Wayang

Ahli purbakala Belanda,JLA Brandes,juga menyimpulkan bahwa wayang ialah salah satu dari sepuluh peninggalan asli capaian budaya masa lalu bangsa Indonesia.

[dropcap]S[/dropcap]udah 12 tahun sejak UNESCO menetapkan wayang sebagai warisan pusaka dunia yang berasal dari Indonesia. Namun, wayang sebagai karya adiluhursebenarnya sudah terlontar sejak awal abad ke-20.

Ahli sejarah kebudayaan Belanda, G.A.J Hazeumeyakini wayang adalah pertunjukan asli Nusantara. Dalamdisertasinya berjudul Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel (1897), Hazeu secara filologis mengupas istilah-istilah dalam pertunjukan wayang kulit. Dia menemukan kata wayang, kelir, dalang, kepyak, blencong, kotak dan cempala, yang merupakan istilah-istilah khas yang hanya terdapat dalam bahasa Jawa. Kesenian wayang juga tercermin dalam konsep rumah tradisional Jawa.Pringgitan, yang dalam bahasa Jawa ringgit artinya wayang, adalah ruang antara pendhapa dan dalem,merupakan ruangan yang dibangununtuk mengadakan pertunjukan wayang.

Ahli purbakala Belanda,JLA Brandes,juga menyimpulkan bahwa wayang ialah salah satu dari sepuluh peninggalan asli capaian budaya masa lalu bangsa Indonesia.

Konon, kesenian wayang awalnya berpangkal pada ritual pemujaan roh nenek moyang. Wayang diwujudkan dengan boneka nenek moyang yang dimainkan dalang. Ketika sang dalang memainkannya, ia kemasukan roh nenek moyang (intrance) dan menuturkan nasihat-nasihat bagi anak cucu. Namun setelah Hinduisme masuk keNusantara kisah nenek moyang digantidengan kisah Ramayana dan Mahabharata.Perlahan-lahan bentuk bonekanya pun kemudian dirubah dengan tokoh-tokohyang diambil dari kedua kisahklasik India itu.

Pendapat berbeda datang dariW.H. Rassers.Dalam Over de Oorsprong van het Java-ansche Tooneel , dia mengatakan pertunjukan wayang bukanlah ciptaan asli orang Jawa, melainkan tiruan atau adaptasi dari apa yang sudah ada di India. Meskipun kemudian dalam De Pandji-roman (1922),Rassers memperlihatkan bagaimana kisah Panji yang berasal dari Indonesia kemudian menyebar hingga ke Asia Tenggara, yaitu ke Thailand, Kamboja, dan Burma. Lakon carangan (gubahan) dalam pementasan wayang di Negara-negara tersebut beberapa ceritanya diambil dari cerita Panji.

N.J. Krom memiliki pendapat senada. Ia menduga wayang merupakan kombinasi kebudayaan Hindu dan Jawa.Sementara yang lain, dalamkaryaChineesche Brauche und Spiele in Europa, Prof G. Schlegel mengatakan bukan tidak mungkin wayang justru berasal dari China menyebar ke India dan baru kemudian tiba di Indonesia.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun

Bolehmerokok adalah ruang berisi cerita dan informasi ringan, tempat untuk bersantai tanpa harus curiga.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

ARTIKEL TERKAIT

Respon Publik Terhadap Isu Harga Rokok Rp 70 Ribu

Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dan Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) merilis hasil survei mengenai dukungan publik terhadap kenaikan…

Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek

Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek || Dua minggu ke belakang menjadi sebuah perdebatan sengit bagi batin saya. Bagaimana tidak, persoalan…

Logika Salah Kaprah Harga Rokok di Indonesia Sangat Murah

Beberapa hari lalu, Komnas Pengendalian Tembakau dan Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) merilis hasil survei terkait dukungan publik…

Taru Martani, Pabrik Lokal Penghasil Cerutu Internasional

Bagi kebanyakan orang, cerutu identik dengan Kuba. Padahal, Yogyakarta juga punya cerutu yang cita rasanya tidak kalah dengan cerutu Kuba…