tahun 2006-2009. 

Kejayaan Taru Martani yang dikenal dengan ekspor cerutu ke mancanegara hingga 70 persen dari total produksi harus beralih pada pasar lokal. 

Sebabnya penjualan cerutu ekspor dalam 10 tahun terakhir kurang menggembirakan.

Akhirnya, tembakau violin mampu kembali mempertebal pendapatan Taru Martani,  dari tahun 2010 sebesar Rp139 juta menjadi Rp 953 juta di tahun 2016.

Ingin coba menikmati tembakau satu ini? 

Tembakau ini memiliki tekstur yang lembut dan tak terlalu kering. Rasanya juga cocok untuk anak muda, sedikit nendang tapi harum. Harganya pun, sangat terjangkau di kantong anak muda, masih di bawah Rp 20 ribu.

Dengan harga segitu, tembakau ini bisa menjadi alternatif tetap ngebul di tengah kenaikan cukai dan harga rokok yang semakin melambung tinggi. Dengan 20 ribu saja, sudah bisa ngebul bersama teman-teman.