Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\nLalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":38},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n
Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\nLalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":38},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};\nSedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n
Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n
Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\nLalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":38},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};\nBeberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n
Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n
Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n
Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\nLalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":38},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};\nMenjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n
Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n
Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n
Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n
Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\nLalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":38},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};\nNun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n
Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n
Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n
Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n
Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n
Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\nLalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":38},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};\nMeski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n
Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n
Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n
Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n
Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n
Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n
Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\nLalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":38},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};\nKehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n
Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n
Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n
Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n
Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n
Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n
Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n
Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\nLalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":38},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};\nBaca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n
Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n
Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n
Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n
Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n
Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n
Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n
Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n
Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\nLalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":38},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};\nDi awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n
Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n
Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n
Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n
Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n
Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n
Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n
Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n
Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\n