Ada satu suara kecil yang sangat mudah dikenali oleh banyak orang di seluruh dunia, suara itu adalah bunyi “klik” dari korek api Zippo. Bunyi itu muncul ketika tutup logamnya dibuka dan ditutup. Mungkin bagi sebagian orang, bunyi “klik” itu hanyalah suara logam biasa. Namun bagi penggemar Zippo, suara itu adalah identitas. Suara itu menjadi simbol kualitas, daya tahan, dan sejarah panjang sebuah korek api yang lahir di Amerika Serikat pada awal abad ke-20.
Daftar Isi
ToggleSejarah korek api “tahan angin” Zippo
Zippo pertama kali dibuat pada tahun 1932 di kota Bradford, Pennsylvania, Amerika Serikat. Penciptanya adalah seorang pengusaha bernama George G. Blaisdell. Ide membuat korek api Zippo ini muncul dari pengamatan George G. Blaisdell. Pada waktu itu, George G. Blaisdell melihat seorang temannya menggunakan korek api buatan Austria. Korek tersebut sebenarnya cukup baik karena tetap bisa menyala walaupun terkena angin. Namun bentuknya kurang praktis dan tampilannya tidak menarik.
George G. Blaisdell kemudian berpikir bagaimana jika membuat korek api yang tetap tahan angin, tetapi lebih praktis digunakan dan memiliki desain yang lebih rapi. Dari situlah ia mulai merancang korek api baru. Ia memperbaiki desain korek Austria tersebut, membuat bentuk kotak yang lebih sederhana, dan menambahkan tutup yang dihubungkan dengan engsel. Desain ini memungkinkan korek dibuka dan ditutup dengan satu tangan. Salah satu hal menarik dari Zippo adalah desainnya hampir tidak berubah sejak pertama kali dibuat hingga sekarang.
Bentuknya tetap kotak dengan tutup yang terhubung engsel. Pada 1933, korek api Zippo pertama resmi dijual dengan harga sekitar $1,95 atau jika dirupiahkan sekarang sekitar Rp33.000. Sejak awal, Zippo sudah menawarkan garansi seumur hidup, dan sampai hari ini masih menjadi salah satu ciri khas Perusahaan Zippo. Jika Zippo rusak, perusahaan akan memperbaikinya tanpa biaya, tidak peduli sudah berapa lama korek itu dimiliki.
Nama Zippo sendiri dipilih karena pada masa itu kata zipper atau resleting sedang populer di Amerika. George G. Blaisdell merasa kata tersebut terdengar modern dan mudah diingat. Ia kemudian memelesetkan kata zipper menjadi Zippo. Nama itu ternyata sangat berhasil sebagai merek. Pendek, mudah diucapkan, dan cepat dikenal oleh banyak orang.
Bunyi “klik” yang khas
Salah satu ciri paling khas dari Zippo adalah bunyi “klik” ketika tutupnya dibuka atau ditutup. Suara ini berasal dari kombinasi beberapa bagian mekanis. Di dalam tutup Zippo terdapat cam spring, yaitu pegas kecil yang menekan sebuah komponen bernama cam. Saat tutup dibuka, cam tersebut bergerak dan menahan tutup tetap terbuka. Ketika ditutup, cam kembali ke posisi semula dan menghasilkan bunyi logam yang khas. Bunyi ini bukan sekadar efek samping desain. Justru seiring waktu, suara tersebut menjadi identitas merek. Banyak orang bisa langsung mengenali Zippo hanya dari suaranya. Perusahaan Zippo bahkan mendaftarkan bunyi “Zippo Click” sebagai merek dagang pada tahun 2018 di Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa suara kecil itu dianggap bagian penting dari identitas produk.
Pada perang dunia II Popularitas Zippo meningkat drastis, Karena Pada masa itu banyak tentara Amerika membawa Zippo sebagai perlengkapan pribadi. Karena perang ini, perusahaan menghentikan produksi untuk pasar sipil dan fokus membuat Zippo untuk militer. Korek api Zippo sangat disukai tentara karena tahan angin, mudah dinyalakan dengan satu tangan, dan tahan lama. Banyak tentara bahkan mengukir nama, tanggal, atau pesan pribadi pada Zippo mereka. Korek tersebut sering menjadi benda kenang-kenangan dari masa perang. Setelah perang selesai, banyak veteran tetap menggunakan Zippo. Hal ini membuat merek tersebut semakin terkenal di masyarakat luas.
Seiring waktu, Zippo tidak hanya menjadi alat menyalakan api. Ia juga masuk ke dalam berbagai aspek budaya populer. Dalam banyak film Hollywood, Zippo sering muncul sebagai properti yang khas. Misalnya dalam film perang, film detektif, atau film aksi. Bunyi “klik” sering digunakan untuk menciptakan suasana dramatis sebelum sebuah adegan penting. Selain film, Zippo juga populer di kalangan musisi dan penggemar konser. Pada masa sebelum lampu ponsel populer, penonton konser sering mengangkat Zippo yang menyala ketika lagu balada dimainkan. Pemandangan ratusan api kecil di udara menjadi simbol kebersamaan dalam konser musik.
Zippo jadi barang mewah incaran para kolektor
Sejak berdiri hingga sekarang, lebih dari 600 juta Zippo telah diproduksi. Semua Zippo asli masih dibuat di Bradford, Pennsylvania, tempat perusahaan ini berdiri. Selain sebagai alat bakar, Zippo juga menjadi barang koleksi. Banyak orang mengumpulkan Zippo dengan desain khusus, edisi terbatas, atau produksi tahun tertentu. Beberapa Zippo langka bahkan bisa bernilai ratusan hingga ribuan dolar di pasar kolektor. Zippo juga sering bekerja sama dengan berbagai merek, film, atau komunitas untuk membuat desain khusus pada permukaan korek, seperti dengan Perusahaan moge ternama Harley-Davidson.
Salah satu slogan terkenal perusahaan ini adalah “It works or we fix it free,” yang artinya, jika Zippo tidak berfungsi, perusahaan akan memperbaikinya secara gratis. Garansi ini berlaku tanpa batas waktu. Bahkan Zippo yang diproduksi puluhan tahun lalu masih bisa dikirim ke pabrik untuk diperbaiki. Kebijakan ini membuat banyak orang merasa bahwa membeli Zippo bukan hanya membeli korek api, tetapi juga membeli produk yang dirancang untuk bertahan sangat lama.
Jika dilihat sekilas saja, Zippo hanyalah sebuah korek api logam. Namun di balik korek api itu terdapat sejarah hampir seratus tahun. Mulai dari ide sederhana George G. Blaisdell pada tahun 1930-an, penggunaan oleh tentara dalam Perang Dunia II, hingga menjadi bagian dari budaya populer di film dan musik. Bunyi “klik” yang dihasilkan ketika tutupnya dibuka atau ditutup mungkin hanya berlangsung sepersekian detik. Tetapi suara itu membawa cerita panjang tentang desain mekanis, identitas merek, dan perjalanan sejarah sebuah produk yang mampu bertahan lintas generasi.
Penulis: Spahing Aprianto
BACA JUGA: Tiga Merek Korek Api yang Paling Sering Digunakan Perokok






