Ini adalah cerita saya yang bisa raih gelar sarjana dengan andil rokok HITZ di baliknya…
Saya menganggap rokok bukan sesuatu yang membuat candu. Buktinya seharian kita tidak merokok ya tidak ada masalah. Tidak lantas mengalami sakau atau kejang-kejang. Biasa saja. Sehingga merokok ini bukan persoalan candu, melainkan kebiasaan saja.
Masing-masing orang berbeda-beda dalam mengonsumsi rokok. Ada yang sehari satu bungkus, ada juga yang kurang atau bahkan lebih dari itu.
Tentu orang-orang yang merokok juga memiliki alasan yang berbeda-beda. Tapi tidak sedikit orang yang menjadikan rokok sebagai bagian dari stress release.
Karena faktanya rokok memang membuat tenang karena kandungan nikotinnya. Praktis barang satu ini adalah “hiburan” bagi banyak orang yang tidak punya banyak pilihan. Dibanding pergi ke pantai, mall, atau gunung yang bisa menghabiskan banyak uang, rokok bisa jadi pilihan.
Rokok HITZ, skripsi, dan gelar sarjana
Saya sendiri sewaktu masih menyandang status mahasiswa akhir, rokok lah yang menjadi teman. Rokok bagi saya bisa jadi sarana pembantu untuk menghadapi hari-hari semrawut karena berkutat pada penulisan skripsi.
Hanya saja, kala itu saya tidak punya pilihan untuk memilih merek rokok. Karena tahu sendiri posisi mahasiswa akhir masih jadi beban keluarga. Tidak banyak uang yang saya dapat.
Nah salah satu rokok yang masih terjangkau kala saya masih menjadi mahasiswa akhir adalah rokok HITZ. Cukup merogoh uang Rp9 ribu saja untuk bisa mendapatkan kretek tangan isi 12 batang ini.
Tentu harga yang masih sangat terjangkau di tahun 2023. Pun berbulan-bulan rokok ini menjadi favorit saya. Walaupun secara harga sangat terjangkau tapi rasanya juga tidak begitu mengecewakan. Masih sangat masuk di tenggorokan.
Dengan berbekal rokok HITZ, sedikit demi sedikit skripsi saya kerjakan. Perlahan, bab demi bab terus terlewati. Tentu ada revisian, tapi bisa saya lewati.
Hingga akhirnya saya pun bisa lepas dari beban yang namanya skripsi itu. Saya tidak lagi menjadi donatur kampus. Menjadi sarjana. Dan kemudian bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Pekerjaan yang sesuai dengan minat saya.
Walaupun sekarang saya sudah bisa membeli rokok yang jauh lebih enak dan mahal, tapi kadang saya ingin sesekali membeli HITZ. Sebagai penggugah ingatan di masa-masa itu.
Tapi sayang, kini saya merasa agak kesulitan menemukan rokok ini. Kalau pun menemukannya, rokok HITZ sudah tidak semurah dulu lagi. Tterakhir kali saya membelinya sudah di angka Rp14 ribu.
Juru Bicara Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Khoirul Atfifudin
BACA JUGA: Daripada Beli Rokok Ilegal, Ini Rekomendasi 5 Rokok Murah yang Nggak Murahan





