waskito Author

Penulis, pemilih Jokowi, dan meyakini Nusantara sebagai asal-usul peradaban dunia. Kolektor keris.

RESENSI

Sekularisme Pancasila yang Tersimpul dalam Bhinneka Tunggal Ika

Sementara bicara salah satu kerangka kerja Pancasila sudah tentu adalah perspektif pluralisme atau multikulturalisme, yang tersimpul dalam istilah “Bhinneka Tunggal Ika.” Dalam perspektif sosiologi klasik, demokrasi dan sekularisasi ialah dua sisi dari satu mata uang yang sama. Demokrasi nir-sekularisme bisa jadi bukanlah demokrasi, meski hal sebaliknya tak selalu demikian. Akar ide sekularisme berakar dari rahim […]

Read More

TUTUR

RUU KUHP dan Kriminalisasi Kumpul Kebo

Secara filosofis, tubuh bagi pemiliknya diasumsikan sebagai urusan personal dan domestik. Tubuh bukanlah urusan sosial dan urusan negara. [dropcap]T[/dropcap]ahukah anda, apakah makna kumpul kebo sesungguhnya? Barangkali saja istilah ini segera memprovokasi pikiran anda untuk terbang melayang ke mana-mana. Mungkin saja segera muncul anggapan pada benak anda, kerbau itu adalah binatang paling “Don Juan” soal kawin-mawin. […]

Read More

RESENSI

Islam dan Demokrasi, Sebuah Kisah Menunggu Godot?

Di sini dapat diberi catatan kecil: dalam banyak kasus (Mesir, Libya, Irak, Suriah) proses transisi dari pemerintah lama menuju pemerintahan baru berjalan sangat keras dan berdarah-darah. [dropcap]S[/dropcap]usah tak mengakui, aksi massa umat muslim pada 4 November dan 2 Desember merupakan aksi massa yang ampuh, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Pada dua Jumat itu di sekitaran […]

Read More

LAKON

Ahok dan Potret Eksperimen Sekulerisme

Sialnya, sebagai hasil semaian politik kebudayaan Orde Baru, kata Cina saat ini telah menjadi sebuah olok-olok rasial, ujaran yang pejoratif juga segegratif. [dropcap]T[/dropcap]ulisan saya tidak bermaksud membela Petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Saya tinggal di Jakarta, tapi secara administratif tercatat sebagai warga Tangerang Propinsi Banten. Dengan begitu praktis saya tidak memiliki hak suara pada […]

Read More

LAKON

Nalar Politik Sejatinya Bukan Hitam-Putih, Renungan dari Kisah Ramayana

Aku tidak menginginkan kebesaran bagi negeriku, khususnya kebesaran yang lahir dari darah dan kesalahan. Aku ingin menghidupkan negeriku dengan menghidupkan keadilan. Tanpa itu, negara bisa menjadi sumber kelaliman dan tirani [dropcap]K[/dropcap]isah wiracarita Ramayana bermula dari cinta. Ya, seorang raja besar dari sebuah negeri superpower Alengkadiraja, Rahwana jatuh hati pada sosok Dewi Shinta. Sialnya sang pujaan […]

Read More

TUTUR

Makam Raja Mataram, diantara Mitos dan Fakta Sejarah

Setelah bernegoisiasi dengan pihak otoritas di Mekkah, keinginan “berumah masa depan” di Mekah gagal terpenuhi. Keinginan Sultan Agung ditolak oleh penguasa di negeri gurun itu.  [dropcap]K[/dropcap]onon, raja paling agung dari wangsa Mataram-Islam, Sultan Agung, saking taatnya memeluk Islam maka saban minggu ia masih selalu menyempatkan diri berkunjung ke kota suci. Mekah. Ya, tiap jumat cucu […]

Read More

TUTUR

Berhembus Angin Sejuk dari Istana

Terkait kepentingan nasional, selain aspek kesehatan generasi mendatang, Presiden Jokowi juga akan mempertimbangkan nasib dan kelangsungan hidup petani dan buruh tembakau sebelum Indonesia hendak meratifikasi atau harus menolak FCTC. Sejak WHO menginisiasi lahirnya FCTC pada Februari 2005, justru muncul paradoks yang barangkali di luar dugaan para pegiat kesehatan masyarakat dunia sendiri. FCTC membawa implikasi terjadinya […]

Read More

TUTUR

Marxisme dan Teologi Pemerdekaan

Tokoh utama yang secara eksplisit merumuskan dengan istilah “teologi pemerdekaan” ialah seorang Pastur dari Peru, Gustavo Gutierrez, memasuki awal tahun 1970-an. Tapi, jauh sebelum itu sikap Uskup Agung Helder Camara sebenarnya sudah sejak tahun 1950-an turut berperan penting menyemai iklim keberpihakan Gereja di seantero Amerika Latin pada kaum jelata. [dropcap]L[/dropcap]ogika perdebatan tentang Marxisme di tengah […]

Read More

RESENSI

Herman Hesse dan Siddhartha

Siddhartha, mendahului Socrates, menandaskan bahwa kebenaran sejati dan kebijaksanaan itu tidak pernah bisa diajarkan, bahkan sekalipun itu ajaran Buddha. [dropcap]S[/dropcap]iddhartha kali ini bukanlah Pangeran Siddhartha Gautama, si-pembawa ajaran Budhisme dari Kapilavatthu sekaligus ditafsirkan sebagian kaum Muslim sebagai Nabi Zulkifli. Tapi Siddharta ini juga sama-sama digerakan dorongan kuat kegelisahan pencarian kesejatian diri. Hidup sezaman Pangeran Gautama. […]

Read More

TUTUR

Wong Kalang dan Kotagede

Sebelum memasuki abad ke-20 awalnya di Kotagede terdapat dua sub-kelompok di kalangan Wong Kalang, tinggal di daerah Tegalgendu. Ada satu sub-kelompok Wong Kalang yang tinggal di daerah kuasa Kasunanan Surakarta.   [dropcap]S[/dropcap]eperti Wong Osing atau Tengger atau Samin, Wong Kalang juga memiliki corak kebudayaan yang berbeda dari masyarakat Jawa umumnya. Bicara warna kulit, cara berpakaian […]

Read More