logo boleh merokok putih 2

Tidak Ada Filter Rokok yang Mengandung Darah Babi

filter rokok

Sebuah pesan hadir dalam ponsel seorang rekan. Pesan yang telah diteruskan berkali-kali itu mengungkapkan bahwa ada darah babi yang terkandung dalam filter rokok. Tidak hanya sekadar narasi melainkan juga kemunculan video yang entah bagaimana cara pembuatannya itu.

Narasi lengkapnya seperti ini: 

“Mohon untuk share video ini..kita sebagai UMAT MUSLIM jangan sampai mengkonsumsi yang sudah diharamkan oleh agamaa!!! Penelitian: Filter rokok berasal dari Darah Babi Profesor Kesehatan Masyarakat dari Universitas Sydney, Australia, Simon Chapman memperingatkan kelompok agama tertentu terkait dugaan adanya kandungan sel darah babi pada filter rokok”.

Well, ini bukan isu baru, tetapi pernah terjadi pada tahun 2010 dan 2013. Pertanyaannya, mengapa isu tersebut selalu muncul meskipun dengan rentang waktu yang agak berjauhan?

Isu Darah Babi pada Filter Rokok

Entah siapa yang menulis pesan tersebut dan kemudian penyebaran secara masif dan terstruktur. Dari grup Whatsapp ke grup Whatsapp lainnya. Ketika ada tulisan “pesan diteruskan berkali-kali” menandakan bahwa si penulis pesan berhasil menggiring opini tersebut. 

Akhirnya, untuk melawan narasi tersebut, tidak cukup penggiat kretek yang menghadapinya. Pemerintah perlu hadir dan meluruskan kabar tersebut. Di sini, perwakilan pemerintah adalah Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan RI (Badan (POM)) RI

Dilansir dari situs turnbackhoax.id, Badan POM RI M memberikan penjelasan sebagai berikut:

  1. Isu ini pernah muncul pada 2010 dan 2013. Berdasarkan hasil uji filter rokok yang dilakukan di laboratorium Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) Badan POM RI pada tahun 2010 menggunakan Metode DNA, dari lima merek rokok berfilter yang diuji, TIDAK TERDETEKSI adanya kandungan DNA babi.
  2. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, Badan POM RI diamanahkan untuk mengawasi produk dan iklan rokok yang beredar. Pengawasan yang dimaksud hanya terkait beberapa hal, yaitu kebenaran kandungan nikotin dan tar, pencantuman peringatan kesehatan pada label, dan ketaatan dalam pelaksanaan penayangan iklan dan promosi rokok.

Bahkan, untuk tambahan, darah babi yang sudah berbentuk hemoglobin babi itu hanya ada di Yunani. Bukan di Indonesia. 

Hati-hati terhadap Isu Rokok yang Tidak Benar

Sebenarnya, bukan kali ini saja para perokok mendapatkan tuduhan tidak berdasar. Sebab, ada banyak tuduhan yang sering kali sukar diterima dengan akal sehat. Salah satu contohnya, merokok menjadi penyebab utama penyakit semacam kanker.

Kata utama menjadi janggal. Sebab, benarkah hanya produk rokok yang menyebabkan kematian? Padahal, ada banyak zat yang masuk ke dalam tubuh seperti glukosa, kolesterol, dan semacamnya. Maka dari itu, bagaimana caranya mereka mengambil kesimpulan bahwa merokok menjadi penyebab utama penyakit?

Menurut penulis, itu pengambilan kesimpulan yang serampangan. Hanya karena mereka anti rokok kemudian menghalalkan segala cara untuk mengharamkan rokok. Itu tidak bijak dan cenderung merusak pola pikir masyarakat. 

Semestinya tidak ada pernyataan seperti itu. Padahal, sesuatu yang berlebihan, misal makan daging kambing 2 kg atau merokok sehari 8 bungkus, sama saja memberikan dampak negatif bagi tubuh. Bukan produknya yang keliru, tapi tata krama memperlakukan produk yang salah. 

Jika setiap produk selalu menjadi biang keladi kematian, tidak ada inovasi berkendara. Tidak ada inovasi menanak nasi. Tidak ada cara lain menikmati kopi V60 dan sebagainya. Maka dari itu, benahi pola pikirnya. Baca berbagai macam pengetahuan sejak dini agar masyarakat Indonesia tidak tersangkut dengan hoaks. 

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Penulis

Moddie Alvianto Wicaksono

Moddie Alvianto Wicaksono

Analis di RKI. Tinggal di Yogyakarta.