PERTANIAN

Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?

Gayo Hijau Aceh

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma “sensasional” ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.

Kemlaka Temanggung

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun

You may also like

Comments are closed.

More in:PERTANIAN