Musim Tanam Tembakau 2023: Sedikit Asa Petani Pantura di Tengah Polah Tingkah Pemerintah

Musim tanam tembakau tahun ini disambut dengan riang dan gembira oleh para petani di daerah Pantura seperti Pati, Rembang, Tuban dan lainnya.

Hari kelima Lebaran, petani di daerah Rembang sudah mulai sibuk mempersiapkan lahan untuk menanam bibit tembakau yang telah dipersiapkan selama bulan Puasa. Hal seperti ini juga terjadi di daerah lain seperti Pati, Tuban, dan wilayah Pantura lainnya. 

Cuaca yang mendukung tahun dan kenaikan harga tembakau musim lalu menjadi semangat tersendiri bagi para petani. Mereka menjemput musim tanam tembakau 2023 dengan optimisme, bahwa panen tahun ini akan lebih bagus ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Saya menyempatkan berbincang dengan beberapa petani tembakau di daerah Rembang, mereka mengaku optimis panen kali ini akan jauh lebih baik lantaran disebabkan beberapa hal:

Harga tembakau tahun lalu bagus

petani tembakau menanam

Ini adalah ungkapan yang selalu diucapkan para petani jika ditanya perihal optimisme mereka. Tahun lalu memang daerah Pantura diliputi musim yang tidak menentu, lebih banyak hujan ketimbang kering. Bobot tembakau pun menjadi lebih ringan, tetapi harganya lebih bagus ketimbang dua tahun sebelumnya.

Dua tahun sebelumnya, petani memang dihajar keadaan, mulai dari pranata mangsa yang tidak bisa ditebak dan pandemi covid yang memicu porak-porandanya perekonomian di desa, termasuk harga jual tembakau yang melorot tajam.

Selama dua tahun itu, petani berada di ambang putus asa yang sangat pedih. Saban hari berjibaku merawat tanam, ketika musim panen tiba dihadapkan pada kenyataan tembakau dibeli dengan harga murah.

Musim Kemarau Akan Panjang

kemarau 2023

Stasiun Klimatologi, Unit Pelaksana Teknis BMKG Provinsi Jawa Tengah, merilis perkembangan kondisi fisik dan dinamika atmosfer regional maupun global dan kecenderungannya mempengaruhi iklim di Jawa Tengah, sebagai berikut:

  • ENSO (El Niño Southern Oscillation) menunjukkan kondisi Netral dan diprediksi tetap Netral hingga pertengahan tahun 2023. IOD (Indian Ocean Dipole) menunjukkan kondisi Positif dan diprediksi Netral hingga bulan September 2023. SST (Sea Surface Temperature) Indonesia diprakirakan Normal hingga Hangat, untuk kondisi Hangat tersebut semakin meluas hingga September 2023.
  • Awal Musim Kemarau Tahun 2023 di wilayah Jawa Tengah umumnya diprakirakan terjadi pada bulan Mei 2023.
  • Awal Musim Kemarau Tahun 2023 paling awal terjadi pada bulan April Dasarian II (pertengahan April 2023) yang meliputi : Kota Pekalongan dan Kab. Rembang; sebagian wilayah Kab. Demak, Jepara, Kudus dan Pati; Kab. Pemalang bagian utara; Kab. Wonogiri bagian selatan; sebagian wilayah utara Kab. Pekalongan dan Blora; wilayah timur laut Kab. Tegal.
  • Awal Musim Kemarau Tahun 2023 paling akhir terjadi pada bulan Juni Dasarian II (pertengahan Juni 2023) meliputi : sebagian wilayah Kab. Purbalingga, Banjarnegara dan Wonosobo; Kab. Pekalongan dan Batang bagian selatan; wilayah tenggara Kab. Brebes dan Tegal; wilayah barat daya Kab. Kendal; sebagian wilayah selatan Kab. Cilacap dan Pemalang; sebagian kecil wilayah barat Kab. Temanggung.
  • Awal Musim Kemarau Tahun 2023 umumnya diprakirakan Sama dan Maju (lebih cepat) satu dasarian dari Normalnya.
  • Sifat Hujan periode Musim Kemarau Tahun 2023 umumnya diprakirakan Bawah Normal (BN) – Normal (N).
  • Puncak Musim Kemarau Tahun 2023 umumnya diprakirakan terjadi pada Bulan Agustus Tahun 2023.
  • Puncak Musim Kemarau 2023 umumnya Sama dan Maju (lebih cepat) satu bulan dari Normalnya.
  • Panjang Periode Musim Kemarau Tahun 2023 paling pendek 10 dasarian (+3.5 bulan) yang meliputi sebagian wilayah Kab. Banyumas dan selatan Kab. Cilacap. Sedangkan yang terpanjang 22 Dasarian (+7.5 bulan) yang meliputi wilayah: Kota Pekalongan  dan  Karimun Jawa; sebagian kecil wilayah Kab. Tegal dan Pati; sebagian wilayah utara Kab. Pemalang dan Rembang.

Berdasar pada prakiraan inilah, para petani optimis dapat menghasilkan tembakau dengan kualitas yang lebih baik.

Tembakau di daerah Pantura diserap untuk produksi rokok golongan bawah

rokok-rokok murah

Saya sempat berpikir ketika para petani menceritakan kondisi harga tahun lalu yang cenderung melesat. Padahal kondisi tarif cukai naik sangat tinggi dan berefek pada menurunnya serapan tembakau.

Usut punya usut, tembakau di daerah pantura ternyata memang digunakan untuk produksi rokok-rokok golongan II atau III, atau  bahkan merek-merek yang belum pernah didengar sebelumnya.

Secara teori, ini ada benarnya. Dengan kenaikan tarif cukai rokok, para perokok akan beralih merek rokok yang lebih murah. Mayoritas perokok akan berduyun-duyun meninggalkan rokok-rokok golongan I yang biasa mereka isap. Sehingga, permintaan untuk “rokok dengan harga lebih murah” meningkat. Inilah kenapa harga tembakau petani di kawasan Pantura ikut terkerek.

Lalu bagaimana dengan tahun ini? Mungkin harganya terhitung lebih bagus, asalkan Bea Cukai bisa memeras sari-sari rokok ilegal hingga tetes terakhir. 

Selamat menanam. Semoga harganya melejit menuju langit.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun

Ibil S Widodo

http://ibilonta.wordpress.com

Manusia bodoh yang tak kunjung pandai

Artikel Lainnya