OPINI

Sumbangsih IHT Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Sektor Industri Manufaktur

industri manufaktur

China, India dan Indonesia merupakan tiga negara terbesar dalam hal penyerapan tenaga kerja di sektor Industri Hasil Tembakau. Ketiga negara tersebut menyerap tenaga kerja lebih dari 200.000 orang.

Kemudian di kelompok kedua adalah negara-negara dengan penyerapan tenaga kerja di sektor IHT yang berkisar 10.000 hingga 100.000 orang. Negara-negara yang termasuk di dalamnya antara lain Amerika Serikat, Brazil, Rusia, dan beberapa negara di Eropa, seperti Jerman, Polandia, dan Italia.

Serapan tenaga kerja yang besar dari sektor IHT pada tahun 2015 berkontribusi sampai dengan 0,41% dari total tenaga kerja di Indonesia. Ini yang tercatat dari sektor perkebunan on farm dan manufaktur, belum lagi tenaga kerja yang tidak langsung, seperti periklanan, percetakan, pedagang asongan atau kaki lima, dan industri kreatif lainnya. 

Meskipun kontribusi IHT terhadap tenaga kerja nasional sangat signifikan, tetapi nasibnya tidak pernah diperhatikan, bahkan terus-menerus dibebani oleh kebijakan pemerintah yang eksesif. Dampaknya berimplikasi kepada porsi penyerapan tenaga kerja yang terus menurun. Pada tahun 2019 porsi serapan tenaga kerja menurun hingga kini hanya mencapai 0,34% dari total tenaga kerja Indonesia.

Kenaikan cukai yang sangat tinggi di tahun ini serta kondisi pandemi covid-19 memberikan tekanan besar sehingga berdampak multiplier effect kepada sektor IHT, terutama dalam konteks ketenagakejaan. Hal ini karena perusahaan harus melakukan langkah efisiensi ketika terus merugi. Mulai dari pengurangan jam kerja, sampai yang paling buruk adalah pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
mm
Ketua Komite Nasional Pelestarian Kretek

    Comments are closed.

    More in:OPINI

    Next Article:

    0 %