logo boleh merokok putih 2

Rokok Taman Sriwedari, Saksi Bisu Berdirinya PT. Gudang Garam

rokok taman sriwedari

Rokok Taman Sriwedari adalah rokok legendaris yang menjadi saksi sejarah berdirinya PT. Gudang Garam.

Kalau ada tulisan tentang sejarah varian dan ke-khas-an rokok produksi Indonesia, maka sepertinya akan butuh 6 bulan untuk selesai membacanya satu per satu. Mulai dari yang mahal sampai yang murah. Mulai SPM dari Indonesia, SKM Full Flavour sampai Mild (LTLN) dan akar dari Rokok Kretek; Sigaret Kretek Tangan atau SKT. Mengulas soal kelas SKT juga ga akan ada habisnya, dari SKT Premium seperti Dji Sam Soe sampai yang ramah kantong seperti Sri Wedari atau Win Hijau Kretek.

Salah satu rokok yang paling legendaris sejak PT. Gudang Garam didirikan adalah SKT Merek Taman Sriwedari. Sedikit kisah tentang PT. Gudang Garam yang didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Tjoa Ing Hwie. 

Kisah ini diawali saat Ing Hwie berumur sekitar dua puluh tahun mendapat tawaran dari pamannya untuk bekerja di pabrik rokok Cap 93. Pabrik rokok Cap 93 adalah salah satu pabrik rokok terkenal di Jawa Timur pada waktu itu.

Pada tahun 1956, Ing Hwie meninggalkan Cap 93. Dia membeli tanah di Kediri dan segera memulai memproduksi rokok, diawali dengan memproduksi kretek dari klobot dibawah merk Inghwie. Setelah dua tahun berjalan Ing Hwie mengganti nama perusahaannya menjadi Pabrik Rokok Tjap Gudang Garam dan inilah awal dari segalanya.

Akan tetapi, pertumbuhan dan kesuksesan Gudang garam itu pernah terganggu. Gudang Garam mendapatkan cobaan berat karena terjadinya peristiwa politik Gerakan 30 September (G30S) pada 1965. Pemerintah langsung ambil tindakan. Mereka bergerak untuk menumpas seluruh antek-antek PKI sampai akar-akarnya. Buruh yang digadang-gadang akan dijadikan angkatan kelima PKI jadi korban. Termasuk buruh Gudang Garam.

Rokok Taman Sriwedari

bungkus rokok taman sriwedari

Rokok ini dinamai Taman Sriwedari, tapi kalau membelinya di warung seringnya hanya disebut Sriwedari, atau di beberapa warung Madura dikenal dengan nama “GG Sriwedari” tiap kali kita membeli rokok SKT ini. Harganya di pasaran berkisar di harga 12 ribu sampai 13,500. Tergantung warung yang menjualnya, mirip seperti yang terjadi dengan merek lain yang populer dan sulit dicari.

Rokok ini termasuk salah satu merek lama yang dipertahankan oleh Gudang Garam, entah karena dianggap khas dari segi kemasan dan citarasa, atau memang dipertahankan sebagai Icon bahkan mungkin Jimat?. Tapi yang jelas rokok ini masih memiliki penggemar walaupun tidak tumbuh secepat Gudang Garam Merah yang tiap tahun atau tiap bulan selalu punya penggemar baru.

Rokok ini awalnya hanya punya 2 varian, yang pertama dan paling sering kita temui adalah Taman Sriwedari Lurik Rokok Taman Sriwedari Biru Lurik. Keduanya tersedia dalam kemasan isi 12 batang. Memang namanya di kemasan tidak ada keterangan Lurik sebagai bagian dari nama atau brand, hanya konsumen sering menyebutnya seperti itu.

Dalam “silsilah keluarga” yang ada di situs Gudang Garam, rokok kretek ini memiliki garis keluarga dengan Gudang Garam International, Signature (hitam) dan Signature Mild, Gudang Garam Merah, Gudang Garam Djaja dan Patra. Dan sepertinya Taman Sriwedari adalah yang paling “dituakan” dalam silsilah keluarga tersebut.

Hanya saja, baik di situs atau di banyak tempat yang menjual rokok, varian Taman Sriwedari Lurik Biru tidak pernah saya lihat lagi. Sependek ingatan saya, perbedaan antara varian Lurik dan Lurik Biru, mungkin terletak pada kemasan dan ukuran batang. Ukuran batang pada Lurik Biru sedikit lebih pendek, sedangkan pada varian Lurik ukuran dan batangnya sama seperti rokok SKT pada umumnya.

