logo boleh merokok putih 2

Merayakan Nikmatnya Rokok di Pagi Hari Saat Hari Raya Idul Fitri!

nikmatnya rokok idul fitri

Fakta merokok di pagi hari merupakan kenikmatan yang tiada tara, sudah dirasakan banyak orang. Aktivitas diawali dengan merokok akan menjadi hidup penuh semangat, produktif dan kaya inspirasi.

Selama Ramadan, tentu aktivitas merokok di pagi hari sambil berjemur hangatnya sinar matahari sudah tidak dilakukan. Apalagi sambil minum kopi atau secangkir teh hangat. 

Maka wajar bila di Hari Raya Idul Fitri, tepatnya sejak pagi hari, kerinduan akan rokok sudah tidak tertahankan.

Tentu kamu akan mudah menemukan masyarakat berangkat ke Masjid di pagi hari untuk shalat Idul Fitri sambil menikmati rokok. 

Bahkan, kesempatan rokok ini juga jadi simbol bahwa, “Saya sudah lebaran, dan mengakhiri puasa di bulan Ramadhan”.

Data menarik konsumsi rokok di momentum Lebaran Idul Fitri terjadi di Lampung.

Pengeluaran konsumsi masyarakat terhadap rokok di Lampung coba disandingkan dengan daging!

Tentu kebutuhan atau konsumsi rokok akan jauh lebih tinggi dibandingkan daging. Tapi sudah tidak heran sebab, memang banyak yang berupaya menyandingkan konsumsi rokok dengan isu kesehatan.

mengisap rokok terbaik di idul fitri

Kesimpulan yang diinginkan tentu agar orang berpikir, ternyata konsumsi daging untuk protein, gizi dan kesehatan tubuh hanya sedikit. 

Tapi jangan lupa, konsumsi daging berlebih justru jauh lebih berbahaya dibandingkan rokok.

Data Pemerintah Provinsi Lampung menyebut, dihitung dari pendapatan per kapita per bulan, konsumsi rokok rata-rata mencapai Rp 91.298, sementara konsumsi daging hanya Rp 24.538.

Bahkan di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung konsumsi rokok mencapai Rp 104.250 sementara daging Rp 15.175.

Dua komoditas tersebut tentu sering bertemu ketika Hari Raya Idul Fitri. Lantas mana yang lebih baik? 

Untuk merayakan hari kemenangan, tentu lebih baik menikmati makanan dengan lauk daging dan dilanjutkan dengan hisapan rokok. Kenikmatan merokok usai makan sudah tidak diragukan lagi. 

Kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi saling memaafkan di hari yang fitri. Tentu tetap dengan sebatang rokok di tangan!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Penulis

Artikel Lainnya