REVIEW

Siasat Grader di Tengah Pandemi

Dalam dunia tembakau, ada satu profesi unik yang hanya segelintir orang saja bisa menjalaninya karena butuh keterampilan khusus dan spesifik. Keterampilan itu, utamanya mengandalkan indra penciuman, setelahnya baru indra penglihatan.

Dialah grader, orang yang dengan keahliannya memiliki wewenang untuk menentukan kualitas tembakau yang dihasilkan para petani. Apakah tembakau itu berkualitas rendah, menengah, tinggi, atau sangat tinggi.

Biasanya kualitas tembakau hasil penilaian grader akan dikategorikan dalam kelompok-kelompok berdasar huruf. Grade A untuk kualitas rendah, terus ke atas sesuai abjad dengan grade tertinggi adalah grade H. Di Temanggung, tembakau yang masuk kategori grade G dan H, adalah tembakau srintil yang harga per kilogramnya bisa lebih dari Rp1 juta.

Pada musim-musim panen tembakau, salah satu yang tak pernah saya lewatkan adalah menyaksikan langsung bagaimana para grader bekerja menentukan grade tembakau yang dibawa petani ke gudang-gudang milik grader. Keranjang-keranjang berisi tembakau berdatangan dari seantero Temanggung ke gudang-gudang penjualan.

Ia diangkut oleh mobil-mobil bak terbuka dari rumah-rumah petani di kaki gunung Sindoro dan Sumbing menuju gudang. Di gudang penjualan, keranjang-keranjang berisi tembakau diberi nomor, kemudian sampel dari beberapa keranjang dibungkus dalam wadah kertas berwarna cokelat untuk dicek oleh grader kualitas dari tembakau yang dibawa petani.

Grader kemudian akan mengecek warna dari tembakau sampel, membaui aromanya, memeriksa dengan telaten tembakau-tembakau rajangan yang dibawa petani kepada mereka, menaksir grade tembakau sekaligus harga jual dari tembakau tersebut. Tak ada yang bisa memprotes taksiran grade dari tembakau. Sekali lagi, ini keahlian khusus, tidak sembarang orang bisa melakukan kerja itu, dan tidak sembarang orang pula bisa memprotes taksiran yang dikeluarkan grader.

Menurut grader, salah satu kualitas tembakau, semakin baik Ia, semakin gelap warnanya, dan seragam. Dalam sekeranjang tembakau, jika warna tidak seragam, bisa dipastikan gradenya akan rendah. Mulai dari hijau, kuning, cokelat, hingga hitam mengkilat, tingkatan-tingkatan kualitas tembakau.

Di luar itu, dan yang paling menentukan, adalah aroma dari tembakau. Sayangnya, beberapa grader yang saya temui, tak bisa menjelaskan dengan rigid seperti apa itu tipe-tipe aroma tembakau, dan aroma yang bagaimana yang memiliki kualitas terbaik. Bisa jadi, mereka memang kesulitan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan karakter sebuah bau, menjelaskan aroma yang dicium oleh hidung ke dalam kata-kata. Bukan karena mereka pelit membagi pengegahuan.

Di beberapa grader di Temanggung, mereka kini bukan hanya menaksir kualitas tembakau ketika panen usai. Mereka juga mendampingi para petani tembakau sejak dari pemilihan bibit, penanaman, perawatan, hingga panen agar kualitas tembakau yang dihasilkan petani terjamin baik. Para grader turun tangan langsung memberikan penyuluhan-penyuluhan dan arahan lewat sistem kemitraan dengan pabrikan-pabrikan rokok besar.

Setiap sebelum musim tanam dimulai, sebelum masa pembibitan berlangsung, para grader akan memberikan penyuluhan kepada para petani. Penyuluhan ini berlangsung beberapa kali sesuai dengan kalender tanam tembakau. Ada penyuluhan pembibitan, penanaman, pemberian pupuk, hingga perawatan. Penyuluhan akan diakhiri dengan proses evaluasi bersama petani selepas musim panen selesai.

Musim tanam tembakau kali ini, bertepatan dengan pandemi korona di seantero bumi. Social dan physical distancing, kewajiban jaga jarak, hingga larangan berkumpul dalam jumlah banyak membikin penyuluhan-penyuluhan yang biasanya dilakukan grader bersama petani jadi tidak bisa dilakukan. Beberapa grader, sama sekali meniadakan penyuluhan.

Sedikit yang masih melakukan penyuluhan, memanfaatkan media digital untuk melakukannya. Seperti yang dilakukan oleh Koh Jopie di Temanggung, salah satu grader dengan petani mitra lebih dari 200 orang. Ia sengaja membikin tim untuk memproduksi video-video penyuluhan untuk petani. Video-video itu kemudian diunggah via chanel youtube. Setelahnya video-video itu disebarkan kepada petani mitranya untuk ditonton dan terutama dipraktikkan ketika proses tanam.

Sejauh ini sudah ada tiga video penyuluhan yang diproduksi Koh Jopie. Menurutnya, siasat semacam ini mesti dilakukan agar petani tetap mendapat panduan untul bisa menghasilkan tembakau yang terjaga kualitasnya.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
mm
Pecinta kretek, saat ini aktif di Sokola Rimba, Ketua Jaringan Relawan Indonesia untuk Keadilan (JARIK)

You may also like

Comments are closed.

More in:REVIEW