Sedikit Review Rokok Taman Sriwedari

batang rokok sri wedari

Rokok ini dikemas dengan sederhana, sejak dulu hingga hari ini. Kemasan model kertas yang dikenal dengan sebutan soft-pack berlipat seperti Djarum Coklat, Dji Sam Soe kuning dan umumnya SKT di Indonesia. Kemasan soft-pack inipun bisa dibuka dengan berbagai gaya seperti menyobek di tengah saat menikmati Dji Sam Soe, menyobek bungkusnya di bagian tengah atau menyobek sudut atas seperti saat menghisap Djarum Coklat atau Patra. Model plastik pembungkus luarnya menggunakan model yang sering dijumpai, yaitu lipatan plastik mengikuti kemasan rokok.

Durasi bakar dari rokok ini sekitar 15 menit, tergantung seberapa sering anda menghisapnya. Aftertaste dari rokok ini memiliki sensasi nutty halus, fermented yang terkesan khas; halus namun kuat. Lalu sensasi buttery dan gurih yang baik, saya menyebutnya sensasi citarasa Jawa Timur.

Rasa dari rokok Sriwedari ini tak begitu menyeruak seperti kretek-kretek lainnya. Mungkin itu yang membuat tarikannya agak halus dan tak meninggalkan efek rasa tidak nyaman pada tenggorokan. Walaupun ada sedikit sensasi pahit dan sepet di lidah terutama lidah bagian belakang yang sedikit lebih tebal kalau dibandingkan dengan Gudang Garam Merah atau Gudang Garam King Size.

Namun kelemahan rokok ini terletak pada sensasi rasa yang jauh lebih tawar dibandingkan yang Anda bayangkan dari sebuah produk Gudang Garam. Sensasi hisapan di 60-70% terasa makin tawar, rasa khas dari SKT Gudang Garam terkesan hilang. Tapi keunikan dari merek ini adalah sensasi rasa dan aroma klasik, hal ini pernah saya temui di Djarum KING.

Kalau disuruh memberi nomor urut produk SKT Gudang Garam, maka merek ini ada di nomor 3 setelah Gudang Garam Merah dan Gudang Garam Djaja. Sayang saya tidak menemukan informasi kapan tepatnya rokok ini pertama kali diproduksi lalu dipasarkan di Indonesia.

Tapi rokok ini bisa dipastikan adalah merek yang menjadi saksi sejarah berdirinya PT. Gudang Garam, salah satu alasannya adalah sebuah museum di Jepang, yang lokasinya di tengah Tokyo, di dekat stasiun kereta Oshiage atau Honjo Azumabashi.

Museum rokok dan garam di Jepang terbilang unik dan menarik, karena memamerkan rokok Indonesia kuno yang beberapa sudah tidak ada dan ada yang kemasannya atau produsennya sudah berganti. Di lantai 3 museum ini ada proses pembuatan garam di Jepang dari masa tradisionalnya, lalu separuh ruangannya mengenai rokok, menariknya ada nama Gudang Garam yang masih diproduksi PT Taman Sriwedari di sana, selain merek Kuta Kretek buatan Bentoel dan nama Krakatoa Kretek.

Mungkin karena alasan sejarah, merek Taman Sriwedari masih dipertahankan hingga hari ini, dan mungkin juga citarasanya sejak dulu tetap dipertahankan, semata-mata untuk menjaga dan mengingat akar kisah panjang merek-merek rokok yang pernah diproduksi oleh PT. Gudang Garam.

Rokok Taman Sriwedari

Rokok Taman Sriwedari
0 5 0 1
Rokok Taman Sriwedari adalah rokok legendaris yang menjadi saksi sejarah berdirinya PT. Gudang Garam.
Rokok Taman Sriwedari adalah rokok legendaris yang menjadi saksi sejarah berdirinya PT. Gudang Garam.

Kelebihan

  • Murah

Kekurangan

  • Isapan terlalu berat
  • Aftertaste mengganggu tenggorokan
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Penulis

Khoirul Siregar

Khoirul Siregar

Lelaki yang Mencintai Banyak Hal