Imagine

A

dalah Gunduz Aghayev, kartunis Azerbaijan yang gemar mengangkat tema politik dengan penyampaian secara kritis dan satir. Menurutnya di Azerbaijan tak mudah menemukan ruang publik untuk menampilkan karya-karya kartun yang bertema politik. Karena itu Agayev sengaja beralih ke sosial-media untuk mengekspos berbagai karyanya. Dia menggunakan Facebook, Twitter, dan Instagram sebagai salah satu cara menghindari potensi pertarungan dengan otoritas birokrasi dan ideologis tentang apa yang boleh dan tidak boleh dipamerkan.

Setelah Aghayev menciptakan serial ilustrasi populer seperti “Holy selfie,” “World Leader,” “Global Police,” dan “Just Leaders,” kini belum lama berselang ia kembali memamerkan serial ilustrasi karya barunya yang berjudul “Imagine,” rilis ke publik pada 29 Oktober 2015 di media-sosial, Facebook.

Kali ini adalah ilustrasi sekitar dunia anak-anak. Aghayev mengutuk orang-orang dewasa yang, entah disadari atau tidak, telah menyeret anak-anak ke dalam lembah dan jurang permainan kotor mereka. Anak-anak yang polos dan spontan, anak-anak yang imun dari dosa-dosa dan kepentingan culas, anak-anak yang tak tahu menahu tentang peristiwa-peristiwa keruh yang terjadi sekitarnya, namun anak-anak itu juga harus dipaksa ikut menangguk semua dampak tragedi dan kekejian dari perbuatan kotor orang-orang dewasa.

“Kita tidak boleh mengulangi dosa-dosa kita sebelumnya. Mari kita membuat dunia menjadi sempurna seperti halnya dunia anak-anak, untuk anak-anak,” demikian pesan Aghayev.

Melalui “Imagine” Gunduz Aghayev mengubah foto-foto ikonik tentang anak-anak, yaitu dari tema-tema muram, tragis, pilu, dan menyakitkan menjadi karya-karya ilustrasi bernada spontan, polos, riang dan gembira, khas dunia anak-anak yang semestinya memang demikian adanya. Ilustrasi politik karya-karyanya kali ini boleh dikata membawa perspektik “politik harapan” (politics of hope) sebagai pesan mendalamnya, bahwa seluruh tragedi itu tak boleh lagi terjadi di dunia manusia, bahwa atas nama apapun “politik ketakutan” (politics of fear) tak boleh ditolerir dan harus enyah dari bumi manusia.

Ada Sembilan foto ikonik yang ditafsir ulang dan dilukis kembali oleh Gunduz Aghayev, antara lain:

 

Kevin Carter’s Pulitzer Prize-winning photo (1993)

Kevin Carter’s Pulitzer Prize-winning photo (1993)
Kevin Carter’s Pulitzer Prize-winning photo (1993)

 

Vietnam War’s “Napalm Girl”

Vietnam War’s “Napalm Girl”
Vietnam War’s “Napalm Girl”

 

Rendered homeless by German bombs during the Blitz, a London boy points out his bedroom to friends in 1940

003-Jerman-ok
Rendered homeless by German bombs during the Blitz, a London boy points out his bedroom to friends in 1940.

 

A Japanese boy standing at attention after having brought his dead younger brother to a cremation pyre, 1945

A Japanese boy standing at attention after having brought his dead younger brother to a cremation pyre, 1945
A Japanese boy standing at attention after having brought his dead younger brother to a cremation pyre, 1945

 

Doctor Janusz Korczak with children

Doctor Janusz Korczak with children
Doctor Janusz Korczak with children

 

Killed Azerbaijani journalist Elmar Huseynov’s son

006-Azerbaijan-ok
Killed Azerbaijani journalist Elmar Huseynov’s son

 

Child brides in Yemen. This photo of child brides Tehani (in pink) and Ghada

007-Afghanistan-ok
Child brides in Yemen. This photo of child brides Tehani (in pink) and Ghada

 

Death of Aylan Kurdi (Syria)

008-Syiria-ok
Death of Aylan Kurdi (Syria)

 

Children in Vietnam

Children in Vietnam
mm

Zulvan Kurniawan

Ketua Pekerja

Penikmat tembakau, teh, dan camilan yang renyah. Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK)