Memasuki Musim Tanam

Dan siklus pertanian tembakau memasuki salah satu fase terpentingnya kini. Musim tanam di ladang usai pembibitan dimulai. Ya, hampir di seluruh wilayah pertanian tembakau, bulan April ini, bibit-bibit tembakau mulai dipindah dari lokasi pembibitan di ladang-ladang yang sebelumnya ditanami tanaman lain.

Ini terjadi dalam siklus yang normal. Memasuki musim pancaroba, peralihan dari hujan ke kemarau, saat paling tepat menanam tembakau. Menurut penuturan beberapa orang petani yang saya temui di Temanggung dan Jember, pada masa awal tembakau ditanam, air hujan masih cukup dibutuhkan.

Setelah itu, tembakau lebih membutuhkan musim kemarau untuk perkembangannya agar menghasilkan tembakau kualitas baik. Dengan kebutuhan ini, saat paling tepat memulai menanam tembakau memang musim pancaroba, dari hujan ke kemarau.

Siklus normal ini pada tahun ini terjadi di Temanggung. Di sana, ladang-ladang berupa sawah, tegalan, dan wilayah pegunungan yang sebelumnya ditanami padi, palawija dan sayur-mayur, berganti menjadi tanaman tembakau.

Masyarakat bergairah, ladang-ladang dipenuhi manusia yang menanam tembakau. Harapan baru kembali terbit. Berharap cuaca tahun ini mendukung pertanian tembakau yang menghasilkan tembakau berkualitas baik yang menjamin harga baik.

Namun, lain Temanggung, lain pula di Jember. Keduanya memang dikenal sebagai sentra pertanian tembakau penghasil tembakau kualitas baik di Indonesia.

Di Jember, hingga mrmasuki pekan terakhir di bulan April, ladang-ladang belum mulai ditanami tembakau. Menurut penuturan beberapa rekan saya di Jember, tahun ini musim tanam tembakau terlambat. Ada banyak sebab mengapa itu terjadi. Salah satunya buruknya jenis padi baru yang ditanam di beberapa wilayah di Jember. Itu menyebabkan padi terlambat dipanen dan berimbas pada terlambatnya penanaman tembakau.

Di beberapa wilayah di Jember, pembibitan baru dimulai. Bibit-bibit itu masih disemai dalam pusat pembibitan dan belum dipindahkan ke ladang-ladang. Padahal musim hujan akan lekas berakhir dan musim kemarau bersiap datang. Jika tembakau dipindahkan ke ladang dan musim kemarau sudah benar-benar tiba, ancaman kegagalan pertanian tembakau tahun ini bisa saja terjadi. Semoga tidak benar-benar terjadi.

Tembakau adalah simpul utama kesejahteraan petani di banyak wilayah di Jember. Jika berhasil menghasilkan tembakau berkualitas, kesejahteraan tercapai. Namun jika pertanian tembakau gagal, guncangan ekonomi rumah tangga para petani membikin mereka panik.

Keberhasilan pertanian tembakau sangat bergantung pada hujan di awal masa tanam dan kemarau setelahnya hingga panen tembakau tiba. Saat tembakau yang dihasilkan baik, petani meraup keuntungan besar. Beberapa rekan saya di Jember cerita, saat tanam tembakau sukses, para petani begitu sejahtera dan loyal dalam membelanjakan uangnya. Bukan sedikit kejadian mereka membeli sebungkus rokok dengan uang Rp50 ribu dan tidak meminta uang kembalian.

Pasar-pasar ramai. Transaksi ekonomi sehat. Banyak pihak bisa mencicip keberhasilan pertanian ini.

Sebaliknya, jika pertanian tembakau gagal, guncangan ekonomi membikin situasi tidak mengenakkan. Pasar sepi, jual-beli tak bergairah. Yang ramai, kantor penggadaian karena petani membutuhkan uang segar dengan cepat sementara uang dari pertanian tembakau tidak mencukupi.

Selanjutnya, yang lebih mengkhawatirkan, kasus-kasus pencurian ternak marak terjadi. Kriminalitas tinggi. Ini semua terjadi karena kondisi keuangan petani yang memang mengkhawatirkan.

Tentu saja kita semua berharap agar kegagalan pertanian tembakau tahun ini tidak terjadi. Panen berhasil dan petani sejahtera. Jadi, mari kita sambut musim tanam tahun ini dengan doa-doa untuk kebaikan petani tembakau Indonesia.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun

Pos terkait