daun talas
PERTANIAN

Daun Talas, Inovasi Baru Pengganti Tembakau

Mengolah daun talas menjadi bahan baku rokok sepertinya menjadi inovasi termutakhir dunia persebatan. Hal ini terjadi lantaran kenaikan cukai rokok yang makin melejit. 

Baca: Kenaikan Cukai Rokok Memunculkan Inovasi Baru: Tembakau Daun Talas

Tahun 2023 tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) naik rata-rata sebesar 10 persen. Hal ini tentu berpengaruh terhadap pemanfaatan tembakau yang merupakan bahan utama dalam pembuatan rokok. Dalam pembuatan rokok terutama kretek, penggunaan daun tembakau mencapai 80 persen sedangkan sisanya yaitu cengkeh.

Akibat cukai rokok 2023 naik, penyerapan hasil tembakau dari para petani menjadi tidak maksimal. Ini akibat dari Industri Hasil Tembakau (IHT) harus mengurangi jumlah produksinya yang memaksa penyerapan tembakau dari petani berkurang. Hal tersebut  untuk menekan biaya produksi yang tinggi akibat kenaikan cukai rokok.

Di tengah kenaikan cukai rokok, muncul inovasi baru yang dari warga Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Jawa Tengah. Inovasi tersebut memanfaatkan daun talas dalam pembuatan rokok sebagai pengganti tembakau. Mungkin, inovasi ini bisa menjadi kabar baik bagi para perokok sekaligus memunculkan masalah baru kedepannya.

Sebab, daun ini belum terbukti menyehatkan tubuh seperti tembakau jika digunakan dalam pembuatan rokok. Munculnya inovasi baru ini mungkin karena isu dampak nikotin pada tembakau bagi Kesehatan. Selain itu, harga cukai rokok 2023 naik yang mengakibatkan semakin mahalnya harga rokok di pasaran bisa menjadi alasan lainnya.

Ulwan Hakim merupakan sosok inovasi baru yang memanfaatkan daun talas sebagai pengganti tembakau. Sebelum seperti sekarang, berbagai uji coba telah ia lakukan hingga akhirnya menemukan racikan yang menurutnya pas. Bahkan ia pernah bereksperimen membuat campuran dengan memakai daun pepaya, daun teh, hingga daun kopi.

varian tembakau

Rasa rokok

Daun talas sendiri memang memiliki banyak kandungan yang baik bagi tubuh seperti air, serat, protein, vitamin c, zat besi, dan juga berbagai mineral. Tetapi bagaimana jika cara konsumsi pada daun ini seperti rokok yaitu dengan membakar dan mengisapnya. Pada awal pembuatannya, Ulwan Hakim sendiri mengaku jika rokok daun talas ini kacau dalam urusan rasa.

Berbanding dengan tembakau, rasa daun ini sendiri pahit, getir, dan sengur yang sangat jauh dari ekspektasinya. Hingga pada akhirnya rasa tersebut bisa teratasi dengan racikan sejumlah rempah dalam pembuatan rokok dari daun talas ini. Terdapat 17 bahan rempah dengan daun ini untuk mendapatkan rasa yang lebih baik.

Pasar rokok daun talas

Rokok berbahan daun tersebut ini sudah dipasarkan di beberapa wilayah seperti Jawa dan Sumatera. Harga jual per bungkus rokok daun talas dengan isi 12 batang sangat murah, hanya Rp 5.000 mengingat tidak ada cukai seperti pada rokok berbahan tembakau. Sebelum dipasarkan, Ulwan Hakim juga telah berkonsultasi dengan pihak Bea dan Cukai bahwa produknya tidak mengandung tembakau.

Sehingga produk rokok berbahan daun talas ini tidak  cukai seperti pada rokok berbahan tembakau. Memang dalam aturan pemerintah sendiri, produk yang terkena pita cukai yakni rokok berbahan tembakau, vape, dan minuman beralkohol bukan dari daun talas. Respon dari masyarakat yang biasa merokok tentu sangat bervariasi dan banyak yang memberi apresiasi atau inovasi ini.

Hal ini tentu saja bisa menjadi alternatif bagi para perokok untuk menyiasati harga cukai rokok 2023 naik begitu tinggi. Karena distribusinya masih terbatas, mungkin belum banyak perokok yang bisa menikmati rokok berbahan daun talas ini. Selain itu, menurut Ulwan Hakim produksi rokok berbahan paling baru ini masih terbatas yaitu berkisar satu bal atau 200 pack.

Apakah kalian tertarik untuk mencoba?