Laki-laki identik dengan dua pertanyaan: merokok, atau tidak? Sebab sebagian laki-laki memilih merokok sebagai media untuk refreshing. Dengan hal itu, pikiran dan perasaan akan sedikit lebih tenang. Terutama remaja yang menginjak quarter life crisis. Kira-kira umur 20-25 tahun. Usia yang baru saja menginjak kedewasaan dan menghadapi kerasnya dunia. Biasanya di umur segitu, laki-laki sedang bertempur dengan pikirannya sendiri.
Daftar Isi
ToggleMerokok sambil ngelamun, bikin pikiran laki-laki jauh lebih tenang
Tidak ada laki-laki mapan di umur 20-25 tahun. Kecuali warisan. Atau rejeki yang tiba-tiba jatuh dari langit dan membuatmu kaya. Dan di umur segitu juga tidak ada laki-laki yang pikirannya tenang. Mulai terhujam oleh berbagai tuntutan. Masa depan yang belum jelas, keluarga, hingga masalah percintaan atau pasangan yang meminta untuk segera menikah. Maka pasti laki-laki akan mencari kegiatan untuk menghindari dari pikiran-pikiran itu, meski hanya sejenak. Kadang mancing, ngopi di teras atau warung. Atau hanya sekedar merokok sambil ngelamun.
Menurut keyakinan saya, berbeda dengan perempuan di usia 20-25 tahun. Di usia itu, perempuan mulai berpikir untuk menikah. Mulai dari yang sudah mapan, atau anaknya orang kaya. Sebab perempuan tak memiliki kewajiban untuk menafkahi keluarga. Kalau laki-laki, di usia juga pasti mikir: jika ingin menikah, istri dan anak mau menafkahi dengan apa?
Yang lebih aneh adalah laki-laki di usia segitu sering dituntut banyak hal oleh pasanganya yang kadang itu belum bisa dicapai oleh laki-laki diusia 40 tahun. Saya jadi mikir mungkin ini berkaitan dengan kenapa obat sakit kepala bergambar laki-laki.
Penyebab perokok tertinggi adalah laki-laki
Mungkin itu penyebab mengapa perokok tertinggi di Indonesia adalah usia antara 20-49 tahun. Dan itu semua mayoritas laki-laki. Makanya, mulai muncul banyak tren unik. Laki-laki tidak bercerita, tapi diam-diam duduk di kursi Indomaret. Laki-laki tidak bercerita, tapi di akhir bulan rokoknya Dio Jambu.
Bagi laki-laki memang keresahan semacam itu sering dipendam sendiri. Tidak semua hal bisa diceritakan, dan tidak semua hal bisa dijelaskan. Di saat seperti itu, rokok sering menjadi teman. Bukan agar terlihat keren, hanya saja agar sedikit lebih tenang.
Merokok sambil ngelamun bisa menyelamatkan nyawa
Tidak pernah terbayangkan jika rokok dicap illegal atau terlarang secara resmi oleh negara. Di tengah situasi kondisi yang semua serba sulit ini. Pasti akan banyak laki-laki yang pusing atau bahkan sampai ke hal-hal yang negatif. Mau ke psikolog, mahal. Alternatifnya, ya, merokok sambil ngelamun. Itu adalah upaya laki-laki untuk mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri, atau setidaknya, mencari jalan keluar.
Rokok sudah menyelamatkan banyak nyawa, atau memberikan harapan hidup bagi orang yang sedang kalut oleh masalah. Ada beberapa kasus orang tidak jadi bunuh diri setelah diberi rokok. Ini membuktikan bahwa rokok bukan sekedar barang, tapi jauh lebih dari itu.
Juru Bicara Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Alfianaja Maulana Ardika
BACA JUGA: Nasib Kretek Walau Jadi Penyelamat Ekonomi Negara, Malah Berakhir “Tercekik” oleh Aturan Pemerintah




