Masih banyak orang yang merokok saat berkendara di Indonesia. Saking banyaknya, hal itu hampir dinormalisasikan oleh sebagian orang termasuk pengendara. Seolah olah merokok boleh di jalan atau di mana saja. Merokok itu ada etikanya. Tidak bisa semaunya sendiri. Sebab itu menyangkut kenyamanan orang banyak. Saya bisa bilang: hanya manusia egois yang melakukan hal itu.
Daftar Isi
TogglePadahal sudah sering diedukasi untuk tidak merokok saat berkendara. Bahkan sampai ada undang-undangnya. Masih saja pada bebal. Sampai nggak habis pikir ini orang otaknya di mana. Sudah tau nggak enak dan merugikan orang lain masih saja dilakukan. Merokok sambil berkendara bisa dibilang perbuatan dosa. Seperti halnya merokok dekat ibu hamil atau anak kecil. Jelas sama-sama merugikan orang lain.
Merokok saat berkendara saja udah dosa, apalagi sambil bawa anak, dosanya dobel!
Kemarin baru saja melihat reels di Instagram ada ibu-ibu naik motor sama anaknya yang masih kecil. Bayangkan merokok saat berkendara saja sudah termasuk perbuatan dosa, ditambah berkendara sama anak kecil. Bisa dibilang dosanya dobel. Malah bisa tiga kali lipat dosanya. Pertama dosa ke diri sendiri karena membahayakan diri sendiri. Kedua membahayakan dan mengganggu kenyamanan orang lain. Yang ketiga dosa ke si anak tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh JAWA TIMUR POPULER (@jawatimurpopuler)
Kenapa bisa dibilang membahayakan diri sendiri? Karena ketika merokok saat berkendara tangan kiri pasti pegang rokok kemudian tangan kanan pegang gas. Jelas itu mengganggu konsentrasi saat berkendara. Apalagi jika Baranya kena angin lalu terkena tangan atau bajunya. Pasti akan reflek untuk membuang bara yang nempel. Selain itu sangat bisa dibilang tolol. Membuang- buang rokok. Bagaimana tidak, sebatang rokok yang seharusnya dinikmati dengan santai dan nikmat bersama kopi malah dihambur-hamburkan untuk dinikmati saat berkendara yang sudah jelas tidak nikmat. Mungkin agar terlihat keren. Padahal tidak sama sekali. Mereka yang merokok sambil berkendara gagal untuk keren.
Hanya orang bodoh yang merokok saat berkendara
Selain itu juga membahayakan orang lain. Apalagi bagi orang yang dibelakangnya ketika mengendarai motor. Abu rokok dan Baranya bisa berterbangan kemana-mana. Tentu sangat berbahaya. Apalagi kalau terkena mata: rasanya sangat perih. Bayangkan jika orang yang dibelakang itu reflek karena matanya terkena abu rokok atau Baranya. Lalu terjadi infeksi pada mata atau malah bisa terjadi kecelakaan.
Lalu ke anaknya, anak kecil yang tentu kalau kata dokter paru-parunya belum kuat sudah terpapar asap rokok. Belum lagi kalau terkena abunya atau baranya, kan juga bisa saja.
Merokok saat berkendara adalah tindakan bodoh. Mau tua mau muda tetap saja bodoh. Merugikan orang lain. Tidak ada alasan apapun yang bisa diterima untuk merokok sambil berkendara. Merokoklah pada tempatnya. Jadilah perokok santun yang menghormati orang lain. Sebagai sama-sama perokok marilah untuk saling mengingatkan. Agar citra perokok menjadi baik.
Juru Bicara Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Alfianaja Maulana Ardika
BACA JUGA: Merokok sambil Berkendara Adalah Tindakan Manusia Paling Egois




