Jika kalian pernah melihat ada satu batang rokok yang di balik dalam bungkusnya, itu disebut lucky cigarette. Rokok keberuntungan atau lucky cigarette bukanlah tradisi yang berasal dari Indonesia. Kebiasaan ini dipercaya berkembang dari budaya luar dan kemudian dikenal serta diikuti oleh sebagian masyarakat Indonesia, terutama kalangan anak muda.
Daftar Isi
TogglePraktiknya cukup sederhana. Saat membuka bungkus rokok baru, seseorang memilih satu batang, kemudian membalik posisinya sehingga bagian tembakau atau ujung yang akan dinyalakan menghadap ke atas. Batang tersebut kemudian dimasukkan kembali ke dalam bungkus dan dianggap sebagai rokok keberuntungan.
Sejarah Lucky Cigarette
Kebiasaan memilih satu batang rokok dari bungkus baru dan membaliknya sebenarnya telah dikenal sejak lama. Ada berbagai cerita mengenai asal-usul tradisi ini, salah satunya mengaitkannya dengan kehidupan para tentara pada masa Perang Dunia II.
Menurut pakar rokok Connie Ramos, kebiasaan tersebut berkaitan dengan tradisi yang dilakukan para tentara ketika menerima jatah rokok. Mereka membuka bungkus rokok dan membalik salah satu batang sebagai simbol harapan agar dapat bertahan hidup dan menyelesaikan seluruh bungkus rokok yang mereka miliki.
Dari kebiasaan tersebut, batang rokok yang dibalik kemudian dianggap sebagai rokok yang membawa keberuntungan. Biasanya, rokok itu tidak langsung dihisap, melainkan disimpan hingga menjadi batang terakhir dalam bungkus.
Batang yang Dibalik Dianggap Membawa Keberuntungan
Jika melihat bungkus rokok dengan satu batang yang posisinya berbeda dari batang lainnya, kemungkinan besar itulah yang disebut rokok keberuntungan. Bagi sebagian perokok, kebiasaan ini hanya dilakukan sebagai ritual kecil atau sekadar mengikuti kebiasaan yang sudah dikenal. Namun, sebagian lainnya benar-benar menganggapnya sebagai bentuk takhayul dan percaya bahwa batang tersebut memiliki makna khusus.
Rokok keberuntungan biasanya dipilih ketika bungkus baru pertama kali dibuka. Posisi batangnya sebenarnya dapat diletakkan di mana saja, tetapi banyak orang memilih salah satu batang di bagian depan agar mudah ditemukan.
Ada pula kepercayaan tertentu yang berkembang di kalangan perokok, misalnya anggapan bahwa menghisap rokok tersebut pada pagi hari dapat membawa kesialan. Kepercayaan seperti ini lebih bersifat mitos dan tidak memiliki dasar ilmiah.
Sejarah Lucky Cigarette dalam Perang Dunia II
Salah satu cerita yang berkembang menyebutkan bahwa tradisi lucky cigarette bermula dari kebiasaan tentara Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II.
Salah satu teorinya berkaitan dengan rokok Lucky Strike, yang menjadi bagian dari ransum para tentara. Konon, para tentara membalik beberapa batang rokok dalam bungkus sehingga mereka dapat mengenali rokok tertentu dengan mudah.
Ada pula cerita bahwa kebiasaan tersebut berkaitan dengan upaya menyamarkan identitas ketika berada di medan perang. Jika seorang tentara menjatuhkan rokoknya saat sedang merokok, puntung yang ditinggalkan tidak mudah dikenali sebagai milik tentara Amerika Serikat.
Dalam cerita yang sama, satu batang yang tidak dibalik kemudian disimpan untuk dihisap ketika keadaan sudah lebih aman dan tenang. Rokok terakhir tersebut akhirnya dikaitkan dengan keberuntungan dan harapan untuk dapat bertahan hidup.
