Di tengah hidup yang penuh kesuraman ini, kita masih beruntung ada satu hiburan murah yang masih bisa kita akses; rokok. Ya, rokok adalah sebuah hiburan murah yang masih bisa kita dapatkan hari ini. Meski harganya tidak lagi benar-benar murah, rokok masih bisa kita jangkau jika membandingkannya dengan hiburan lain yang ditawarkan kapitalisme.
Ya, hidup hari ini sepertinya begitu sulit. Ada begitu banyak orang-orang di sekeliling kita yang tidak memiliki pekerjaan. Sekeras apapun mereka mencari, tapi janji 19 juta lapangan kerja itu nyatanya hanyalah kebohongan pemilu. Mau berpendidikan atau tidak, pekerjaan tetap sulit didapat.
Kalaupun memiliki pekerjaan, hidup masih begitu sulit untuk dinikmati. Kerja keras dari pagi sampai sore hanya mampu memberi tambahan nafas saja untuk tetap hidup. Sekadar cukup untuk makan dan hidup keluarga. Jika mau agak layak, harus ada tambahan pekerjaan yang dilakukan, jadi mana ada work-life-balance di negara yang gagal ini.
Sekadar hidup saja sudah sulit, nasib ini ditambah buruk oleh ketidakbecusan negara menghadapi masalah apapun. Nilai tukar mata uang memburuk, indeks saham merah, hutan-hutan dibakar untuk kepentingan oligarki. Sekadar untuk tidak mendapat kabar buruk dari pemerintah saja kita tak bisa.
Karena itulah, dalam hidup yang berat ini, kita harus memiliki hiburan agar bisa tetap bertahan. Bertahan untuk tetap melanjutkan hidup, bertahan agar tetap waras di keadaan yang gila ini. Dan beruntungnya, kita masih memiliki satu hiburan yang bisa diakses seberat apapun keadaan. Dan hiburan murah itu bernama rokok.
Sebatang Rokok di Tengah Hidup yang Berat
Bisa dibilang rokok adalah sarana hiburan paling murah yang bisa kita dapatkan hari ini. Mau nonton film harus ke Bioskop, langganan layanan streaming, atau setidaknya punya beli paket data untuk mengakses website film ilegal. Mau nongkrong, harga kopi di kafe tidak ramah, kalaupun mau sebaiknya di warkop murah saja, itu pun sebaiknya ditemani sebatang rokok di tangan.
Hiburan murah ini harganya hanya seribuan rupiah. Semahal-mahalnya ya 3000 rupiah sebatang. Kalau mau lebih irit, ada beragam cara yang bisa kita lakukan. Namun, jika memang sedang berat, isaplah sebatang garpit atau Djarsup yang bisa dibeli ketengan. Dijamin, hiburan ini bakal membuat pikiranmu sedikit lebih tenang.
Rokok memang menjadi pelepas stres instan karena kandungan nikotin memicu pelepasan dopamin di otak yang memberi efek riles, rasa senang, dan dapat mengurangi beban pikiran. Merokok juga menjadi jeda singkat yang amat nikmat di tengah kesibukan bekerja. Bagi kita para pekerja, ada istilah sebat dulu ketika memang sedang mentok di tengah pekerjaan.
Dan yang juga menyenangkan, sebagai hiburan murah, rokok juga mengaktivasi fungsi sosial kita sebagai manusia. Minimal terjadi percakapan sederhana antara sesama perokok yang mau meminjam korek. Lebih menyenangkan lagi ketika kita sedang sama-sama merokok di tongkrongan yang kerap membuat kita lupa waktu.
Bagi sebagian besar orang, akses terhadap sarana rekreatif atau hiburan begitu terbatas karena faktor ekonomi. Dalam kondisi ini, rokok hadir sebagai hiburan murah yang menjadi sarana rekreatif fleksibel bagi kita. Asal punya recehan di kantong, kita bisa menikmati hiburan ini kapan saja dan dimana saja.
Selagi masih ada warung madura atau pedagang asongan, atau bahkan teman seperjuangan, selama masih ada sebatang, kita masih bisa bernafas sedikit lebih panjang untuk menenangkan pikiran kita.










