Tiga Tempat Rekreasi Asyik di Daerah Penghasil Tembakau

Semua pecinta kretek tahu, Srintil, tembakau dari Temanggung adalah yang terbaik. Banyak yang bilang aroma yang dihasilkan tembakau dari jenis ini memiliki daya sihir yang kuat, siapa saja yang mencium aromanya akan penasaran untuk mencobanya.

Selain terkenal akan tembakau-nya, Temaggung ternyata memiliki  banyak tempat asyik buat liburan. Tentu saja selain asyik dipandang dan instagramable, tiga tempat ini akan sangat pas dikunjungi bersama kawan, keluarga atau pacar. Tempat-tempat yang direkomendasikan jaraknya saling berdekatan, cocok untuk kalian yang tidak punya banyak waktu untuk liburan tapi ingin mengunjungi beberapa tempat. Berikut ketiga tempatnya.

Puncak Gunung Sumbing

Gunung Sumbing secara administratif memang tidak hanya terletak di Temanggung, tapi jika kalian berniat mendaki Gunung Sumbing, bisa dicoba nih lewat jalur Cepit Prakan. Walaupun tidak sepopuler jalur lainnya, lewat jalur ini kalian akan disuguhi pemandangan yang indah, dan lagi jalur ini tidak terlalu ramai oleh pendaki. Untuk menuju basecamp Cepit Parakan, yang perlu kita tuju adalah Rumah Sakit Ngesti Waluyo, Temanggung, lalu dilanjutkan menuju Desa Cepit.

Gunung Sumbing memunyai 2 puncak, Buntu dan Sejati. Puncak Buntu memiliki ketinggian 3362 Mdpl sedangkan Puncak Sejati memiliki ketinggian sedikit lebih tinggi dengan Puncak Buntu, yaitu 3371 Mdpl. Dari puncak Gunung Sumbing kalian bisa melihat hamparan gunung di Jawa Tengah, seperti Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, Prau, Slamet, Lawu, Ungaran, Telomoyo, dan Andong. Tempat ini pas kalian yang suka tantangan untuk tempat berlibur bersama kawan.

 

Posong

Ingin melihat matahari terbit dengan cara yang berbeda tapi tidak sanggup mendaki gunung?

Datang saja ke Lembah Posong, di Dusun Tlahap, Kecamatan Kledung.  Dari sisi ini terlihat dari kejauhan beberapa puncak gunung, seperti Gunung Sumbing, Telomoyo, Muria, dan Sindoro.  Melihat matahari terbit dari sini sangatlah asyik, saat matahari terlihat malu-malu untuk keluar, saat itu pula akan terasa sedang berdiri di atas awan.

Tidak perlu khawatir jika takut ketinggalan melihat sunrise di Lembah Posong, kalian bisa datang dari sore atau malam lalu menyewa tenda di sana.satu tenda cukup untuk 3 orang,  Rp60.000 untuk satu orang. (Harga bisa saja berubah yaa). Sedangkan harga tiket masuk ke Lembah Posong adalah Rp7.000 saja. Lembah wisata Posong buka dari jam 04.00 hingga 17.00 WIB

Tidak sulit untuk menuju Posong, dari Alun-alun Temanggung, ambil arah menuju ke Wonosobo melewati Parakan. Bila sudah ada di Pasar Parakan, lurus saja dengan jalan yang menanjak hingga Kecamatan Kledung. Jalannya bekelok-kelok, harus hati-hati karena rawan kecelakaan. Setelah  melewati jembatan 1 (Jembatan Kembar) kemudian ada 1 jembatan lagi dan berbelok ke kanan Pas di tanjakan, gapura bertuliskan Posong terlihat di kanan jalan.


Curug Surodipo

 

Curug Surodipo terletak di Desa Tawangsari, Wonoboyo, Temanggung. Warga setempat biasa menyebut curug Surodipo dengan curug Trocoh. Yang artinya bocor. Curug Surodipo memiliki ketinggian kurang lebih 120 meter yang selalu mengeluarkan air dan tidak pernah kering, itulah mengapa warga menyebutnya curug Trocoh.

Lokasi ini berada 38 km arah timur laut dari pusat kota Temanggung menuju kecamatan Wonoboyo. Setelah sampai di kecamatan Wonoboyo, perjalanan bisa dilanjutkan menuju desa Tawangsari. sekitar 7 km dengan jalan sedikit berbatu. Untuk menuju curug Surodipo kalian harus menempuh 3 km dari desa Tawangsari.

Harga tiket masuk ke curug Surodipo terbilang murah, hanya Rp5000 dan Rp2000 untuk parkir.

Dengan Ketinggian tebing kurang lebih 120 meter dan terjunan bertingkat sampai lima kali dengan tinggi masing-masing berjarak kurang lebih 20 meter terlihat sangat menawan, terasa angkuh berdiri, seakan menantang para pengunjug mendekat dan merasakan cipratan air yang menyegarkan.

Curug ini diapit dua bukit yang mencapai 1125 mdpl, Di antara bukit tersebut, yang telihat dari sisi kiri setelah aliran curug adalah Batu Bucu. Sementara bukit yang menjulang lebih runcing paling kiri adalah Batu Geong. Kalo curug Surodipo paling pas dikunjungi bersama keluarga.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun

Pegiat literasi Komunitas Baca Tangerang

Leave a Reply

Your email address will not be published.

ARTIKEL TERKAIT

Bung Karno, Ende, dan Keterasingan

Terlihat laki-laki mengenakan celana panjang dan baju putih berdiri tegak sembari bersedekap. Di sampingnya, seorang perempuan yang memakai kebaya tengah…

Puntung Rokok Pembunuh Hama

Tidak ada yang tidak bermanfaat di dunia ini. Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan manfaat yang melekat. Jika satu benda dianggap…

Tiga Cafe dengan Ruang Bebas Asap Rokok di Tangerang

Tiga Cafe dengan Ruang Bebas Asap Rokok di Tangerang Kekhawatiran tentang asap yang mengenai wajah ataupun terhirup oleh hidung, biasa…

Membaca Jawa lewat Raffles

Ketika meninggalkan Indonesia (tepatnya di Bengkulu) pada 1823, sambil menyeka air mata, Raffles membawa pulang 30 ton naskah tentang Jawa.…