Rokok juga menjadi bagian penting dari kehidupan para tentara pada masa perang. Karena termasuk dalam jatah mereka, persediaan rokok sering kali menjadi sesuatu yang berharga, terutama ketika seorang tentara telah menghabiskan persediaannya sebelum mendapatkan jatah berikutnya.
Teori dari Para Tentara Vietnam
Selain cerita mengenai Perang Dunia II, terdapat teori lain yang menghubungkan tradisi rokok keberuntungan dengan para tentara Vietnam.
Dalam versi ini, tentara membalik satu batang rokok dan menyimpannya untuk dihisap paling terakhir. Rokok tersebut menjadi simbol keberhasilan karena seseorang dianggap telah cukup lama bertahan hidup hingga dapat menikmati batang terakhir dari bungkusnya.
Dengan demikian, mendapatkan atau memiliki rokok yang posisinya terbalik dianggap sebagai pertanda keberuntungan, khususnya dalam menghadapi situasi berbahaya di medan perang.
Kisah mengenai kebiasaan tentara Vietnam menyimpan rokok di bagian luar perlengkapan mereka juga sering muncul dalam berbagai cerita dan film. Rokok tersebut dikisahkan disimpan di sekitar helm ketika mereka harus melewati air agar persediaan rokok tetap kering.
Namun, berbagai cerita tersebut sebaiknya dipahami sebagai teori atau kisah yang berkembang mengenai asal-usul rokok keberuntungan. Belum ada kepastian bahwa salah satu cerita tersebut merupakan satu-satunya sumber dari tradisi ini.
Apa yang Dilakukan dengan Lucky Cigarette?
Beberapa orang mungkin mengira bahwa membalik sebatang rokok dalam bungkusnya adalah perilaku iseng. Namun, jika orang itu mengenal istilah lucky cigarette, ada beberapa hal yang mungkin mereka lakukan untuk ‘sebatang keberuntungan’ itu.
Menyimpannya untuk Rokok Terakhir
Cara yang paling umum adalah menyimpan rokok keberuntungan hingga seluruh batang lainnya habis. Setelah itu, batang yang dibalik dihisap sebagai rokok terakhir.
Bagi orang yang mengikuti tradisi ini, rokok terakhir tersebut dapat menjadi semacam ritual penutup setelah melewati seluruh isi bungkus rokok sambil merefleksikan perjalanan yang telah dilalui.
Menghisapnya Saat Membutuhkan Keberuntungan
Sebagian perokok tidak selalu menunggu sampai bungkus rokok habis. Mereka dapat memilih untuk menghisap rokok keberuntungan ketika sedang menghadapi suatu situasi yang dianggap penting atau membutuhkan rasa percaya diri.
Misalnya, rokok tersebut dianggap sebagai simbol keberuntungan sebelum menghadapi ujian, percakapan penting, atau situasi lainnya. Namun, anggapan bahwa rokok tersebut benar-benar memberikan keberuntungan merupakan bagian dari kepercayaan atau takhayul.
Memberikannya kepada Orang Lain
Rokok yang dibalik juga dapat diberikan kepada orang lain ketika seseorang meminta sebatang rokok. Bagi sebagian orang, memberikan batang yang dianggap membawa keberuntungan dapat dimaknai sebagai bentuk berbagi keberuntungan atau menunjukkan niat baik sebagai bentuk pertemanan yang sudah akrab.
Pada akhirnya, makna keberuntungan dalam rokok bergantung pada orang yang menjalankannya. Ada yang menganggapnya hanya sebagai kebiasaan sederhana, sementara yang lain melihatnya sebagai simbol harapan dan keberuntungan.
Terlepas dari berbagai cerita mengenai asal-usulnya, rokok keberuntungan lebih tepat dipahami sebagai ritual atau kebiasaan biasa para perokok saja.
Juru Bicara Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Alfianaja Maulana Ardika
BACA JUGA: Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama





