Berkah Lebaran bagi Para Pekerja Kretek

Berkah Lebaran Bagi Para Pekerja Kretek

Ada yang berbeda dengan raut wajah para perempuan pekerja rokok di Kudus, Jawa Tengah dari hari-hari biasanya. Ada senyum sumringah yang menghiasi wajah, sambil sesekali menunjukan lembaran uang yang baru saja diterima kepada media yang sedang meliput. Seperti itulah gambaran suasana pembagian THR (Tunjangan Hari Raya) Lebaran di beberapa pabrikan rokok.

Sebanyak 53.097 ribu pekerja rokok di Jawa Tengah menerima uang THR Lebaran guna memenuhi kebutuhan para pekerja selama Lebaran. THR ini juga bonus bagi para pekerja sebagai apresiasi pabrikan atas pengabdian mereka atas pekerjaannya.
Salah satu pabrikan rokok terbesar di Jawa Tengah, PT Djarum, tahun ini ada 50.597 buruh yang menerima THR. Jumlah buruh sebanyak itu terbagi atas 7.221 buruh harian dan 43.376 buruh borong. Jumlah alokasi THR yang dibayarkan oleh PT Djarum, sebanyak Rp 14.3 miliar untuk buruh harian.

Para pekerja rokok mendapatkan THR sebesar satu kali gaji, yakni Rp 1.892.500. Besaran THR tersebut sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2018 yang telah ditetapkan Gubernur Jawa Tengah melalui Keputusan Gubernur Nomor 560/94 Tahun 2017 tertanggal 20 November 2017.

Pembagian THR bagi para pekerja rokok bukan hanya dilihat sebagai kewajiban pemenuhan hak-hak pekerja, tapi juga menjadi tradisi tahunan yang selalu ada. Pasalnya, ketika banyak industry lain yang cenderung menunggu aturan main dari pemerintah perihal pembagian THR, di Industri Hasil Tembakau justru sudah lama menerapkan pembagian THR bagi para pekerjanya.

Jawa Tengah memang merupakan salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Indonesia. Terdapat puluhan ribu masyarakat Jawa Tengah yang bergantung hidup pada Industri Hasil Tembakau, baik dari sector pertanian, pabrikan, hingga perdagangan.
Industri Hasil Tembakau adalah penyangga kehidupan masyarakat Jawa Tengah. Di Kudus Kota Kretek misalnya, terdapat 60 ribu pekerja rokok. Sementara total serapan tenaga kerja di Kudus hampir 120 ribu orang. Artinya, industri hasil tembakau menyerap sebesar 50 persen dari jumlah tenaga kerja di Kudus.
Itu baru di Kudus, belum dihitung lagi dengan jumlah pekerja di daerah lainnya.

Bulan Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah dan kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia. Tanpa terkecuali juga untuk para pekerja pabrik rokok. Mereka juga mendapatkan berkah di Bulan Ramadhan. Sebab, dapur mereka akan terus mengepul dan kebutuhan keluarga dapat tercukupi.

Para pekerja rokok yang mayoritasnya didominasi oleh perempuan menjadi nilai tambah dalam sebuah keluarga. Apalagi tangan-tangan pekerja kretek bukan hanya dilihat sebagai pekerjaan. Ia juga dilihat sebagai penjaga nilai-nilai warisan budaya bangsa Indonesia. Sebab dari tangan-tangan tersebut, kretek masih terus terjaga eksistensinya.

Selamat berbahagia para pekerja rokok di Indonesia.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
mm

Ketua Komite Nasional Pelestarian Kretek

ARTIKEL TERKAIT

Romansa Sebatang Kretek di Hari Santri Nasional

Di dunia pesantren, menghisap kretek tidak semata menjadi alat relaksasi dan teman ketika mengisi kegelisan hati, lebih dari itu rokok…

Kisah Sebatang Kretek

Usai sebuah diskusi tentang Aceh, jelang akhir bulan Mei 2005, kami diundang untuk sebuah santap sore di sebuah gedung tidak…

Para Wali yang Mendidik dengan Rokok

Di dunia ini terdapat banyak hal yang meluluhlantakkan nalar kita sebagai manusia. Salah satunya adalah bagaimana cara kiai mendidikan umat…

Kopi dan Kretek untuk Sukarelawan

Hingga hari ini, satu-satunya film seri yang selesai saya tonton hingga episode terakhir adalah Prison Break. Satu yang hingga kini…